
Jika Larisa bersikap biasa-biasa saja ketika melihat foto dan kenangan ia bersama Bayu, maka dapat dipastikan istrinya benar-benar sudah sembuh dan depresi itu tak akan kembali lagi. Namun, jika Larisa masih merasakan kesedihan yang mendalam, maka sang istri belum dapat dinyatakan sembuh total karena depresinya bisa bangkit lagi kapan saja.
Setelah Larisa tenang Abi membawa wanita itu ke kamar dan menemaninya sampai terlelap. Baru setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk memikirkan dan mempertimbangkan hal yang diminta sang istri.
Di satu sisi hatinya tergerak untuk melakukan hal itu karena ia juga butuh jawaban tentang perasaan Larisa. Disisi lain ia juga takut kalau seandainya nanti wanita itu kembali kambuh maka ia harus mengulang kembali semuanya dari awal. Abi tak sanggup jika kebahagiaan yang sedang dirasakannya kini hilang.
Sampai pukul dua dini hari Abi tak dapat memejamkan mata hingga akhirnya ia memutuskan untuk melakukan sholat malam. Meminta petunjuk pada yang maha kuasa atas keraguan hatinya itu. Barulah selesai sholat Abi dapat tertidur lelap.
...🦋🦋🦋🦋...
Paginya mereka beraktivitas seperti biasa. Tak ada pembahasan soal semalam, Larisa tak mau memaksa Abi. Ia akan sabar menunggu sampai pria itu yakin untuk memenuhi permintaannya.
“Nanti siang gak usah kirim bekal, ya,” ujar Abi pada istrinya.
“Kenapa, Kak?”
“Kakak, mau ketemu keluarga calon pasien, tapi mereka maunya di luar klinik. Jadi pas makan siang kami ketemu di restoran.”
“Ooh.” Larisa sempat merasa cemas kalau Abi masih marah padanya dan tak mau memakan masakannya.
“Jangan lakukan apa-apa lagi,ya. Tunggu saja jawaban dari, Kakak.” Abi membelai kepala istrinya lalu mencium kening.
Larisa mengangguk sambil tersenyum. Setelah itu Abi pun segera masuk kedalam mobil.
...🦛🦛🦛🦛...
Sudah dua hari tapi Abi tak kunjung memberikan jawaban. Larisa pun sampai takut Abi tak akan memenuhi permintaannya itu. Ia pun menghubungi sang Mama untuk mencurahkan keluh kesah di hatinya.
📞Wajar dong, La. Abi itu memikirkan baik dan buruknya, karena dia gak mau kamu depresi lagi.
Davira menasehati sang putri untuk bersabar dan memberikan waktu pada Abi sebanyak-banyaknya.
📞Tapi kalau nanti Kak Abi gak setuju gimana?
📞Itu artinya memang belum saatnya. Ya, kamu nikmati saja waktu kalian di sana, sambil kamu cari tahu sendiri jawabannya.
📞Tapi aku penasaran, Ma.
📞Daripada kamu penasaran akan hal itu, kenapa kamu gak penasaran akan hubungan kalian berdua. Mama pernah dengar Abi manggil kamu sayang kan.
📞Katanya itu sama aja kayak, Mama manggil aku. Hanya sebatas panggilan sayang antara kakak dan adik.
📞Ah, masa sih? Mama gak percaya.
📞Terus? Kalau aku sih percaya aja.
Davira tertawa di seberang sana
📞Kamu memang polos ya, La. Kalau Abi memang menganggap kamu hanya sebatas saudara atau adik, maka dia gak akan memperlakukan kamu seperti itu.
📞Jadi, maksud, Mama apa? Aku gak ngerti!
📞Kamu cari tahu saja sendiri!
__ADS_1
Davira sengaja mempengaruhi Larisa agar dia tahu kalau Abi mencintainya, bukan hanya sekedar kakak dan adik. Dengan begitu mungkin hubungan mereka akan selangkah lebih maju. Walaupun Larisa belum mengetahui pernikahan itu, tak apa biar mereka menjalani masa perkenalan atau PDKT dulu.
📞Caranya?
📞Cari aja di google. Udah, ya, Mama tutup telponnya. Da, sayang love you.
📞Love you to.
Lrisa mengacak-acak rambutnya. Perkataan sang Mama sukses membuat ia penasaran akan hal itu.
“Aaarrgghh … masa bodoh. Mendingan berenang deh, buat segerin pikiran.” Larisa keluar dari kamarnya menuju kolam renang. Ia memang sudah mulai bisa berenang sejak diajari Abi.
...🥑🥑🥑🥑...
Malamnya Larisa menghampiri Abi yang sedang menonton film di ruang tengah.
“Kak, pinjam laptop dong.”
“Ambi di kamar. Tapi bawa kesini, kamu gak boleh pakai laptop tanpa pengawasan, Kakak.”
“Iya-iya.
Kembali dari kamar ia duduk agak jauh dari suaminya itu. Membuat Abi sedikit curiga.
“Mau apa?”
“Aku mau buka google disuruh Mama cari sesuatu.”
“Cari apa?”
“Serius tentang wanita?”
“Ia. Kakak, jangan mikir macem-macem deh. Aku gak akan buka yang lain-lain.”
“Oh, ya udah.” Abi kembali fokus ke layar TV.
Larisa sempat bingung saat hendak memasukkan kata kunci pada kolom pencarian. Ingin kembali menanyakan pada sang Mama tapi tak mungkin karena ini sudah malam. Pasti wanita itu sudah tidur.
Lima menit ia hanya terpaku menatap tulisan GOOGLE yang berwarna warni itu. Setelahnya ia tutup saja laptop itu kembali.
“Sudah? Kok bentar aja?” tanya Abi.
“Gak jadi. Tanya Mama aja besok.”
...🌶🌶🌶🌶...
Abi sadar kalau istrinya tampak sedikit uring-uringan karena ia tak kunjung memberikan jawaban. Begitu pula dengan dirinya setiap hari rasa penasaran itu semakin bertambah. Membuat ia yakin untuk melakukan hal yang diminta Larisa meski resikonya sangat besar.
“La, hari ini kita akan jalan-jalan,” kata Abi. "Mumpung hari ini weekend."
“Kemana?”
“Ke beberapa tempat wisata yang terkenal di sini. Kita pakai jasa tour agen yang kemarin.”
__ADS_1
“Aku lagi gak pengen jalan-jalan.”
“Ayolah, sayang. Please … Kakak lagi pengen ngabisin waktu sama kamu.”
Dengan terpaksa Larissa memenuhi permintaan Abi. Mereka berangkat tepat pukul setengah satu siang menuju ke tanah lot Bali. Awalnya Larisa tak begitu semangat, tapi pas sampai di sana ia jadi tertarik untuk mengambil beberapa gambar. Mereka jalan-jalan melihat pemandangan dari atas tebing, lalu foto-toto. Setelah itu menikmati jagung rebus sambil duduk santai.
Mereka lanjut ke destinasi kedua yaitu Pura Uluwatu. Disana suasananya terasa sakral dan religius, tetapi pemandangannya indah serta unik. Menyaksikan ombak yang menghantam kaki tebing.
Sore harinya mereka pun menonton pertunjukan tari kecak yang merupakan drama tari seni khas Bali. Menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Setelah selesai terakhir mereka makan malam di salah satu cafe seafood. Hati senang perut kenyang pasutri itu pun kembali pulang ke rumah.
...🥭🥭🥭🥭...
“Hhhaaa … capek,” seru Larisa menghempaskan badan di atas kasur.
“Tapi serukan?” tanya Abi.
“Seru. Bikin mood jadi baik lagi.”
“Mandi dulu, La, habis itu ganti baju.”
“Oke.”
Abi pun keluar dari kamar istrinya.
“Kak?”
“Ya?”
“Nanti aku boleh tidur sama, Kakak, gak?”
“Tumben. Ada apa?”
“Gak ada apa-apa. Cuma pengen ngobrol aja sekalian bobok nyenyak kayak waktu itu.”
“Oke, nanti biar Kakak yang ke sini.”
Larisa tersenyum lebar.
...🥨🥨🥨🥨...
Sekarang mereka tengah berpelukan di atas kasur dalam satu selimut. Abi sesekali mendaratkan kecupan di puncak kepala istrinya. Sedangkan Larisa menautkan jari-jari mereka. Ia sedikit tertawa melihat telapak tangan Abi yang begitu lebar dari telapak tangannya.
“Kak?”
“Apa, sayang?”
...****************...
Kok aku yang meleleh, ya saat Abi manggil Larisa sayang.. ☺😊
Kalian ngerasain juga gak? 😀
__ADS_1
Komen 🖊 dong...
Sekalian like 👍nya, ya..