Kepedihan Jiwa

Kepedihan Jiwa
Bab 99


__ADS_3

Di kantor Larisa mulai diperkenalkan pada semua jajaran. Endra menjelaskan hal-hal yang harus diketahui putrinya sebelum dia benar-benar mulai bekerja. Hari ini Larisa juga mulai menghadiri rapat pertamanya. Karena kepintaran yang dimiliki ia pun dengan gampang dapat memahami apa yang menjadi pokok pembahasan.


Bukan hanya sekedar menggantikan tugas Endra, Larisa juga dituntut untuk dapat memajukan bisnis ini melebihi sang Papa. Kedepannya akan banyak sekali PR atau tujuan-tujuan yang harus dicapainya. Membuatnya sadar kalau kini ada sebuah tanggung jawab serta beban berat yang harus dipikulnya.


Apakah ia bisa?


Apakah ia sanggup?


Apakah ia mampu?


Mungkin sebaiknya ia harus mulai mencoba.


Selesai rapat Larisa di antara Endra ke kantornya.


“Kalau butuh apa-apa minta saja sama Indah,” kata Endra.


“Oke, Pa.”


“Are you sure about this?”


“Kenapa?”


“Kalau kamu butuh bantuan, Papa akan bantu.”


Larisa mengajak sang Papa untuk duduk di sofa. “Indah, tolong pesankan minuman.”


Sekretaris pribadinya itu segera pergi dari ruangan.


“Sebelumnya aku sudah bilang sama Papa kalau aku bakalan coba. Sebisa mungkin aku akan berusaha. Tapi kalau seandainya aku gak sanggup, aku akan kembali ke Bali,” jelas Larisa.


“Artinya Papa harus cari orang yang dapat mengurus bisnis ini?” tanya Endra.


“Papa, tenang aja. Aku gak akan biarkan, Papa, repot sendirian. Aku gak akan pergi semudah itu kok. Pastinya aku akan tetap di sini sampai kita menemukan orang yang tepat untuk duduk di kursi Papa.”

__ADS_1


Endra mengangguk paham. “Baiklah kalau begitu Papa akan cari orang yang bisa di percaya.”


“Aku yakin kita pasti bisa menemukannya. Lagian aku juga gak yakin bakalan bisa membagi waktu antara keluarga dan kantor. Papa ngerti maksud aku kan?”


“Papa paham. Kamu ini seorang istri dan Ibu jadi, kamu punya tanggung jawab lain yang lebih penting.”


Larisa menggenggam tangan cinta pertamanya itu. “Terimakasih, Papa, sudah mengerti posisi aku.”


Endra pun menepuk punggung tangan putrinya. “Kalau begitu Papa pergi. Jadwal kamu belum dihaturkan? Biar Papa selesaikan janji temu dengan klien, setelah itu kamu yang akan menggantikan.”


“Iya. Hati-hati di jalan.” 


\=\=\=\=\=


Abi pun akhirnya menginjakkan kaki di Rumah Sakit Jiwa milik sang Mama. Dipandangnya bangunan itu tampak masih sama tak mengalami perubahan yang begitu signifikan. Dengan langkah pasti ia segera masuk menuju ruangan Dokter Ningsih.


“Abi,” panggil seseorang.


Abi pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah orang yang memanggil. “Viona?”


“Baik. Kamu sendiri ngapain di sini?”


“Oh, aku di sini kerja. Setelah lulus aku memutuskan untuk ke Jakarta.”


Abi hanya mengangguk. Sebenarnya ia penasaran bagaimana Viona bisa bekerja di sini. Karena ia berusaha menjaga kepercayaan sang istri ia pun memutuskan untuk tak bicara banyak dengan Viona. Toh ia nanti bisa bertanya pada sang Mama. “Kalau begitu, aku ke ruangan Mama dulu.”


“Oh, ya silahkan. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi kalau ada waktu.”


Abi hanya tersenyum sekilas dan segera pergi dari sana.


\=\=\=\=


Sorenya Abi sudah sampai di parkiran perkantoran. Ia segera menuju lantai tempat ruang kerja sang istri berada. Indah pun menyambut kedatangannya saat baru keluar dari lift.

__ADS_1


“Silahkan masuk saja, Pak. Ibuk juga lagi siap-siap mau pulang,” kata Indah.


“Oh, oke. Terimakasih.


 


“Loh, Kakak naik. Aku pikir nunggu di bawah.” Larisa berkata sambil menghampiri suaminya. Ia segera melabuhkan diri di tempat ternyaman itu.


“Kakak mau lihat istri Kakak kerja. Gimana hari pertama?”


Larisa melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Abi. Mereka pun duduk di sofa. “Lumayan bikin capek.”


“Kalau gitu, ayo, pulang sekarang!”


“Ayo! Kyra pasti udah nunguin kita.”


Mereka berdua beriringan keluar dari sana sambil bergandengan tangan.


“Yang,” panggil Abi.


“Apa, Kak?” Larisa menatap suaminya yang tengah mengemudi.


“Kamu masih ingat Viona gak?”


Larisa tampak berpikir. “Oh, ingat. Kenapa emang?”


...----------------...


Larisa bakalan marah gak ya...? 🤔


Mana nih like 👍 komen 💬 hadiah 🎁 dan vote 🔖 nya.


pada pelit semua.. 😔😟

__ADS_1


Aku jadi gak semangt up datenya.


Mengsedih tauk... 😫😩😭


__ADS_2