Love In Pesantren

Love In Pesantren
tetangga 2


__ADS_3

Eh tadi judulnya tetangga tapi belum keceritain tetangganya.


Nimas bersama mbak Sari asik didapur.


"Eh dek, tadi di warung banyak tetangga yang nanya, katanya siapa yang ikut pulang sama kamu"kata mbak Sari disela kegiatannya mengupas bawang.


"Terus mbak jawab apa?"tanya Nimas.


"Ya mbak jawab apa adanya."kata Sari.


"apa adanya gimana mbak?"tanya Nimas sedikit bingung.


"Ya apa adanya, kalo Ustadz itu calon kamu"kata Sari santai.


"apa?mbak sembarangan nih, gimana kalo ustadz Zamzam tau, kan malu ..ah mbak nih ahh"Nimas menutup wajahnya seakan ingin yang terjadi hari ini adalah mimpi.


Sari terkekeh melihat tingkah adik iparnya itu yang hanya terpaut 3 tahun lebih muda darinya.


Nimas pun merasa nyaman bila sudah ngobrol dengan Sari begitu pun sebaliknya.


"eh mbak, bang Anton sama bang Bagas udah kesini belum?"tanya Nimas menghentikan Sari yang masih terkekeh.


"Kemarin pada kesini, bang Anton cuma sebentar karena Mbak Ayu gak ikut Sheila demam katanya."

__ADS_1


"kalo bang Bagas nginep semalam sama mbak Ratnanya..Mika sama Deva juga nginep." kata Sari.


"Uuuh aku kangen Deva nih, pasti dia udah pinter yaa."kata Nimas gemas sendiri membayangkan keponakannya yang berusia 2 tahun.


"Eh iya loh Deva lucu banget, mbak jadi pengen.."kata Sari menerawang.


"ya bikinlah mbak, ajak tuh si abang Gazani gempur tiap hari"canda Nimas, Namun dia dihadiahi pukulan kecil dikepalanya.Tanpa dia sadari ibunya ada di belakangnya sedari tadi.


"Awww..ibu sakit tau"pekik Nimas.


"Lagian itu omonganmu nak, nak gadis ko ngomongnya gitu"imbuh ibu Nimas.


"Maaf bu, ini gara-gara mbak Sari tuh..kalo ngobrol sama dia, aku suka ga kontrol"kata Nimas diselingi cengiran khasnya.


"ih ibu aku kan belom ada calonnya.."kata Nimas dengan nada suara yang dibuat-buat.


"Lah itu kamu bawa calon."goda ibunya.


"Aissh bukan ibu, jangan pada sembarangan kalo ngomong aku malu sama dia..dikira aku ngarep lagi."kata Nimas kembali merengut dengan kesalnya.


Sepertinya semua orang dirumah itu sangat menyukai untuk menggoda Nimas menurut mereka Nimas tetaplah anak bontot yang menggemaskan meskipun kini usianya sudah terbilang dewasa yakni 25 tahun.


Malam hari setelah solat isya Gazani bersama Ustadz Zamzam pulang dari mesjid dan langsung menuju meja makan di rumah Nimas.

__ADS_1


"ah ini pasti masakan istriku yaa?"kata Gazani sambil melahap makanan didepannya.


"iyalah siapa lagi, pasti mbak Sari" timpal Nimas.


"Harusnya kamu juga belajar masak dek."kata Gazani.


"Aku juga tadi bantuin ko, iya kan bu, mbak?"kata Nimas.


"Iya, kamu tadi bantu.Bantu ngobrol"timpal ibu membuat ruang makan penuh gelak tawa.


"Eh eh bener loh dek kamu harus belajar masak, kasihan tar Ustadz Zamzam tiap hari makan mie instan klo kamu ga bisa masak."kata Gazani.


Membuat Ustadz Zamzam dan Nimas tersedak bersamaan, "uhukkkkk....."


"tuh kan kalian tuh cocok, kalo gugup gitu tingkahnya"Gazani semakin menjadi tanpa sadar kalo ruang makan kini terisi dengan kecanggungan.


"Udah bang, udah jangan godain adeknya mulu"ayah mulai menengahi.


"Ah iya maaf, stadz maaf ya"kata Gazani.


Dibalas anggukan dari Ustadz Zamzam, sementara Nimas berkali-kali menahan malu akan kelakuan kakaknya tersebut.


#no komen (author)

__ADS_1


#thor, jangan ikut-ikutan si abang deh (Nimas)


__ADS_2