
Larisa mencoba menghubungi Abi. Ia tak tahan jika Bayu terus mengejarnya.
“Tiap hari aku kebayang wajah kamu, Sa. Tiap hari aku makin rindu sama kamu. Ternyata aku masih cinta dan sekarang aku sadar kalau aku sangat bodoh sudah meninggalkan kamu dulu.”
Larisa berhenti sejenak untuk menormalkan nafasnya. “Sebaiknya kamu lupakan hal itu. Sekarang penyesalan itu terlambat, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Kak Abi.” Lalu ia pun berbalik dan kembali menuruni anak tangga.
“Sa, please kasih aku kesempatan. Cukup izinkan aku ada didekat kamu, meski gak bisa memiliki kamu. Setidaknya setiap hari aku masih bisa bertemu kamu untuk mengobati rasa rindu ini. “ Bayu terus saja bicara di belakang Larisa.
{Hallo, Kak, aku ada di tangga darurat. Bayu ada di sini dan kini dia terus mengejar aku}
Larisa mengangkat panggilan dari suaminya. {Aku lagi menuruni lantai E}
“Sa, aku mohon. Aku gak bisa jauh dari kamu.” Bayu meraih tangan mantannya itu dan meminta dengan wajah mengiba.
__ADS_1
“Lepasin, gak!” Larisa berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Bayu.
“Gak! Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu kasih aku kesempatan untuk dekat dengan kamu.”
“Kamu gila, ya, Bay?! Dulu yang ninggalin aku siapa? Lalu sekarang seenaknya kamu memaksa aku untuk menerima kehadiran kamu dalam kehidupan aku. Kamu punya keberanian dari mana sih? Apa kamu gak malu?”
“Aku berani berkata begini karena aku rindu dengan kenangan kita dulu.”
“Kenangan?” Larisa menggeleng tak percaya. “Apapun yang kamu katakan aku gak percaya! Jadi, sekarang pergi jauh dari kehidupan aku.” Ia pun berhasil melepaskan tangannya dari Bayu. Secepat mungkin Larisa kembali menuruni anak tangga.
Abi pun tiba di depan pintu tangga darurat dan ia menyaksikan sang istri berguling di anak tangga. “LARISA!!” Ia bergegas menghampiri sang istri yang tampak sudah tak sadarkan diri. “Bagun, sayang,” cemas Abi.
Bayu yang juga ikut melihat itu hanya mematung di tempatnya berpijak. Ia terkejut dan tak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Tak ada maksud sama sekali untuk mencelakai Larisa.
__ADS_1
Abi segera mengangkat istrinya dari sana, ia menatap tajam ke arah Bayu yang tak bergerak sama sekali. Jujur hati ingin menghajar pria itu,tapi kondisi Larisa jauh lebih penting apa lagi bagian bawah tubuh istrinya serasa mulai lembab dan ia khawatir kalau itu adalah darah.
Secepatnya Abi berlari menuju lift di lantai itu, para karyawan yang melihat hanya bisa bertanya-tanya. Tiba di lantai dasar Abi berteriak pada security, “Tangkap Bayu dan jangan pernah lepaskan dia.”
Security yang tak paham apa-apa hanya mengikuti perintah. Indah yang sudah berada di loby, ketika melihat keadaan Larisa tak baik-baik saja segera mencari Bayu dengan petugas keamanan lainnya.
...----------------...
Hari ini aku bawa rekomendasi baca terakhir ya..
jangan lupa singgah dan tinggalkan jejak...
"Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.
__ADS_1
"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro.