MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 38 : Keesokan harinya...


__ADS_3

Dongmin terbangun, dia mengalami pengar yang parah, dia bahkan belum sadar kalau dia sedang ada di apartemen Bumi. Dia keluar sambil memegang kepalanya, lalu berjalan ke dapur.


"Kau sudah bangun, Makan lah, aku membuat kan sup" kata seseorang di dapur


Dongmin mengernyitkan dahi sambil mencoba melihat pria itu dengan jelas,


"Heh kenapa kau ada disini??"


"Mungkin seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau kerumah Ana di saat sedang mabuk?"


Dongmin mencoba mengingat kejadian semalam


"ah sial..... Lalu kenapa aku bisa ada disini?" Dongmin melihat kesekeliling apartemen.


"Ana menelepon ku, dia butuh bantuan"


Dongmin memutar bola matanya kesal, apa mereka sedekat itu?


"Kita harus bicara, duduklah"


Bumi sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Dia bisa membuat sup pengar ala ibunya karena dia dulu sering mabuk-mabuk an. Dongmin mendengus sambil duduk didepan pria itu. Bumi tahu jelas sepupunya itu menyukai Ana.


"Aku dan Ana hanya bersandiwara, tidak ada pilihan lain selain ini, kau tahu itu kan?"


"Bagaimana dengan mantan kekasih yang hamil itu huh? Kau menelantarkannya?" Dongmin membuang muka dari Bumi


"Seperti yang kuceritakan padamu, dia tidak mau dinikahi, jadi aku hanya melakukan semampuku, seperti memenuhi kebutuhannya"


"Kau sangat gegabah Bum, aku tahu rumor itu ada karena kau menyelamatkan Ana, tapi kau bisa mengelak sejak pertama kali rumor itu muncul dan katakan yang sebenarnya, kenapa memperumit dengan mengatakan iya?" Dongmin mengatupkan mulutnya tidak habis pikir dengan cara Bumi yang gegabah.


"Aku tahu aku sangat gegabah, tapi waktu tidak bisa ku putar, yang terpenting sekarang bukankah Ana setuju soal ini?"


"Dia setuju karena dia tidak tahu kau menghamili wanita lain!!! Aku akan bicara padanya"


"Tidak, aku yang akan bicara sendiri" Bumi menatap Dongmin memohon rasa belas kasihannya


"Baiklah, Aku akan memberi mu waktu sampai kau katakan sendiri, tapi akan kupastikan sebelum kakek memaksa kalian menikah aku akan memberitahu Ana dan yang lain tentang kebenarannya" Dongmin mengerucutkan bibir, dia serius soal itu.


"Ya"


Bumi mengangguk, dia memikirkan waktu yang pas untuk mengatakannya pada Ana, akankah Ana menerimanya? Terlebih dia langsung akan mengetahui bahwa yang dimaksud adalah Bella, kakaknya sendiri.Sedangkan Bella masih memaksa Bumi untuk menikahi adiknya itu, bumi merasa serba salah. Bagaimana dia bisa menyelesaikan ini dengan cara yang tepat.


Setelah selesai, Dongmin keluar dari apartemen Bumi, dia akan memberi waktu sampai Bumi mengatakannya sendiri. Dia tidak tega jika Ana tahu ini dari orang lain.


Ana sendiri hanya menganggap ini sebagai pekerjaannya, dia berusaha keras untuk tidak terbawa perasaan pada Bumi.


Ana terbangun di pagi-pagi buta, dia langsung mandi dan beberes rumah. Dia harus cepat selesai sebelum jam kuliahnya dimulai.

__ADS_1


Uhuk uhuk


Dia terbatuk saat membongkar lemari kecil yang rencananya akan dia gunakan untuk menaruh buku-buku. Ana membongkar lemari itu, dia melihat masih banyak barang Bella yang tersisa disana.


Dia iseng membuka nya, terdapat satu album foto lama yang Ana temukan, dia membuka album itu secara perlahan.


Di halaman awal dia melihat foto Bella waktu bayi, berikutnya foto Bella bersama ibu dan ayah, lalu foto Bella dan Ana saat masih kecil, bahkan saat Ana masih bayi juga ada. Terakhir ada beberapa foto Bella bersama Bumi.


Ana melihat foto mereka sejenak, dia tersenyum melihat betapa cocoknya mereka. Dia jadi teringat kakak nya itu, dia bahkan sudah lama tidak mengabarinya. Ana menutup album itu lalu menaruhnya ditempat lain sampai dia selesai membersihkan lemari kecil itu.


Ana berjalan mengambil lap basah lalu mulai membersihkan lemari itu, dia jadi tidak fokus karena teringat pada Bella. Akhirnya dia menunda pekerjaan nya untuk menelepon Bella dahulu.


Beberapa saat menunggu akhirnya Bella menjawab teleponnya.


"Ha-halo" Ana gelagapan karena gugup


"Ana???? Apa kabar?" Bella terdengar antusias mendengar suara adiknya


"Aku baik, kau apa kabar?"


"Aku juga sangat baik"


"Kak..."


"Iya?"


"Hey, tidak apa-apa, aku tidak bisa melarang jika Tuhan yang berkehendak, iya kan?" Nafas Bella agak terengah-engah


"Tapi tenang saja hubungan kami hanya sebatas pekerjaan"


Deg.


Bella membelalak tidak mengerti


"Maksudmu???" Bella kebingungan dia tidak paham maksud Ana.


Ana duduk di sofa dengan ponsel di tangan kirinya, lalu menaikan kakinya selonjoran


"Iya kami hanya bersandiwara saja, jadi kau tidak perlu khawatir" Ana tersenyum mencoba meyakinkan Bella.


Ana pikir Bella akan keberatan jika dia dan Bumi benar-benar bersama, maka dari itu dia menjelaskan kalau hubungan mereka hanya sebatas sandiwara saja.


Kini Bella tahu maksud Bumi, pria itu pasti sengaja ingin membuat Bella cemburu,


Beraninya dia mempermainkan Ana. aku tidak akan memberikan bayi ini padanya.


Bella mengira, Bumi sengaja menyewa Ana sebagai kekasih bayarannya untuk mendapatkan bayi itu dan untuk membuatnya cemburu, padahal itu salah. Ana maupun Bumi tidak pernah sengaja membuat rencana ini, semua ini terjadi karena takdir dan ketidak sengajaan. Bumi benar-benar mulai mencintai Anastasia, pikirannya sering dipenuhi wanita itu.

__ADS_1


"Aku menyukaimu"


"Aku mencintaimu sejak bertemu di bandara"


"Ahhhhhh, norak sekali" Bumi mengacak rambutnya sendiri, dia berdiri di depan cermin lalu membungkuk menutupi wajahnya dengan tangan,


"Bagaimana kalau hmm" Dia berdiri dan menatap cermin lagi, lalu membenarkan posisi dasi nya


"Jadilah kekasih ku sungguhan"


"Sepertinya terlalu kaku" Kritiknya sendiri


Pemuda itu berbicara pada dirinya di cermin sambil memperagakan gaya dan bicara yang pas untuk menyatakan cinta pada seseorang.


"Aku tidak mau kau menjadi kekasih bayaran , aku ingin kau benar-benar menjadi kekasihku Ana" Bumi menatap serius wajahnya di cermin


Bumi menyerah, dia segera menjauh dari cermin lalu keluar dari apartemennya. Hari ini dia sudah memerintahkan ajudannya untuk mengantar Ana ke kampus, dia tidak bisa mengantar Ana karena banyak pekerjaan yang menunggunya.


Bumi masuk ke mobilnya, seperti biasa, ada koran baru disamping tempat duduknya. Dia mengibaskan koran itu lalu membaca berita, peningkatan saham KIK ada di koran itu. Dia menyeringai dan bangga.


"Selamat Tuan"


Bumi melirik supirnya, dia menyeringai sambil menyipitkan sebelah matanya.



"Terimakasih" Dia langsung menelepon seseorang


"Johan, aku punya tugas lain untukmu"


Ternyata dia menelepon ajudannya, apa yang sebenarnya akan dia lalukan lagi kali ini, hatinya yang sedang merasa senang itu ingin memberi kejutan pada Ana. Dia merencanakan sesuatu untuk Ana dikampusnya.


Bumi menutup dan menaruh kembali korannya. sesampainya di kantor ia disambut oleh semua karyawan, mereka berbondong-bondong mengucapkan selamat pada Pimpinannya itu.


Dia melihat kakek dan ayahnya juga ada disana berdiri, lalu menghampiri mereka dengan senyuman yang lebar.


"Cucuku memang yang terbaik terimakasih sudah bekerja keras" Kakek ketua memeluk Bumi sambil menepuk pundaknya


"Selamat nak" begitupun ayahnya


"Selamat Bum" Dongmin yang muncul di belakangnya mengucapkan selamat, pria itu pun memeluk sepupunya akrab seperti dulu.


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2