MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 29 : Lebih cepat lebih baik


__ADS_3

Malam itu apartemen terasa kosong, Ana merasa sedih atas kepindahan Minhyun yang tiba-tiba. Dia duduk tanpa alas dilantai dekat dinding kaca apartemennya. Kaca itu menyorot langsung ke arah Jalan raya yang dipadati kendaraan. Ana menelungkup kan kepalanya.


Dia menunggu kabar dari Dongmin, ingin sekali dia menghubunginya lebih dulu tapi dia terlalu pengecut.


Dongmin sedang berkemas, sepertinya dia juga akan meninggalkan apartemennya , Dia merasa menyesal karena sudah marah kepada Anastasia, dia melamun kehilangan fokus.


"Ayolah cepat, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu"


Lee Ro Jun menatap sinis Dongmin, setelah mendapat telepon dari Bumi, Pria itu langsung menemui anak-anaknya. Mereka dipaksa untuk pulang dan tinggal dirumah asalnya lagi. Hati Dongmin terasa sangat panas, ingin sekali dia memukul wajah ayahnya itu. Tapi untuk saat ini dia tidak mau menambah masalah, dia tahu betul sifat ayahnya, ayahnya tidak akan segan untuk menghancurkan orang lain yang dia kira parasit dihidupnya.


"Kau tunggu saja diluar"


Dongmin melirik tajam ke arah ayahnya, Lalu memasukan semua bajunya asal , Dia berjalan sambil menyeret koper itu dan melewati ayahnya dengan bermuka masam.


"Dasar anak tidak tahu di untung"


Dongmin berjalan dengan perasaan yang campur aduk, dia marah, kesal, sedih tapi lebih tepatnya dia benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa. Saat ini keputusan untuk membiarkan Bumi bersama Ana adalah yang terbaik, selagi fakta tentang hamilnya mantan kekasih Bumi itu tidak terkuak ke media.


Dongmin masuk ke dalam mobil Alphard milik ayahnya. Di dalam mobil dia melihat Minhyun di belakang. Dia menoleh ke arah adiknya datar, Dia yakin adiknya merasakan hal yang sama dengan nya.


Lee Ro Jun menyusul menaiki mobil.


Dia melihat anak-anaknya secara bergantian,


"Sudah ku bilang jika kalian banyak tingkah, aku tidak akan segan mengambil semua fasilitas yang kalian miliki. Kalian malah nekat berurusan dengan wanita itu"


Dongmin bahkan tidak mau menoleh ke arah ayahnya, Ia merasa sesak, seperti ulu hatinya baru ditonjok, emosi yang ia sembunyikan meronta-ronta ingin di keluarkan.


Mereka semua mengabaikan Lee Ro Jun dan memilih menjauhkan pandangannya dari orang itu.


Minhyun tidak berkomentar apa-apa, dia harus tetap mengikuti keinginan ayahnya agar dia bisa menyelesaikan masalah penggusuran makam itu,.


Anastasia tertidur di lantai, dia bahkan tidak mengisi daya ponselnya malam itu. di tengah malam Ana terbangun.


"Aku ketiduran"


Dia berdiri lalu masuk ke kamar, dia melihat ponselnya tergeletak di meja kecil samping tempat tidur. dia mengambil chargeran yang ada dilaci lalu mulai mengisikan daya ponselnya.


Matanya setengah mengantuk, dia menyipitkan mata karena layar ponselnya yang agak terang.


Pesan masuk dari 3 jam yang lalu, dia membuka pesan itu.


Setelah membaca pesan itu dia terdiam sejenak, dia sudah tidak kaget lagi jika Dongmin memutuskan hubungan dengan nya.


Tapi setidaknya jangan memblokir dirinya


(kekanak-kanakan sekali) Batinnya


Dia tidak mau ambil pusing, dia sudah biasa hidup sendiri. sejak awal dia tidak pernah mengharapkan siapapun menolongnya. Kali ini pun sama, dia harus move on dan bertahan sendirian. Benar yang di kata kan Bumi, Apa Ana mengidap Bipolar ¹ ? Atau memang hanya labil saja.

__ADS_1


Perasaannya dengan cepat berubah-ubah dan belum punya pendirian yang teguh. Dia lebih cocok dengan pria yang lebih dewasa dari nya seperti, Bumi.


Pagi itu semuanya terlihat biasa saja, Bumi yang menginap di kantor akhirnya memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di pagi-pagi buta sekali. Dia menghindari Dongmin, Bagaimana pun tentu dia ada rasa menyesal karena telah mengadukan anak itu ke ayahnya. Bumi juga belum tahu tindakan apa yang Rojun lakukan ke anaknya.


Bumi berjalan keluar sambil bersiul, Dia melemparkan kunci mobil ke arah Johan, Ajudannya dengan sigap menangkap itu.


"Kau yang menyetir, aku sedang hemat energi"


Ajudanmya hanya mengiyakan keinginan bos nya itu, apapun yang pria itu inginkan pasti dia ikuti, asal tidak memintanya terjun dari gedung.


Bumi duduk di kursi belakang sambil menyilangkan kaki, dia melihat anak kecil menyodorkan koran berita hari ini ditengah Lampu merah.


"Tolong belikan aku itu satu" dengan gerakan tubuh dia meminta Johan membeli koran itu.


Ajudan itu membeli koran yang anak kecil tadi bawa, lalu memberikannya pada Bumi.


"Mari kita lihat, ada berita apa hari ini"


Dia mengibaskan koran tadi lalu serius membaca seperti Pimpinan sungguhan.


Dia melihat gambar Anastasia di bagian dalam koran, dengan bertuliskan,


"Mengenal lebih jauh tentang Anastasia Jung"


Bumi melipat kembali koran yang dia baca tadi lalu menaruhnya disamping tempat duduknya. Dia membuka ponsel lalu menelepon seseorang.


"Mulai sekarang tuntut semua media yang menyebarkan Infromasi tentang Ana tanpa seperizinan ku"


"Apa aku harus memeriksa keadaan Nona Ana hari ini?"


Bumi menggeleng , kini kedua tangannya memegang lututnya yang menyilang.


"Tidak perlu, aku akan memeriksanya sendiri"


Pria ini memang murah senyum, setiap berbicara dengan orang lain dia selalu membingkai senyuman diwajahnya. Tapi bagi Ana senyuman Bumi terlihat seperti senyuman psikopat yang menyeramkan.


Gadis naif dan Pria dengan senyuman psikopat hmm mereka memang cocok


Bumi keluar dari mobil, mood nya bagus sekali hari ini, dia menyapa ibunya yang sedang di halaman membantu pegawainya menyirami bunga-bunga.


"Selamat pagi ibu ku sayang"


Ibunya menatap Aneh anaknya, dia terlihat lebih menggemaskan saat bahagia.


"Kenapa wajahmu bersinar seperti itu"


Bumi menggaruk ujung alisnya yang tidak terasa gatal,


"Tidak apa-apa hehe"

__ADS_1


"Apa karena Ana? Kau bilang kalian tidak ada hubungan lalu kenapa membuat pernyataan itu pada media? Apa kau membohongi kami?"


Bumi dan Ibunya berjalan masuk kerumah, mengusap lembut punggung anak yang manja saat di hadapannya itu.


"Aku tidak tahu jika kakek, ibu dan ayah akan menyukainya, jujur saja pertemuan pertama kita sangat menegangkan baginya"


Ibunya menepuk pundak anak itu, anak itu memang suka sekali menggoda ibunya.


"Ku dengar kau tidak mengantarnya pulang kerumah, jangan macam-macam, Dia terlihat sangat polos, pokoknya ibu tidak mau kau macam-macam padanya"


Ibunya berjalan lebih dulu untuk menyiapkan roti isi untuk anaknya, Bumi yang dibelakangnya masih terus menggoda ibunya.


"Yang harusnya ibu khawatirkan itu adalah aku, mungkin saja dia yang melakukan sesuatu padaku"


Bumi tertawa lalu duduk di kursi ruang meja makan sambil menunggu Ibunya membuatkan roti. Kakek dan ayahnya terlihat datang menghampiri.


Kakek nya memukul kepala belakang cucunya itu,


"Berani nya kau membohongi kakek"


Bumi berdiri lalu menghindar dari kakeknya, dia bersembunyi di belakang ibunya


"Anak ini" Ayah nya ikut mengejar Bumi


Bumi hanya cengengesan sambil tertawa seperti anak kecil


"Tingkah mu belum berubah, Bawa gadis itu kemari lagi, kali ini suasananya tidak akan menegangkan, kakek berjanji"


Kakek berhenti mengejar Bumi, dia tersenyum menatap Bumi, Semua keluarganya senang dengan hal itu, selama ini mereka terlihat cemas karena pria ini tidak terlihat tertarik kepada wanita lain setelah ditinggalkan oleh kekasihnya dulu.


"Aku pasti akan membawanya, tapi tidak malam ini, kami harus menghabiskan waktu bersama"


Ibunya menoleh tajam kearah anaknya itu lalu memukul pundak Bumi


"Aw, Kenapa ibu memukulku"


"Karena kau sembarangan"


"Bukan kah lebih cepat lebih bagus untuk menggendong cucu????"


Bumi tertawa menggoda yang lain, ayahnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak itu, apalagi kakeknya, beliau sampai buang nafas melihat tingkah konyol Cucu nya itu.


Sedangkan ibunya hampir jantungan karena omongannya yang ceplas ceplos.


...****************...


...****************...


Kamus Author

__ADS_1


Bipolar ¹ : Gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas,


__ADS_2