
"Kakak putusin lah buat lanjut S3. Awalnya Kakak pengen tetap kuliah di Jakarta.Tapi Mama maksa buat Kakak lanjutin di luar negri supaya pengalaman dan pergaulan Kakak makin bertambah," jelas Abi.
“Kakak, anak kesayangan Mama, ya? Dan Kak Mina anak kesayangan Papa?”
Abi mencubit gemas hidung istrinya. “Bisa aja kamu. Kakak memang lebih nurut sama apa yang dikatakan Mama meski Papa selalu dukung apapun yang mau Kakak lakukan.”
“Oohh, lanjut lagi ceritanya.”
“Mina semakin membaik sampai dia sembuh. Akhirnya Kakak berangkat ke Australia buat kuliah. Satu tahun Kakak di sana Mina telpon, dia bilang mau nikah dan minta Kakak buat pulang untuk mendampingi dia.”
“Calonnya itu, Kakak kania!”
“Iya. Mina mau nikah sama dia karena pria itu bisa mengerti dia sama kayak Papa. Ya, meskipun sebenarnya Papa gak akan tergantikan, tapi Kakak lihat Mina benar-benar kembali seperti dulu, sama seperti saat Papa masih ada.”
“Apa Tante Ningsih gak setuju sampai Kak Mina bunuh diri?”
“Mama gak pernah lagi menentang keinginan Mina sejak dia depresi. Kami pun mempersiapkan acara lamaran dan pesta pernikahan. Satu minggu sebelum pernikahan di gelar, orang tua Kania membatalkan pernikahan itu. Karena mereka tahu kalau Mina sempat depresi. Mereka takut kalau nanti Mina kambuh lagi jadi, bisa bikin malu keluarga mereka.”
“Terus Kak Mina kambuh lagi?”
“Gak! Dia biasa aja. Kayak gak jadi masalah. Dia tetap melakukan kegiatannya sama seperti biasa. Kakak sempat tanya apakah dia baik-baik saja dan jawabnya tentu dia baik-baik saja. Akhirnya Kakak pun kembali ke Ausi.”
“Terus?”
“Dua minggu Kakak di sana Mama nelpon ngasih kabar kalau Mina meninggal karena bunuh diri di kampus.”
“Gimana perasaan, Kakak, saat itu?”
“Awalnya, Kakak kaget banget kayak masih gak percaya. Sampai di Indo, Kakak merasa bersalah banget. Ternyata Mina itu butuh ditemani, tapi Kakak malah pergi. Kakak benar-benar gak nyangka kalau dia tampak dari luar baik-baik saja, ternyata begitu terluka di dalam. Makanya pas Kakak ketemu kamu, Kakak gak mau hal yang terjadi sama Mina kembali terulang.”
“Kakak, marah gak sama mantan calon suaminya Kak Mina, karena gak mau memperjuangkan hubungan mereka?”
“Marah lah. Saat dia datang kerumah pas jenguk Mina, Kakak langsung hajar dia. Tapi dia gak balas, dia terima pukulan Kakak karena dia merasa menyesal, terlalu nurut sama orang tuanya. Dia sampai nangis dan minta maaf di depan jenazah Mina.”
“Ah, telat!” kesal Larisa.
“Iya, gak ada gunanya dia nangis-nangis. Sampai Kakak seret dia keluar dari rumah.”
“Iih, Kakak sadis banget.”
“Namanya juga emosi, La. Tapi setelah itu Kania datang lagi bersama Kakaknya ke rumah buat minta maaf. Kakak pun akhirnya memaafkan karena gak ada gunanya juga marah sama keluarga mereka. Mereka gak salah, yang salah itu Kakak dan Mama karena kami gak menemani Mina, gak memahami dia.”
“Iya sih, orang kayak gitu yang mereka butuhkan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.”
“Makanya, Kakak gak mau ninggalin kamu sendirian disini. Kakak juga gak mau semakin merasa bersalah nantinya kalau gak berhasil bikin kamu sembuh dan melewati ini semua.”
“Tapi, Kakak, berhasil dan aku yakin, Kak Mina udah tenang di alam sana sama Papa nya.”
__ADS_1
“Kakak juga berharap begitu. Udah? Masih ada yang mau ditanyakan lagi?”
“Untuk sekarang gak ada. Tapi besok-besok gak tau deh.”
“Ya udah sekarang kita tidur. Besok Kakak harus ke klinik.”
Larisa pun setuju dan ia membaringkan tubuh di samping Abi, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
...🥧🥧🥧🥧...
Siangnya Kania datang ke villa. Dia ingin memberikan kado pada sahabatnya karena tak bisa ikut acara makan malam nanti.
“Maaf, ya, gue benar-benar gak bisa datang. Tugas kuliah gue harus dikumpulkan besok,” jelas Kania.
“Yaahh … ,“ seru Larisa sedih.
“Setidaknya gue gak ganggu acara makan malam keluarga lo.”
“Terus ini apa?” Larisa menatap kotak berbungkuskan kertas kado warna pink di ikat dengan pita hitam.
“Ya kado lah, dari gue buat lo.”
“Gue buka, ya?”
“Jangan! Nanti aja.”
“Gimana masalah di hotel lo semalam?”
“Pantesan ada yang bau,” ledek Larisa.
“Enak aja lo. Gue masih wangi, ya.” Kania mendengus tubuhnya sendiri.
“Iya-iya, gue cuma becanda.”
“Kak Abi, mana?”
“Masih di klinik. Mungkin bentar lagi pulang.”
“Orang tua lo kapan datangnya?”
“Nanti sore. Dari bandara mereka langsung ke restoran.”
“Oh, titip salam, ya, buat mereka.”
“Siap, nanti gue sampaikan.”
“Terus lo gak siap-siap gitu?”
__ADS_1
“Ya nanti lah. Ngapain sekarang masih lama juga kok.”
“Dandan dikit kek buat hari spesial lo, apalagi ini ulang tahun lo setelah berhasil sembuh dari depresi seharusnya dirayakan juga dong.”
“Iya, Kania. Gue bakalan adain syukuran besoknya di pondok pesantren tempat guru spiritual gue. Lo ikut, ya?”
“Lihat sikon. Kalau bisa bakalan gue kabari.”
Larisa pun mencibir. “Iya deh, gue lupa kalau lo orang sibuk.”
“Eh, gue panggil orang salon langganan gue kesini, ya. Buat make over lo.”
“Gak usah. Cuma makan malam keluarga ini.”
“Gak papa, sekali-kali. Anggap aja lo terlahir kembali setelah depresi kemarin.”
Akhirnya Larisa setuju. Tak lama Kania pun pamit untuk pulang.
...🍘🍘🍘🍘...
Larisa mendapat kabar dari Endra dan Davira kalau mereka akan segera terbang ke Bali. Setelah itu ia pun menghubungi Abi yang tak kunjung pulang sore ini. Biasanya setiap selesai jumat pria itu sudah tiba di rumah.
📞Kakak masih di klinik. Tapi gak usah khawatir nanti sore pasti sudah sampai di villa kok. Kamu siap-siap aja dulu.
📞Benar, ya? Jangan sampai telat.
📞Iya. Telponnya di tutup dulu
Larisa pun mulai bersiap-siap. Iya didandani oleh orang salon yang tadi diminta Kania untuk datang. Ternyata pilihan Kania tak salah, ia disulap habis-habisan oleh penata rias itu. Sampai membuat dirinya tak menyangka kalau yang ada di cermin itu adalah pantulan dirinya sendiri.
“Pacarnya pasti makin cinta,” goda si wanita jadi-jadian itu.
“Kalau ia nanti saya kasih kamu bonus lewat Kania,” ujar Larisa.
“Oke, Saya tunggu. Kalau gitu tugas sudah beres, boleh cabut, ya, cantik.”
“Silahkan. Bisa kedepan sendiri kan?”
“Oh, tentu. Kamu di sini saja, saya gak mau maha karya yang indah ini nantinya rusak sebelum acara. Daa nek.”
“Daa,” balas Larisa.
...****************...
Buat yang baca, tapi gak tinggalin jejak sayang banget, ih...
Ayo, dong tinggalin like 👍 nya..
__ADS_1
Biar besok bulan baru aku bakalan crazy up 4 bab setiap hari slma seminggu...
Asalkan klian gak pelit sama jempolnya.. 😄😁