Love In Pesantren

Love In Pesantren
apa alasannya?


__ADS_3

Nimas terus menunggu jawaban dari Ustadz Zamzam namun nihil, sang Ustadz tak membalas pesannya lagi.


Tentu hal itu semakin membulatkan keinginan Nimas untuk menolak perjodohannya.


Keesokan paginya, mereka bertemu saat mengajar namun tak ada kata dari keduanya dan malah sibuk dengan anak anak.


Saat selesai mengajar Nimas di kejutkan dengan kedatangan Bang Gazani.


"abang ngapain kesini?Apa ayah sakit lagi?"berondongan pertanyaan meluncur dari mulut Nimas sesaat setelah bertemu kakaknya itu.


"Abang menjemputmu, ada sesuatu yang penting di rumah."kata Bang Gazani.


Setelah meminta izin Mama Haji, Nimas pun pulang meski dengan kebingungan dirinya ikut pulang bersama Gazani.


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka tiba di rumah.Namun ada yang ganjal dari keadaan rumahnya.


Nimas keheranan melihat begitu banyak orang bahkan ada yang menghias rumahnya.


"Eh, acara apa ini bang?"tanya Nimas.


Gazani hanya tersenyum lalu menuntun Nimas menuju rumah.

__ADS_1


"Mobil itu, sepertinya aku kenal?"batin Nimas yang melihat mobil terparkir didepan rumahnya.


"Nimas sudah datang, ayo nak ganti bajumu dulu."titah ibu yang menyambut kedatangan Nimas ada seringai aneh dibibir ibunya namun Nimas tak mengindahkannya dan berlalu ke kamar.


Saat memasuki kamarnya, Nimas dibuat menjerit karena melihat sosok yang dia kenal sedang berbaring di kasurnya.Orang itu pun terkejut dan terbangun.


"AAAAAAA..Ibuuuuuuu"teriak Nimas.Mengundang orang yang ada diluar masuk ke kamarnya.


"ibuu kenapa Ustadz ada dikamarku buu?"tanya Nimas setelah ibunya masuk kamar.


Tapi semua orang malah tertawa dibuatnya, membuat Nimas makin heran.


"Kenapa kalian tertawa begitu?"tanya Nimas kesal.


"Apa? Kenapa? Kapan?" Pertanyaan tak percaya beruntun dari Nimas.


"Sudah sudah nanti kami jelaskan diluar sekarang kamu ganti baju dulu"kata Ayah yang muncul di ambang pintu.


"Enggak..Nimas gak perlu ganti baju.Nimas mau penjelasan sekarang" Ucap Nimas kesal.


Dan tibalah kini mereka di ruang tengah..Nimas terlihat sangat bingung melihat ayah dan Ustadz Zamzam berbicara dulu di luar rumah..Setelah mereka masuk barulah pembicaraan dimulai.

__ADS_1


"Nimas, sebenarnya tiga hari yang lalu nak Zamzam telah resmi jadi suamimu, ijab kobulnya diadakan di mesjid Al Hikmah." kata Ayah.


"Tapi kenapa Nimas tidak tahu?"tutur Nimas tidak bisa menutupi rasa kecewanya.


"Maafkan saya Nimas, saya terpaksa melakukannya sebab saya takut kamu menolak.Karna saya yakin kamulah jodoh saya."ucap Ust Zamzam menatap lekat istrinya yang dibalas tatapan tajam dari Nimas.


"Maaf semuanya, sepertinya saya harus bicara dengan Ustadz permisi."ucap Nimas sedikit bergetar kemudian berlalu ke kamar diikuti Ust Zamzam.


Di dalam kamar Nimas terduduk di tepi tempat tidur.


"Coba jelaskan semua ini Stadz!!"kata Nimas.


Ustadz Zamzam yang kala itu berdiri dekat pintu pun mendekat.


"Stop..disitu!!" ucap Nimas menghentikan langkah suaminya.


"Saya mengerti jika Nimas terkejut dengan semua ini, saya tahu..Maafkan saya"kata Ustadz menunduk.


"Apa? Maaf?, apa Ustadz fikir dengan kata maaf semuanya akan kembali."kata Nimas nada bicaranya penuh dengan kekecewaan.


Sang Ustadz menunduk, "Saya terpaksa Nimas."

__ADS_1


"Kalo terpaksa lebih baik tidak usah.Saya masih ingin di pesantren, saya masih ingin mengajar."kali ini Nimas sampai meneteskan air mata saking kecewanya.


#masih berlanjut (author)


__ADS_2