
Sore ini, selepas para santri mengaji di ruang madrasah . Kebetulan Nimas masih disini, dan melihat Rista dan Sofia pun sedang membereskan kitab kuning mereka.Tekad Nimas sudah bulat untuk bertanya masalah tadi siang yang sempat dengarnya.
"Sofia, aku ingin bicara"kata Nimas.
Sofia dan Rista saling pandang, kemudian mengangguk.
"Sama kamu juga Ris"ucap Nimas lagi.
Dan kini mereka bertiga tengah berbincang.
"sebelumnya maaf tadi aku ga sengaja denger obrolan kalian tentang aku"kata Nimas.
Sontak Sofia dan Rista kaget mendengarnya, "i itu itu begini.."Sofia nampak gugup.
"Maaf ya Nimas bukan maksud kami jelek padamu, aku juga baru tahu satu hal"Rista mencoba tenang menjelaskan.
"Satu hal?" Nimas mengernyitkan keningnya heran.
Sofia mencengkram tangan Rista dan menggeleng pelan, membuat Nimas semakin kebingungan.
" ada apa sii ini?"tanya Nimas.
"Sebenarnya, pada awalnya Ustadz Zamzam sudah dijodohkan dengan Sofia."kata Rista.
Pyarrr..
__ADS_1
Nimas tertegun dengan mata menatap Sofia ada ketidak percayaan yang kuat dimatanya.
"Setahun yang lalu Sofia dijodohkan dengan Ustadz Zamzam, Ustadzpun setuju.Tapi kemarin sepulang Ustadz Zamzam mengantar kamu pulang, beliau memutuskan perjodohannya dan mengatakan sudah ada yang dia pilih dan itu bukan Sofia tapi kamu Nimas"Rista menggebu gebu mengatakannya seakan ingin menunjukan ada Nimas bahwa dirinya ada di pihak Sofia.
Pandangan Nimas kini sudah pada pangkuannya.Yah dia menunduk akan ketidak tahuannya.Nimas merasa bersalah pada Sofia.
Keheningan tercipta setelahnya.
"Maafkan aku Fia, aku sungguh tidak tahu"ucap Nimas.
"Enggak ko, gak papa ikhlas..Lagian Ustadz sendiri yang memutuskan aku ikhlas Nimas."sergahan Sofia tak mampu membendung rasa bersalah Nimas yang sudah terlanjur bersarang di hatinya.
"aku akan menolaknya.."kalimat terahir Nimas sesaat sebelum dirinya bergegas keluar Madrasah.
"Assalamualaikum"salam diucap Nimas sesampainya di depan pintu rumah gurunya itu.
Langsung mendapat sautan dari dalam dan mempersilahkan masuk.
"Tumben Nimas tidak dipanggil kamu datang kemari"canda Bi Haji.
"ada yang ingin saya bicarakan Bi"ucap Nimas.
"ada apa?"tanya Bi Haji.
"Soal taaruf saya bersama Ustadz Zamzam, saya ingin membatalkannya."ucap Nimas mantap.
__ADS_1
"Loh ada apa ini, kenapa tiba tiba membatalkan begini.."tanya Bi Haji.
"Saya masih belum memikirkan ke arah sana Bi, Saya masih ingin belajar disini."ucap Nimas sedikit berbohong.
"Ya Alloh ampuni hambamu yang berdusta ini Ya Alloh"batin Nimas bergumam.
"Lah kan masih lama Nimas, lagian ini keinginan Ustadz Zamzam."kata Bi Haji.
"tapi kenapa Bi?" jawab Nimas dia geram sendiri memikirkan bahwa sang Ustadz yang dianggapnya baik dan berpendidikan adalah seorang yang tega mempermainkan hati wanita.Nimas berfikir orang seperti itu tidak akan jadi imam yang baik.
"Nanti kamu akan tau sendiri Nimas."kata Bi Haji lagi.
Nimas keluar dari rumah Bi Haji tanpa membawa hasil yang diinginkannya.
Nimas berjalan lemas menuju mesjid di area pesantren, karna sebentar lagi memasuki waktunya sholat berjamaah magrib.
Saat hendak memasuki mesjid dia berpapasan dengan sang Ustadz.
Nimas hanya melirik sinis seakan tak ingin melihat sang Ustadz.
#ko kamu gitu sii, ga ada lembut lembutnya (author)
#aku benci dia saat itu thor (Nimas)
#hmmm aduh hilang kata (author)
__ADS_1