Love In Pesantren

Love In Pesantren
rumah mertua


__ADS_3

Seminggu telah berlalu usia pernikahan Ustadz Zamzam dan Nimas.


Hari itu Ust Zamzam mengajak Nimas untuk berkunjung ke rumah ibunya sebelum akhirnya mereka kembali ke lingkungan pesantren.


Setibanya di rumah mertua, Nimas disambut hangat ibu mertuanya yang memang tinggal sendiri dirumah itu.Rumah Ustadz Zamzam berada ditengah tengah rumah lainnya yang saling berdempetan.


"Ayo nak masuk, nah inilah rumah ibu." kata ibu mertuanya.


Nimas masuk ke dalam rumah yang lumayan besar itu.


"Zam, ajak istrimu ke kamar biar istirahat pasti kalian cape.."seru ibu kepada Ustadz Zamzam.


Ustadz Zamzam pun mengiyakannya dan menunjukkan kamarnya pada Nimas.


"Nah ini kamar kita, ehm kamarku maksudnya..Ayo masuk !"ajak Ust Zamzam.


Nimas mengedarkan pandangannya kesetiap inci ruangan itu.


"Nimas istirahatlah, saya keluar dulu"kata Ustadz Zamzam sembari berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Nimas pun merebahkan tubuhnya diatas kasur milik Ustadz Zamzam. Karena dirasa hari ini sangat melelahkan Nimas tertidur disana.


Sementara diluar tepatnya diruang tengah Ustadz Zamzam menghampiri ibunya disana. "Ibu, boleh Zamzam menginap disini agak lama soalnya rumah yang akan ditempati belum selesai direnovasi."


"tentu boleh nak, ibu senang jadi ada teman disini, eh bukannya rumah itu udah selesai beberapa bulan lalu terus kenapa direnovasi."kata ibu.


"Sebenarnya Zamzam hanya merubah pagarnya saja bu."kata Ustadz.


"Istrimu tidur nak."tanya ibu.


"Sepertinya begitu, tadi di jalan dia kaget jalan menuju kesini kan ancur bu, ibu tau kan kalo Nimas biasa di jalan yang mulus.Aku kasihan juga tadi liat mukanya..haha"kata Ustadz Zamzam sambil tertawa karena membayangkan wajah Nimas waktu dijalan tadi.


"Issh anak nakal, istri ketakutan bukannya dilindungi malah di ketawain kamu ini"timpal ibu yang geleng geleng melihat tingkah anaknya yang tertawa lepas.


Waktu menunjukan pukul 11 siang, Nimas mengerjapkan matanya.


Setelah menyesuaikan pandangannya, Nimas agak kaget melihat sekeliling baru sadar dia sedang berada dimana.


"Astagfirulloh..ini di rumah ibu aku malah tidur.."gumam Nimas kemudian bergegas dia keluar kamar namun tak mendapati siapa siapa di ruang tengah.

__ADS_1


"ibu sama Ustadz kemana sih?" Nimas celingukan menyusuri rumah itu, tiba dia disebuah ruangan yang mirip ruang keluarga nampak beberapa foto disana namun tak banyak.


Kemudian indra pendengarannya menangkap suara tawa di sebelah ruangan itu.


Nimas berjalan menuju asal suara itu, nampak di sana ibu dan Ustadz suaminya tengah berbincang diselingi tawa disana.


Seketika Nimas merasakan kehangatan di sana, ia terkesima akan kebahagiaan ibu dan anak itu.


Di tengah tawanya sang Ustadz melihat kedatangan Nimas disana.


"Nimas udah bangun"katanya.


"Ah iya Ustadz, bu maaf Nimas ketiduran tadi"kata Nimas yang merasa tak enak pada ibu mertuanya itu.


"Tak apa nak, pasti kamu kelelahankan..gimana tadi jalannya kesini?"tanya ibu.


"jalannya bagus bu tapi kebalikannya he"ucap Nimas diselingi cengiran yang biasa dia tunjukan pada ibu kandungnya.Entah mengapa Nimas merasa dekat dengan ibu mertuanya itu, sehingga dia melakukan kebiasaan itu tanpa terduga.


Mereka pun bercengkrama sang Ustadz menatap kedua bidadarinya dengan haru.

__ADS_1


Nimas begitu cepat akrab dengan ibu mertuanya mungkin karena kebaikan ibu mertuanya itu..


#cieee yang punya mertua (author)


__ADS_2