
Sebelum berangkat kerja Abi berpesan pada istrinya. “La, sebelum acara makan malam kamu belanja dulu, cari baju baru gitu. Tapi Kakak gak bisa ikut gak papakan?”
“Terus aku jalan sendiri gitu?” tanya Larisa.
“Coba minta teman kamu kemarin buat nemenin. Siapa tau dia mau.”
“Oke deh, nanti aku telpon dia.”
“Nih, kamu pakai kartu ATM Kakak buat bayar belanjaan.”
“Hehehe makasih, ya, Kak. Gak papa kalau aku habisin?”
“Gak papa asalkan kamu senang.”
“Hahaha gak kok aku cuma becanda.”
“Ya udah, Kakak berangkat.”
“Oke.”
Setelah kepergian Abi wanita itu menghubungi sahabatnya kemarin.
📞Jalan, yuk. Gue yang traktir.
Ajak Larisa ketika sambungan teleponnya di angkat.
📞Boleh, tapi nanti aja pas makan siang gimana?
Jawab Kania.
📞Oke, gue siap kapan aja.
📞Ya udah kita ketemuan di mall.
📞Ssip. Sampai ketemu nanti.
Jadi, sebelum berangkat Larisa harus masak makan siang dulu untuk bekal Abi.
“Beres” gumam Larisa. “Bik, tolong masukin kedalam rantang, ya. Aku mau mandi terus siap-siap.”
“Baik, Mbak.”
...🍡🍡🍡🍡...
Sebelum ke mall Larisa mengantarkan bekal tadi ke klinik Abi. Sampai disana ia turun dan segera masuk, tampak di ruang tunggu pasien begitu ramai.
“Dokter Abi-nya lagi ada pasien?” tanya Larisa pada salah satu suster.
“Iya, Mbak. Tunggu sebentar lagi, ya.”
Tak lama pintu ruangan Abi pun terbuka.
“Masuk, Mbak, tapi sebentar, ya. Soalnya pasien banyak,” kata suster.
“Iya.”
Larisa pun segera masuk. Abi yang duduk dibalik meja tampak sibuk dengan laptopnya.
“Kak.”
“Eh, kok kamu ke sini?”
__ADS_1
“Aku sekalian mau jalan sama Kania.”
“Oh.”
“Ini makan siangnya jangan lupa dimakan, ya.”
“Pasti. Mau langsung jalan?”
“Iya. Lagian gak bisa lama-lama di sini. Pasien, Kakak, masih banyak di luar.”
“Ya udah. Hati-hati, ya. Pulangnya jangan kemalaman.”
Larisa mengangguk.
“Aku pergi.”
“Eh tunggu dulu,” tahan Abi.
“Apa lagi, Kak?”
“Boleh minta peluk sama ciumnya gak, buat tambah semangat. Kalau gak mau gak papa.”
Larisa yang sudah memegang gagang pintu kembali ke meja dokter itu. Memberikan satu kecupan di pipi dan memeluknya. Abi pun membalas pelukan itu.
“Udah, ya, aku pergi.”
“Iya, makasih, sayang.”
Larisa hanya tersenyum dan segera keluar dari sana karena ia merasa sedikit malu.
...🍭🍭🍭🍭...
“Jadi, kalian tinggal berdua di villa itu?” Larisa bercerita banyak pada Kania ketika menikmati makan siang di satu restoran dalam mall.
“Terus orang tua lo ngizinin aja gitu? Mereka gak takut apa, nanti anaknya di apa-apain sama tuh Dokter. Maaf, ya, gue gak bermaksud menuduh Dokter pribadi lo. Tapi kan berita sekarang tuh ngeri-ngeri loh, Sa.”
“Iya, gue ngerti kekhawatiran lo itu. Tapi Kak Abi baik kok. Dia tau batasannya.” Larisa pun menceritakan bagaimana Abi memperlakukan nya selama mereka tinggal bersama.
“Syukurlah kalau gitu. Tapi kayaknya dari cerita lo, gue bisa nangkap kalau dia suka deh sama lo.”
Larisa mengangguk dan tersenyum. “Dia sempat tanya, gue mau gak jadi pacarnya.”
“Terus?”
“Gue belum kasih jawaban.”
“Kenapa?”
“Yaa nunggu dia nyatain perasaannya lah. Masak ditanya gitu langsung jawab. Kayak anak SD pacaran dong. Lagian gue juga butuh waktu buat meyakinkan hati gue.”
“Lo belum move on dari Bayu.”
“Udah lah! Cuma gue mau mastiin perasaan gue ke Kak Abi. Apa gue sayang sama dia hanya karena terbiasa atau memang gue suka. Lagian ya, gue kan baru sembuh dari depresi karena kehilangan Bayu, masak sih bisa jatuh cinta lagi dalam waktu dekat.”
Sesekali Kania mencomot kentang goreng yang ada di piring Larisa. “Jatuh cinta itu gak mandang waktu, Sa. Mau lo habis putus terus kasmaran lagi gak ada salahnya. Namanya juga hati, kita gak bisa ngontrol.”
“Kebiasaan lo gak berubah, ya?!”
“Cuma sama lo gue yang kayak gini. Kalau sama teman-teman gue yang lain mah, jaim lah.”
Larisa tersenyum senang. “Ternyata gue kangen banget sama lo.”
__ADS_1
“Sama gue juga! Terus-terus, lanjut ceritanya dong.”
“Cerita apa lagi?”
“Perasaan lo ke dia gimana?”
“Ya, kayak yang gue bilang tadi, gue masih bingung.”
“Apa lo gak ngerasa jantung lo berdebar-debar gitu kalau dekat sama dia?”
Larisa berpikir sejenak. “Kayaknya sih gitu, kadang gue suka senyum-senyum sendiri pas di panggil sayang.”
“Itu malu-malu kucing namanya.”
“Gitu, ya?”
“Emang lo itu polos banget kalau soal cinta.”
“Eh menginap di villa gue, yuk! Gue masih pengen ngobrol banyak sama lo buat meyakinkan hati ini soal Kak Abi.”
“Boleh, tapi gue gak enak deh sama Dokter lo itu.”
“Gak papa sekali-kali dia tidur tanpa gue.” Larisa keceplosan.
“Apa?” pekik Kania.
“Sssuutt jangan keras-keras.” Larisa menempelkan telunjuknya di bibir. “Kita cuma tidur doang gak ngapa-ngapain kok.”
Kania geleng-geleng kepala. “Emang dasar cowok itu modus semua. Katanya Dokter pribadi, tapi ambil kesempatan dalam kesempitan.
“Tapi gue juga mau. Dia nya sih gak maksa kalau gue gak mau," kekeh Larisa.
“Artinya lo suka sama dia.”
“Ah, masa sih? Gue cuma ngerasa nyaman aja dekat dia apalagi kalau tidur dalam pelukannya. Bikin bobok makin nyenyak.”
Kania mencibir. “Sebagai jomblo gue merasa iri.”
“Sampai sekarang lo masih jomblo?”
“Gak juga. Kemarin sempat punya pacar di Jakarta. Tapi karena gue dapat kerjaan di Bali, akhirnya kita LDR-an tiga bulan. Guenya gak bisa, karena bawaannya cemburu dan mikir yang macam-macam soal dia. Akhirnya kita putus karena hal itu ganggu konsentrasi gue pas kerja dan kuliah.”
“Terus sekarang udah ada yang lo taksir baik di kampus atau di tempat kerja?”
“Ada sih beberapa di kampus sama tempat kerja. Cuma, ya, gue belum mau pacaran.”
“Kenapa?”
“Pengen fokus dulu ke kerjaan sama kuliah. Pacaran cuma nambah masalah.”
“Hahaha betul juga sih. Kalau bisa nanti langsung nikah aja. Pacaran lama juga gak jamin dia bakalan yang terbaik buat kita. Contohnya gue sama Bayu.”
“Itu sih lo nya aja yang bego.”
“Hahaha.” Larisa tertawa keras. “Gue juga kangen ama mulut lo yang ceplas-ceplos itu.”
Selesai makan mereka langsung jalan keliling-keliling mall mencari barang yang diinginkan Larisa. Kania pun juga ikut di belikan beberapa pakaian olehnya setelah itu mereka belanja bahan masakan untuk makan malam di villa nanti. Kania benar-benar ingin mencicipi hasil masakan sahabatnya itu yang dulunya tak pernah memegang panci dan penggorengan.
...############...
Hari ini segini dulu. Lanjut besok, ya...
__ADS_1
Jangan lupa like 👍 sama komennya 🖊 hadiah 🎁 juga jangan lupa