Love In Pesantren

Love In Pesantren
Tamat Asli


__ADS_3

Di pagi yang cerah hari ini, tepat tiga tahun kepergian Sofia menghadap Sang Pencipta. Orangtua Sofia sengaja melakukan acara haul untuk mengenang kepergian putrinya tersebut.


Farrel yang memang selalu datang setiap tahun tepat ditanggal kematian Sofia, tahun ini pun datang. Kali ini terasa berbeda sebab Farrel mengajak serta Uwa, Ustadz Ahmad dan Siti ke sana. Hal yang tak terduga pun terjadi Nimas beserta Ustadz Zamzam dan orangtua mereka pun turut hadir.


Hulliyah dan Haqi yang baru saja tiba dari kampung halamannya kini ikut bergabung guna mendoakan Sofia di rumah itu.


Tidak ketinggalan Mama Haji beserta Bi Haji dan Rista bersama Amar suaminya datang pula untuk mengenang kepergian Sofia.


Rumah yang lumayan besar nyatanya tidak mampu menampung semua orang yang hadir pada acara tersebut. Sehingga orang tua Sofia berinisiatif untuk membuat tenda di halaman rumah dan tembus ke bagian depan mushola yang memang berhadapan langsung dengan rumah itu.


Acara yang dipimpin Mama Haji berlangsung lancar bahkan keharuan sesekali masuk menelusup dalam jiwa setiap orang yang hadir di sana.


Farrel menunduk dalam meresapisemua bacaan tahlil yang terlantun syahdu mendoakan ketenangan istrinya.


Hal yang selalu dirindukannya mendengar alunan ayat suci dari bibir Sofia yang telah tiada. Farrel menggigit bibir bawahnya tatkala rasa sesak datang lagi.


Tunggu aku istriku, jemput aku! Ingin aku menemuimu. Belum puas rasanya dahaga raga ini merindumu.


 


Setelah acara usai para tetangga berangsur pulang, kini tinggalah para sahabat Sofia yang masih berbincang membuka album-album poto yang dimiliki orangtua Sofia. Sesekali mereka saling berpegangan tangan saling menguatkan. Entah mengapa meski sudah tiga tahun lamanya namun Sofia selalu menjadi alasan mereka merasa sepi.


Bukan tidak rela atau tidak menerima takdir, hanya saja Nimas, Hulliyah, Siti, dan Rista merasa kebersamaan mereka satu kobong selama sepuluh tahun telah menumbuhkan rasa persaudaraan yang begitu dekat.

__ADS_1


Perselisihan yang kerap terjadi tidak menjadi penghalang untuk mereka saling menyayangi. Mungkin inilah arti dari sahabat sejati.


Perbincangan mereka terganggu dengan kedatangan pasangan mereka masing-masing yang turut bergabung di atas karpet itu.


"Sudah, jangan pada sedih. Sofia sudah tenang di alam sana." Ustadz Zamzam berbicara seraya mengelus-elus perut istrinya.


"Kami hanya rindu," ucap Rista.


Mereka pun akhirnya berbaur membicarakan kehidupan masing-masing. Berbagi pengalaman tentang hidup mereka. Anak-anak Ustadz Zamzam yang ikut ke sana sibuk bermain di halaman.


Para orang tua yang turut hadir di sana ikut beegabung dalam canda tawa. Namun tidak dengan sosok seseorang di sudut ruangan sana. Walaupun raganya menyatu dengan kenyataan tetapi hati dan pikirannya melanglang buana tepat pada titik kerinduan.


Orang itu Farrel.


"Sini Rel gabung!" ajak Ustadz Ahmad.


Farrel pun mendekat, ikut bercengkerama dengan semua mencoba menaklukan hati yang terus-menerus meronta kesakitan.


Pada akhirnya inilah hidup, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Semua berkesinambungan, tinggal bagaimana kita menyikapi sebagai manusia yang sama-sama belajar mengharap ridho Ilahi.


☆ **TAMAT☆


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Ini tamat beneran ya😊Udah agak-agak gak nyambung otak aku hihi.


Cerita Love In Pesantren pun tamat dengan bahagia.


Oh iya kalau ada waktu bisa mampir ya ke Novel pertamaku judulnya TERULANG.


Semoga kita semua dilimpahi keberkahan amin.


Akhir kata *Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarakatuh😊


Salam

__ADS_1


Rf Rivi***


__ADS_2