
“Sebenarnya waktu pertama kali dia datang kesini, dia gak mau untuk menggantikan posisi Papa saya. Tapi saat itu saya juga gak bisa, karena harus mengurus Papa di RS. Dengan terpaksa dia pun pergi. Setelah itu ketika saya yang akan datang untuk menghadiri meeting, tiba-tiba sikapnya berubah baik. Dia seolah-olah mengerti kondisi Papa saya dan memberikan saya waktu luang untuk mengurus Papa di RS. Dia sampai mau menggantikan saya untuk datang kesini. Awalnya saya curiga, tapi saya masih berusaha berpikir positif. Lalu keraguan hati saya terjawab sudah ketika kita bertemu di RS tadi. Ternyata kamu yang menjadi alasan Bayu untuk mau menggantikan saya menghadiri rapat selama ini,” terang Luna.
Larisa sendiri bingung harus berkata apa. “Maaf saya benar-benar gak tau harus apa. Karena jujur saya pun sebenarnya sangat tak nyaman ketika tau kalau Bayu bekerja sama dengan saya. Awalnya saya sempat ingin mengakhiri kerjasama perusahaan kita, tapi setelah dipikir-pikir rasanya tak akan adil buat Papa kamu. Makanya urusan kerja sama sekarang saya alihkan pada adik sepupu saya, untuk menghindari dia.”
“Terimakasih karena kamu tidak jadi membatalkan kerja sama perusahaan kita. Jika sampai itu terjadi, mungkin kondisi Papa saya bisa makin memburuk.”
Larisa hanya mengangguk.
“Kalau begitu saya permisi pulang. Setelah Papa saya keluar dari RS saya akan kembali ke kantor dan membuat Bayu keluar dari sana. Supaya dia tidak lagi datang kesini untuk bertemu dengan kamu. Semoga nantinya kerjasama perusahaan kita bisa berjalan dengan lancar.”
Larisa merasa sedikit lega mendengarnya. Ia dan Luna sama-sama bangkit dari sofa lalu saling berjabat tangan. “Semoga Pak Efendi bisa segera pulang ke rumah.”
“Terimakasih atas doanya. Saya permisi,” balas Luna.
__ADS_1
Kepergian Luna, Larisa berjalan menuju mejanya. Ia pun mendudukkan diri di kursi kebesaran sambil memikirkan kembali perkataan wanita tadi. Soal Bayu sang mantan yang tak pernah berubah. Ternyata dugaan dan firasatnya selama ini memang benar, Bayu masihlah dirinya yang dulu.
Hampir saja ia percaya dan termakan bujuk rayunya. Mulai sekarang ia harus benar-benar menjauhi pria itu sampai Luna kembali ke perusahaannya dan membuat Bayu keluar dari sana.
...🐨🐨🐨🐨...
Sampai di rumah Larisa menceritakan apa yang dibicarakan Luna tadi pada suaminya. Ia pun kembali merasa takut dan khawatir. Namun, Abi berusaha menenangkannya dan meyakinkan kalau Bayu tak akan berani mengganggu mereka.
“Ingat, kamu lagi hamil. Jangan sampai stres gara-gara hal ini. Luna sendiri kan sudah bilang kalau dia akan mengeluarkan Bayu dari perusahaannya jadi, apalagi yang kamu takutkan?” kata Abi. Ia merangkul sang istri yang tengah berdiri di dekat jendela kamar.
“Kamu terlalu berlebihan, sayang.”
Larisa kembali menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
“Gini aja, kalau besok-besok dia datang mendekati kamu, bilang aja kalau Kakak gak suka, Jadi, kamu harus menghindari dia.”
“Kalau dia gak peduli, gimana?”
Abi memegang kedua bahu istrinya. “Kakak akan kasih peringatan ke dia untuk gak dekat-dekat kamu lagi.”
Ditatapnya wajah Abi yang penuh dengan keyakinan itu membuat Larisa merasa sedikit lebih tenang meski sebenarnya ia tetap merasa khawatir. Serasa ada yang akan terjadi pada mereka.
...----------------...
Aku tambahin satu bab bonus ya...
jangan lupa dukungannya...
__ADS_1
like 👍 komen 💬 hadiah 🎁 vote 🔖 dan bintang ⭐ lima