MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 87: ternyata


__ADS_3

...AMERIKA...


Setelah malam Bumi mabuk waktu itu dan pertengkaran mereka, Bella menjadi sering sakit kepala. Entah karena apa, kemungkinan besar karena tekanan darahnya meningkat drastis. Tapi, dia masih enggan untuk pergi ke dokter.


Dia hanya berdiam diri, menjalani pola makan dan tidur tidak teratur. Sehari setelahnya ayah biologis dari bayi yang dia kandung menghampirinya ke apartemen. Bella pun dengan tegas mengusir pria itu.


Kini, dia sedang berbaring di tempat tidur. Sejak tadi pagi dia belum makan apapun, rasanya sangat berat sekali untuk berjalan sekedar untuk ke dapur.


Wanita itu berbaring di atas tempat tidur dengan perut besar, dia sedang memikirkan Bumi yang sampai sekarang belum ada kabarnya.


"Hufffft!" serunya sambil bangun dari tempat tidur.


Dia berjalan ke ruang tamu, seketika wanita itu ingat bagaimana Bumi disana beberapa hari yang lalu. Dia dengan badan yang lesu langsung pergi menuju dapur.


.*


*


...SEOUL...


Ana dan yang lain masih berkumpul di ruang tamu, Ana yang menangis langsung di peluk oleh ibu Bumi. Kini, giliran kedua orang tua Ana yang memberikan bingkisan spesialnya.


Di ulurkanlah kado yang berisikan jam tangan limited edition itu, Semua orang membelalak lalu tertawa.


"Wah bagus sekali," kata ibu Bumi.

__ADS_1


Ayah Ana merasa heran, dari mana istrinya itu mendapatkan barang tersebut sedangkan keuangan mereka sedang dalam keadaan buruk. Jawabannya tentu saja karena kartu hitam itu.


Kartu hitam yang ada pada ibu Ana, dia menggunakan itu untuk membelikan kado tersebut untuk Ana. Wanita itu pun memeluk kedua orang tuanya.


Setelah berbincang cukup lama dan perayaan itu, Ana dan kedua orang tuanya di antar Dongmin untuk pulang. Sebelumnya, Dongmin lebih dulu menurunkan kedua orang tua Ana di hotel.


Lalu lanjut mengantar Ana ke apartemennya, "kau senang?" tanya pria itu.


Ana pun mengangguk, " tentu, aku sangat senang berada di keluarga ini." kata Ana yang berbicara tentang keluarga Bumi.


"Apa ada masalah antara kau dengan Bumi?" Dongmin penasaran, jadi dia bertanya langsung pada gadis itu.


"Sebenarnya hubunganku dan Bumi sudah berakhir," pernyataan Ana cukup membuatnya membelalak.


"Berakhir? Kenapa?" Tidak bermaksud untuk tahu lebih jauh tapi entah kenapa lidah nya seperti bergerak sendiri menanyakan hal itu.


Dongmin menghela nafas panjang, dia tidak senang sama sekali melihat wanita itu bersedih. Walaupun seharusnya dia merasa bahagia karena mereka sudah putus.


SEKILAS KEJADIAN TADI SIANG...


Dongmin berjalan keluar dari rumah, dia melihat Johan membawa kotak besar lalu mencoba bertanya pada pria itu.


"Apa itu?" Dongmin berdiri di depan pria yang memakai seragam hitam.


"Ini kiriman dari toko, pesanan pak Bumi untuk nona Ana yang berulang tahun." Ujar Johan sambil menunjukannya pada Dongmin.

__ADS_1


"Boleh aku lihat?" Dongmin pun menawarkan diri untuk memeriksa isinya, Johan memberikan kado itu pada Dongmin.


Dia melihat sebuah gaun berwarna putih di dalam kotak, juga set berlian. Tapi sayangnya tidak ada ucapan apapun disana, diraihnya kartu ucapan kosong yang terselip didalam kotak besar itu.


"Pinjam pulpenmu," pintanya pada Johan yang langsung memberiksn pulpen yang ada di kantongnya.


"Ini tuan," saat setelah menyerahkan pulpennya, Dongmin pun langsung menuliskan pesan yang menyentuh hati. Itu semua dia lakukan agar wanita itu merasa senang.


Kilas balik selesai...


Dongmin mengantarkan Ana sampai ke depan pintu apartemen sambil membawa hadiah-hadiah yang dia dapatkan tadi. Sesampainya di depan pintu, wanita itu langsung berterimakasih pada pria dihadapannya.


Dongmin pun menyerahkan barang-barang tadi, sampai pria itu masuk ke *lif*t Ana masih menunggu di ambang pintu.


Perlahan dia membuka pintu apartemennya. berjalan masuk sampai ke ruang tamu. Dilihatnya ketiga sahabat dia sudah tertidur lelap berbagi selimut satu sama lain di sofa.


Wanita itu hanya tertawa kecil, dia lalu menaruh jinjingan yang dia bawa di lantai dan berjalan menuju kamar mandi. Ana mencuci wajahnya lalu menatap dirinya di cermin, kemudian senyum bahagia terukir diwajah cantik itu.


Dia kembali ke ruang tamu lalu membawa barang-barang tadi ke kamar. Wanita itu menaruhnya sembarang di lantai kamarnya, kini dia beralih ke kotak besar yang tadinya akan dia buka besok. Tapi sayangnya, dia sudah tidak bisa menunggu. Jadi, dia buka saat itu juga.


Ana melihat sebuah gaun cantik berwarna putih yang akan sangat cocok dipakai olehnya, kemudian satu set perhiasan untuk melengkapi tampilannya.


Ana mendengus pelan...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2