
Ke tiga sahabat Ana sekarang sedang menginterogasi Dongmin dihadapannya. Mereka sekarang sedang berada di kantin rumah sakit untuk membeli minum.
"Kau tahu alasan Ana berbuat hal itu? Aku yakin, ini bukan hanya karena berakhirnya hubungan Ana dan Bumi, benarkan?" Somi sangatlah peka, wanita itu memang yang paling aktif menanyakan hubungan keduanya.
Dongmin hanya bisa menunduk, dia merasa menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri akan hal yang terjadi pada wanita itu. Tapi, ini bukanlah kesalahan Dongmin. Jika Ana tahu ini nanti, kemungkinan depresinya akan lebih parah dari ini.
"Sebelumnya aku harus meminta maaf, kalian mungkin akan membenciku." Dongmin menunduk, dia sudah cukup sakit melihat Ana menjadi seperti ini, jadi dia siap dengan segala konsekuensi lainnya.
"Apa maksudmu?" Yuri mengerutkan dahi dia menatap Dongmin dengan keheranan. Begitupun dengan yang lain, tidak ada yang mengerti apa yang dimaksud oleh Dongmin. Pria itu berusaha untuk menjelaskannya dengan lugas pada mereka.
"Sebenarnya ada satu rahasia dari sepupuku yang aku tutupi sejak awal," ujar Dongmin.
Ketiga sahabat Ana menatap pria itu dengan tajam, "Bisakah kau perjelas apa yang kau maksud? Kami tidak mengerti apa yang kau katakan, lebih baik langsung ke intinya saja!" ujar Ze yang tidak suka berbasa-basi.
"Aku baru tahu, bahwa kakak kandung Anastasia yang bernama Bella adalah mantan kekasih Bumi. Dannn... kebohongan yang aku tutupi sejak awal adalah tentang kehamilan mantan kekasih Bumi itu pada Ana." Dongmin tidak tahu harus berkata apa lagi dia sangat menyesal karena telah menutupi fakta itu.
Mereka menatapnya dengan tajam, terkejut sampai tidak bisa berkata-kata apalagi. mereka tidak percaya akan hal itu. Pantas saja Ana melakukan hal gila seperti itu, bagaimana tidak siapapun akan melakukan hal yang sama jika di posisi Ana. Apalagi Bumi adalah Cinta Pertamanya.
__ADS_1
Mereka pun saling melempar pandangan, kini Somi menatap Dongmin dengan tajam dan ketus.
"Bagaimana kau bisa mengatakan dirimu sahabat Ana, sedangkan kau menutupi fakta sebesar itu Dongmin! Kenapa kau tidak jelaskan sejak awal bahwa Bumi akan menjadi seorang ayah pada Anastasia? Apakah karena ia sepupumu, Jadi kau menutup itu semua? Betapa piciknya keluarga kalian! Karena kau dan sepupumu itu Ana kami menjadi seperti ini! Dia bahkan berusaha membunuh dirinya sendiri Dongmin! Apa kau mengerti itu? Apa si brengsek Bumi itu mengerti bagaimana posisi Ana? Dia sudah sangat tulus mencintai sepupumu tapi kenapa kalian melakukan ini padanya!" Somi mulai emosi, dia bahkan merasa amarahnya sudah ada di puncak kepala.
Sama halnya dengan Somi, Ze menatap Dongmin dengan tajam.
"Lebih baik kau tidak di sini! Kami benar-benar membencimu Dongmin! Kenapa kau setega itu pada Ana?" Ze menatap sinis Dongmin.
"Kawan-kawan ayolah! Aku yakin, Ana tidak akan suka jika kita melakukan ini pada Dongmin, buktinya dia menangis di dekapannya tadi. Jadi kurasa, kita tidak perlu memperpanjang masalah ini, yang sekarang harus kita fokuskan adalah kesembuhan dan kesehatan Ana." Diantara yang lain, Yuri memang yang paling bijak, dia sangat mengayomi teman-temannya.
Somi dan Ze mengerti apa yang di maksud Yuri, "tetap saja, kami merasa kesal padanya." Mereka meninggalkan Dongmin dan Yuri di sana. Pria itu hanya bisa tertunduk dalam penyesalan, "maafkan aku, ini semua salahku."
Dongmin yang masih duduk, kini menunduk dan tidak bisa menahan air matanya keluar dari matanya. " Maafkan aku," katanya lagi.
"Sudahlah, kumohon jangan menangis. Aku yakin, Ana akan semakin menderita jika melihat orang yang di kasihinya menangis seperti ini. Kita adalah sahabatnya, jadi temanilah dia selalu untuk saat ini." Yuri jadi merasa bingung melihat Dongmin yang menangis, dia tidak tahu harus melakukan apa pada pria yang sedang menunduk di depannya itu.
__ADS_1
Dongmin pun menghentikan tangisannya. Mereka kini kembali ke kamar Ana di rawat.
Tidak lama, orang tua Ana dan sekretaris Bumi sampai di rumah sakit, mereka langsung menemui wanita itu di kamar. Ayah Ana langsung menangis melihat keadaan putrinya, sedangkan sekretaris Bumi memperhatikan Ana dengan iba.
Ibunya masih berdiri di dekat ambang pintu, dia bahkan tidak mendekat sedikitpun.
Ana yang menyadari kedatangan orang lain, langsung membuka matanya perlahan, dia melihat ayahnya yang menangis di dekatnya. Sedangkan Minhyun, kini berdiri di dekat jendela memperhatikan keduanya dengan raut wajah sedih.
...AMERIKA...
Malam itu, Bumi bisa tidur sama sekali, dia ingin sekali langsung pergi ke Korea tapi apadaya, ada Bella yang sedang dia jaga. Dia tidak bisa meninggalkan wanita itu sendirian, jadi dia harus sabar menunggu hari esok.
^^^Dari : Sekretaris^^^
^^^Keadaanya memprihatinkan, apa kalian ada masalah?^^^
Itulah hal yang ditanyakan sekretaris Bumi, pria itu semakin merasa bersalah dan juga geram. Dia yakin, ini semua karena Dongmin yang mengatakannya pada Ana, pria itu sangat marah pada sepupunya itu sekarang.
__ADS_1
...****************...
...****************...