Love In Pesantren

Love In Pesantren
menghubungi


__ADS_3

Di ruang makan itu, aku serasa berada dalam jurang dan tak bisa menghindar, sungguh malu rasanya aku..Malu, terlebih bang Gazani terus berkoar hal yang tidak tidak.


"Oh iya ayah tadi di mesjid tetangga pada nanyain, kapan Nimas nikah katanya"kata si abang.


"Tetangga juga nyangka kalo ustadz Zamzam calonnya Nimas"lanjutnya.


Membuatku semakin salah tingkah dibuatnya, sekilas ku lihat Ustadz Zamzam pun tak nyaman dengan ucapan si abang. Sungguh hatiku merasa tak enak padanya.


"Belum waktunya, bilang pada mereka",kata ayah, uuh ayah tuh emang the best deh bisa membuat suasana sedikit nyaman.


Setelah makan malam penuh drama itu berakhir aku memilih ikut ayah ibu ke kamar mereka.Aku membantu ibu mengobati luka ayah di kakinya.


"gimana kehidupanmu di pesantren nak?"tanya ayah.


"baik yah, Nimas punya banyak teman..Terus banyak hiburan juga soalnya Nimas ngajar anak Tk yah"kataku.


"Syukurlah..oh iya kamu belum sempat istirahat tadi kan, istirahatlah sekarang"kata ayah lagi.


"Baiklah, ayah sama ibu juga ya,"kataku kemudian berlalu menuju kamarku.


Di dalam kamar, aku merutuki sikap keluargaku.."Duh aku kan malu, apa aku minta maaf saja ya padanya, hmm kurasa aku punya nomornya Ustadz Zamzam"gumamku seraya mengambil ponselku ku cari namanya di kontak telpon.


Setelah aku menemukannya, aku mulai ragu apakah harus aku menghubunginya duluan.

__ADS_1


Akhirnya ku mantapkan diri untuk mengirim pesan padanya.


\= Assalamualaikum


Belum ada jawaban , ah aku mulai malu sendiri dibuatnya.Ingin ku hapus tapi sudah terkirim aaaaarrgh aku menutup wajahku dengan bantal saking malunya.


Tapi beberapa menit kemudian ponselku terlihat menyala, dan benar itu notifikasi pesan dari Ustadz Zamzam.


\= Walaikumussalam (Ust.Zamzam)


"Eh ini mimpi bukan sii..mimpi bukan"racauku.Kemudian aku balas kembali pesannya.


\= maaf mengganggu istirahatnya stadz, ini saya Nimas


\= saya tau (Ust.Zamzam)


\= Ustadz mohon maaf jika anda tidak nyaman berada di sini, terlebih dengan sikap keluarga saya.Saya benar benar minta maaf.


\= Saya senang ada disini (Ust,Zamzam)


"Eh apa dia bilang senang?"aku bertanya tanya.


Dan saat itu pula aku tertidur dan tak membalas lagi pesan darinya.

__ADS_1


Keesokan paginya Ustadz Zamzam bersiap kembali ke Pesantren.Kami mengantar sampai depan pekarangan.


"Terimakasih nak, sudah mengantar Nimas kemarin."kata ayahku.


"tidak masalah Paman saya senang bisa membantu."kata Ustadz Zamzam.


"Kapan-kapan main kesini lagi kita ngobrol lagi seperti tadi malam."timpal abang.


"Pasti bang, kalo begitu saya pamit asalamualaikum."pamitnya.


Setelah kepergian sang ustadz, tetangga yang dari kemarin kepo itu satu persatu mendekatiku, beralasan kangen padakulah..tapi ujungnya nanyain Ustadz Zamzam juga.


"Eh Nimas itu calonnya ya.Tampan sekali.Siapa namanya?"ucap sala satu dati mereka.


"Maaf ibu-ibu itu salah faham, beliau hanya mengantar saya kemarin sama abang karena di suruh Mama Haji, itu saja tidak lebih.Kalau sudah selesai saya mau kedalam dulu permisi."kataku.


Jelas saja kata-kataku membuat mereka sedikit tersinggung buktinya aku beru berbalik badan mereka sudah ada yang nyeletuk "uh sombongnya gak mau gaul dia"


Aku mempercepat langkahku supaya hati ini tak ada dengki.


#thor, hallo thor (Nimas)


#eh udah kamu ngomongnya (author)

__ADS_1


#kamu tidur ya thor (Nimas)


#bukan tidur, aku hanya sedang trauma dengan tetangga dan ceritamu mengingatkanku kembali (author)


__ADS_2