Love In Pesantren

Love In Pesantren
dan rumah mertua


__ADS_3

Malam ini, Nimas tak dapat memejamkan matanya.Sampai dering ponsel berbunyi, dilihatnya ternyata Ustadz Zamzam menelpon kemudian dia mengangkatnya.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumussalam Ustadz" Nimas menjawab salam dari ujung telpon dengan senyuman yang mengembang tanpa disadari.


"Belum tidur?"


Masih dengan senyum Nimas menjawab, "kalau masih jawab telpon ya belumlah Ustadz"


Terdengar suara gelak tawa disebrang sana. Membuat Nimas semakin salah tingkah dia sampai menggigit selimutnya gemas.


" Boleh kangen gak? "


Seketika Nimas berhenti dengan aktivitasnya mendengar kalimat itu sungguh membuatnya melayang..


"Hallo..halllo"


Karena tak ada jawaban sang Ustadz menyapa kembali.


"I iya Stadz.." gugup Nimas.


"Kamu kemana barusan?"


"A ada kok, di sini.." Salah tingkah sendiri kan akhirnya Nimas.


"Nimas ga denger kan aku ngomong apa?"


"Denger ko, boleh.. Ustadz boleh kangen saya."


Nimas menahan malu, andai sang Ustadz ada disisinya pasti dia sudah melihat rona merah dipipi istrinya itu.


Mereka bertelpon ria melepas rindu, eh padahal baru sehari.

__ADS_1


------------------------------------------


Seminggu telah berlalu, hari ini Nimas menunggu suaminya pulang.Sehabis subuh tadi Nimas dan mertuanya sibuk di dapur memasak masakan kesukaan Ustadz Zamzam.


Sudah hampir dzuhur sang Ustadz belum tiba juga.


"Nimas, coba kamu telpon sudah sampai mana suamimu!" perintah ibu.


Baru Nimas membuka ponselnya, deru mobil di halaman rumah menghentikan kegiatannya. Begitu pun ibu, beliau segera menghampiri pintu masuk, Nimas pun mengikutinya.


Dan benar terlihat sang Ustadz disana turun sambil mengumbar senyum.


Jantung Nimas mendadak berdebar melihat suaminya makin mendekat.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, "telat banget sii nak."


"iya bu, di jalan tadi ada kecelakaan"


"Innalilahi, makanya kalau di jalan harus hati - hati ya Zam" kata ibu.


"Ustadz, mau makan sekarang" tanya Nimas.


"Nanti saja, tadi dijalan sempat beli lontong sayur."


"Yaudah sana istirahat saja" kata ibu.


Ustadz pun masuk kamar, sementara Nimas mengikuti ibu ke dapur tapi belum masuk dapur, ibu berhenti kemudian berbisik " Temui suamimu di kamar nak "


Sedikit mendorong tubuh Nimas, ibu tersenyum geli karena ketidak pekaan menantunya.


Nimas pun terpaksa masuk ke dalam kamar, terlihat suaminya baru selesai berganti pakaian.


Mereka saling bertemu pandang, Nimas segera menunduk.Sementara sang Ustadz berjalan menghampiri istrinya itu.

__ADS_1


Dengan tiba tiba mendekapnya erat seakan meluapkan rasa rindu tidak bertemu.


Nimas tak bergeming dalam diam merasakan dekapan suaminya yang dirasa begitu menghangatkan.


Beberapa saat kemudian dekapan itu mengendur dan akhirnya terlepas.


Sang Ustadz memperhatikan raut wajah sang istri yang sedari tadi menunduk.


"Kenapa? maafkan aku tak bisa mengontrol diri" kata Ustadz.


Bukannya menjawab Nimas malah meraih tubuh suaminya dan memeluknya erat.


Sang Ustadz tersenyum kemudian membalas pelukannya.


#pendek (author)


#emang selalu pendek kaaaan episodemu thoor (Nimas)


#Iya sii haha, sepertinya butuh waktu untuk menulis LIP lagi deh (author)


#kenapa emangnya? (Nimas)


#rencananya aku mau revisi BUKAN MAUKU (author)


#selamat berpegal ria thor (Nimas)


#tau ga seeh saat menulis ini aku ngerasa hampa ( author )


#pasti gara gara belum dapat inspirasi lagi kan (Nimas)


#Iya sekolah libur, kit ga bisa ngobrol (Author)


#ah iya aku merindumu ( Nimas )

__ADS_1


#Rindu semua di sekolah ( author )


Eh ini makin ngawur aku nulis lagi blank banget pemirsah..


__ADS_2