Kepedihan Jiwa

Kepedihan Jiwa
Bab 121


__ADS_3

Sejak saat itu Larisa benar-benar menghindari Bayu. Jika di kantor akan ada rapat dengan sesama perusahaan, maka ia akan meminta Dendi untuk menemani. Jika Bayu datang meminta untuk bertemu, maka Indah pun akan memberikan seribu alasan untuk menolaknya.


“Sa,” panggil Bayu.”


Larisa kaget, ia tak menyangka jika mereka akan bertemu di satu lift. Kenapa tadi pas masuk ia tak melihat dulu siapa orang yang ada di dalamnya, malah langsung nyelonong masuk.


“Kenapa kamu menghindari aku sih? Salah aku apa?” tanya Bayu.


“Maaf, Bay. Suami aku gak suka kalau kita dekat.”


“Aku cuma mau berteman, kok.”


“Maaf, Bay. Aku harus menuruti apa kata suamiku.”


“Baik, kalau begitu. Aku mengerti, tapi please jika di kantor seperti ini bersikap biasa saja, toh kita bertemu kan gak sengaja. Jadi, boleh ngobrolkan?”


Larisa hanya menganggukkan kepala. Dalam hati ia sudah ingin segera keluar dari dalam sana, tapi kenapa lift bergerak sangat lambat rasanya.


“Gimana kabar kamu?” tanya Bayu.


“Alhamdulillah sehat.”


“Kamu beneran hamil? Kok belum kelihatan sih perutnya? Atau jangan-jangan kamu bohong lagi.”


“Terserah mau percaya atau gak.”


“Jangan jutek gitu. Aku cuma mau mastiin aja, soalnya dari penampilan kamu masih terlihat langsing.”


Akhirnya pintu lift pun terbuka di lantai dasar. Larisa pun segera keluar dari sana tanpa sepatah kata pun. Bayu segera mengejarnya, tapi sayang ternyata Abi sudah datang menjemput istrinya itu dan mereka berjalan bergandengan tangan menuju parkiran.


...🐸🐸🐸🐸...


Akhirnya kabar kepulangan Efendi dari ruma sakit sampai ke telinga Endra. Ia pun menyampaikan hal itu pada sang putri. Membuat Larisa menghembuskan nafas lega, yang artinya Luna akan segera kembali ke kantornya mengambil alih posisi yang kini tengah bayu jalani.


Paginya pas tiba di kantor Larisa langsung menemui Dendi. “Kamu sudah dapat kabar belum dari Pak Bayu kalau mulai besok dia akan digantikan oleh Istrinya?”


“Maksud, Mbak?” tanya Dendi.

__ADS_1


“Sudah ada Email belum dari perusahaan G kalau Pak Bayu besok sudah tidak lagi mewakili perusahaan itu.”


Dendi menggeleng.


“Oh, mungkin nanti atau besok ada kabar. Maaf sudah mengganggu, Mbak kesebelah dulu.”


Pas jam makan siang Abi pun datang membawa beberapa makanan ke kantor istrinya.


“Kok, gak ngabarin?” tanya Larisa.


“Mau kasih kejutan, kalau dikabarin gak seru dong.”


“Kakak, gak kerja?”


“Kerja, sayang. Cuma tadi kangen aja pengen makan siang bareng kamu. Udah lama banget kita gak makan siang bareng.”


Iya, juga sih. Banyak banget makanannya.” Larisa membuka satu persatu kotak bungkus makanan itu.


“Gak papa, sayang, sekali-kali kita makan banyak.”


“Besok kita pergi diner, yuk,” ajak Abi.


“Kemana?”


“Kamu maunya kemana? Sekalian kita pacaran.”


“Pacaran?”


“Iya, jalan berdua. Kyra gak di bawa.”


“Terus?”


“Terus malamnya kita ke hotel.”


“Gak pulang ke rumah aja?”


“Ya, udah pulang kerumah deh.”

__ADS_1


“Oke, Kakak yang pesan tempatnya.”


“Kamu dandan yang cantik.”


“Siap, sayang ku.”


Abi jadi mesem-mesem sendiri membuat Larisa tertawa melihat tingkah suaminya itu.


...🦉🦉🦉🦉...


“Permisi, Pak Dendinya ada?” tanya Bayu.


“Pak Dendi-nya belum kembali, Pak. Mungkin sebentar lagi,” jawab sekretaris Dendi.


“Saya mau ngasih laporan terakhir.” Pria itu memberikan sebuah Map.


“Sebaiknya, Bapak tunggu saja Pak Dendinya di dalam.”


“Baik kalau begitu.”


Bayu pun diantar masuk oleh sekretaris itu untuk duduk di ruangan Dendi. Karena ruangan itu bersebelahan dengan ruangan Larisa ia pun jadi penasaran ingin melihat apakah mantan nya ada di sana atau tidak.


Karena dinding pembatas hanya terbuat dari kaca dan di tutup oleh gorden, Bayu pun menyibak kan sedikit tirai itu. Matanya langsung menangkap sepasang suami istri yang tengah bercumbu mesra di atas sofa panjang di dalam sana. Bukannya mengalihkan pandangan ia justru masih memperhatikan hal itu. Hingga keduanya menyudahi kemesraan mereka. Barulah Bayu kembali duduk di tempatnya semula.


...----------------...


Udah...


akhirnya aku bisa lega...


dari tadi gak bisa up date... malah eror... sampai bab 118 di bikin tripel sama aplikasi ini...


hampir lupa aku bawa rekomendasi...


jangan lupa mampir...


__ADS_1


__ADS_2