Love In Pesantren

Love In Pesantren
tetangga


__ADS_3

Aku ke dapur, kulihat ibuku disana bersama mbak Sari istri bang Gazani.


"Assalamualaikum..ibuuuu, Nimas kangen.."Aku berhambur memeluk ibuku yang aku sangat rindu.


Kemudian ku salami mbak Sari. "Abang mana?"tanya mbak Sari.


"tuh didepan " tunjukku.Mbak Sari lantas berjalan untuk menemui suaminya di depan.Tak sampai beberapa menit Mbak Sari kembali, "adek..kenapa gak bilang ada tamu sii"katanya sambil mengambil gelas kosong lalu menuang minuman keatasnya.


"Tamu? Tamu siapa Sar?" Tanya ibuku kepo dia tuh.


"Calonnya Nimas kali,"kata Mbak Sari membuatku melotot seketika.


"Jangan sembarangan mbak ih..Dia tuh Ustadz Zamzam tadi pagi Mama Haji minta tolong dia supaya nganterin biar lebih cepat sampe kesini."jelasku.


Ibuku bergegas ke depan menemui tamunya.Sementara mbak Sari masih sibuk membuat minuman.Aku duduk memperhatikannya.


"Eh dek, Ustadznya ganteng ya"kata Mbak Sari.


"astagfirulloh mbak, ga baik ah ghibahin orang"kataku malas meladeni kegenitan kakak iparku yang satu ini.


"Ye ini bukan ghibah ini memuji"kata mbak Sari membela diri.


Aku menggeleng-gelengkan kepala, emang yaa suami sama istri sama aja kelakuannya.

__ADS_1


Mbak Sari membawa nampan berisi minuman dan sedikit cemilan itu ke ruang depan, aku pun mengikutinya di belakang.


Aku mendudukan diri disamping ayah yang sedang asik ngobrol sama abang dan Ustadz Zamzam.


Sementara ibuku di kursi lainnya, Mbak Sari pamit ke warung membeli sayuran untuk dimasak.


"Maaf ya nak Ustadz disini tak senyaman yang dikira"kata ibuku.


Ustadz Zamzam tersenyum manis,, bahkan manis sekali hampir membuatku khilaf segera ku alihkan pandangan pada ayahku.


"Disini adem bu, bisa-bisa saya betah disini,"kata Ustadz.


"Makanya cari istri orang sini stadz biar kita bisa ngobrol tiap saat..tuh Nimas nganggur tuh"sela Bang Gazani.


"InshaAlloh kalo berjodoh"katanya membuat aku terhenyak lemas seketika, eh tunggu aku pasti salah dengar.."astagfirulloh ya Alloh ampuni hambamu ini ya Alloh"batinku terus berdoa.


"Oh iya stadz menginap saja disini besok baru pulang ke pesantren, lagipula sudah sore mendung lagi."Usul Bang Gazani.


Sang Ustadz terlihat berfikir keras, kemudian ayahku menimpali, "iya nak besok saja kembali ke pesantrennya, malam ini bermalam disini, nak Ustadz bisa bermalam dirumah si abang tuh disebelah rumah ini."


"oh jadi abang tidak tinggal disini?"tanya Ustadz Zamzam.


"Tidaklah, mari kita ke rumah sebelah kamu pasti lelah menyetir tadi istirahat di sana"ajak abangku.

__ADS_1


Ustadz Zamzam pun pamit pada ayah ibuku untuk ikut bersama abangku.


Tinggallah kini aku dan ayah ibu."ayah kenapa bisa terserempet siih?"tanyaku.


"ah ini kan musibah, bagaimana pun caranya pasti ada hikmahnya"sautnya.


"iya salah satu hikmahnya kita bisa bertemu dengan calon mantu."timpal ibuku.


"ih ibu, Ustadz Zamzam itu bukan calon mantu ibu jangan berharap bu"kataku jengkel.


Ayah dan ibuku tertawa melihat tingkahku, sementara aku yang kesal berlalu ke dapur, dimana mbak Sari telah ada di dapur lewat pintu belakang.


"Mbak mau masak apa?"tanyaku.


"Apa yaa, eh Ustadz Zamzam makanan kesukaannya apa?"kata mbak Sari.


"mana ku tahu mbak,,masak apa aja deh, pasti dia makan"kataku enteng.


#ko aku nulisnya sambil senyum sendiri ya (author)


#jangan mulsi deh thoor (Nimas)


#itu loh keluargamu somplak semua (author)

__ADS_1


__ADS_2