Love In Pesantren

Love In Pesantren
rindu


__ADS_3

Seminggu di kampung halaman ku habiskan dengan keluargaku sepenuhnya.


Tapi aku merasakan ada sesuatu yang kurang seminggu ini, aku merasa sangat rindu akan anak-anak didikku.Aku rindu Rafif yang cengeng, aku rindu Arsyil yang suka ngambek, pokoknya aku rindu suasana bising itu.


Untuk itulah kuputuskan untuk kembali ke pesantren lebih awal.Biar aku memberi kejutan pada teman sekobongku, dan semua yang juga merindukanku.


Setelah solat subuh aku diantar bang Gazani ke stasiun, aku berniat naik kereta api biar lebih cepat sampai.


Setelah berpamitan dan aku masuk ke dalam gerbong kulihat bang Gazani tak beranjak dari tempatnya melambaikan tangan tadi.Ah memang kebiasaannya seperti itu, menunggu hingga kereta yang kutumpangi tak terlihat lagi baru beliau akan pulang.


Setelah melewati perjalanan cukup lancar akhirnya aku tiba di pemberhentian kereta, aku pun turun dan menarik nafas lega.


Kebetulan aku tak membawa barang berlebih itu memudahkanku untuk berjalan ditengah kerumunan orang di stasiun itu.


Kulangkahkan kaki menuju pesantren setelah naik angkot sekali.


Pertama kulihat adalah gerbang itu tempat pintu masuk itu.


"Nimaaaaaaaas, teriakan itu lantang ku dengar saat aku menyusuri lorong menuju kobong.

__ADS_1


Aku pun terdiam sejenak ku alihkan pandangan menuju asal suara itu, kulihat Rista berlari kemudian memelukku.


"kangeeen, "katanya.


"iya aku juga, tapi ini meluknya bisa kenduran dikit gak?" kataku dengan menahan engap.


Rista kemudian nyengir ala kuda menyadari kesalahannya.


Senja menyingsing lebih cepat hari ini, hari dimana aku kembali tidur bersama mereka.


"Eh eh kamu belum cerita, gimana ustadz Zamzam sampe nginep di rumahmu?" Hulliyah merangsek kedalam selimutku dan duduk memandangi wajahku curiga.


"Ralat yaa, bukan di rumahku tapi di rumah abangku."kataku yang jengah dengan sifat keponya itu terlebih kini tiga makhluk kepo lainnya ikut naik ke ranjangku yg kecil ini..Hei kalau sampai rubuh kalian mau tukeran tempat tidur apa.


"banyak deh sumbernya."jawab Siti sigap.


"ah dasar gosip," kataku.


"kamu belum jawab Nimaaas.."kini Hulliyah nampak gregetan.

__ADS_1


Sementara Sofia kulihat hanya diam mendengarkan.Entah mengapa ada perasaan tak enak padanya, tapi apa? kenapa? Aku merasa tidak melakukan apapun.


"Ya sebenernya Ayahku yang minta soalnya kasian kan perjalanan jauh udah malam pula, hei tapi garis bawahi ini yaa Ustadz Zamzam nginepnya dirumah abang bukan dirumahku."alhamdulillah penjelasanku mampu membuat mereka mangut mangut.


Sementara yang lain masib setia diatas kasurku, kulihat Sofia mengundurkan dirinya menuju kasurnya dengan alasan mengantuk ada binar berbeda ku tangkap.Ah tapi apaaa..kebingunganku teralihkan dengan candaan kocak Siti dan cerita tentang anak anak didikku.Aku antusias mendengarnya, aku sudah sangat merindukan anak anak polos tanpa dosa itu.


Semoga malam cepat berputar ku ingin segera menyambut fajar, rindu alunan ayat suci itu. hmmm


#thor, kamu kemana aja baru nulis lagi?(Nimas)


#aku ada, tapi lagi blok writing (author)


#aisshh apa tuh? (Nimas)


#ga tau haha,, eh itu artinya apaa dan bener ga nulisnya seperti itu..kalaupun salah mungkin nanti ada pembaca yang tahu dan negor (author)


#ckck hei kalo kelamaan kamu up nya ceritaku bisa bulukan seperti cilok yang kamu simpen di tas terus pas nyampe rumah kamu lupa, eh udah dua hari baru inget itu bentuk cilok astagfirulloh (Nimas)


#salut deh sama Nimas bisa tau sedetail itu kkk (author )

__ADS_1


#aku ga mau nasibku sama seperti cilok itu (Nimas)


#siap boss aku usahain(author)


__ADS_2