
Keduanya memasuki kamar hotel yang sudah dihiasi dengan kelopak mawar merah dimana-mana. Ana melihat kesekeliling kamarnya, harum dan sangat menenangkan. Badan yang tadinya terasa lelah kini kembali bersemangat.
Dia merasa sesuatu seperti tadi di dalam mobil, rasa gugup juga bersemangat dirasakan bersamaan.
"Aku mandi dulu," Bumi membuka jasnya, wanita itu pun segera membantu suaminya melepas dasi yang masih terikat di leher pria itu.
Dia melakukannya dengan telaten, seperti istri sungguhan.
"Kau mau mandi bersama?" Bumi menaikan kedua alisnya, lalu tertawa kecil sambil menggoda Ana. Tentu saja wanita itu belum mau, jadi dia menolak dengan cara halus.
"Aku akan menunggumu disini, setelah itu kita bergantian mandi." sambil menepuk dada Bumi. Wanita itu menatap suaminya.
"Baiklah," Bumi tersenyum sembari melenggang masuk kamar mandi, dia harus menyegarkan tubuhnya. Membersihkan tiap inchi dari badannya itu agar terasa bersih juga segar.
Sedangkan Ana, sedang menghapus make upnya secara perlahan. Dia melihat wajahnya di cermin, entahlah kenapa dia merasa ada aura bersinar terang dari wajahnya. Seperti aura pengantin baru.
Ana melihat koper yang dia duga adalah pakaian miliknya dan Bumi yang sudah disiapkan. Wanita itu membukanya, dia terkejut mendapati isinya hanya didominasi oleh pakaian dalam juga mini dress seksi.
Kebanyakan, lingerie yang menunjukan lekuk tubuh wanita itu.
"Yaampun," katanya sembari tertegun. Dia menggigit bibir bawahnya. bagaimana caranya dia memakai ini di depan Bumi. Dia sungguh malu, walaupun keduanya sudah sering bercumbu, tapi mereka tetap tidak pernah melakukan diluar batas itu.
Klik
Suara pintu kamar mandi terbuka, Ana pun mengerjap dan langsung menutup koper itu lagi.
"Kau mau mandi? Aku akan menunggu." Bumi keluar dengan sebuah handuk di perut sampai atas lututnya saja. Pemandangan itu agak sedikit membuat tenggorokan Ana kering.
Dia bahkan harus menelan ludahnya sendiri. Bumi yang melihat ekspresi itu langsung tertawa, dia akan sangat senang menggoda wanita itu. Sehingga, dia berjalan mendekat ke arah istrinya yang masih tertegun.
"Bum.." Kata Ana dengan tatapan terkejut.
Bumi mendekat ke arah Ana yang sedang berdiri membelakangi tembok, dia mendekat sampai wanita itu menempel pada dinding dan terpojok disana. Pipi Ana terlihat memerah, dia tidak bisa menyembunyikan rasa malunya.
"Aku akan menunggu," bisiknya di telinga Ana. Hembusan napasnya membuat wanita itu bergidik. Dia merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri.
"Tentu, aku harus mandi" sembari membawa satu lingerie yang terpaksa harus dia pakai, Ana pun berlari menghindar dari Bumi dan menuju langsung ke kamar mandi.
Bumi tertawa kecil sembari melihat istrinya berlari ke arah kamar mandi. Dia menyemprotkan parfume ke tubuhnya. Lalu memakai kaos oblong berwarna hitam dan sebuah boxer. Dia langsung bersandar di tempat tidur besar dengan tirai di sekelilingnya.
Pria itu, membaringkan diri di dalam selimut sembari bermain game di ponselnya. Sedangkan Ana masih tertegun di dalam kamar mandi, mencoba mengatur napasnya dengan baik. Dia segera mandi dibawah guyuran air hangat disana..
__ADS_1
Setelah lima belas menit berlalu, Ana langsung memakai pakaian itu. Dia berjalan perlahan keluar dari kamar mandi. Bumi pun langsung menoleh saat mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka.
Dia spontan langsung menaruh ponselnya saat melihat Ana dengan pakaian seksi itu. Dia menggigit bibir bawahnya sendiri, sedangkan Ana masih berdiri mematung disana karena malu.
"Sayang, kemarilah. Kau sungguh kuar biasa." Bumi menepuk tempat tidurnya, dia menunggu Ana mendekat. Tapi wanita itu hanya berjalan perlahan sambil menunduk.
Pria itupun langsung berinisiatif menghampirinya lebih dulu. Dia mendekat ke arah Ana dan langsung menyergapnya dengan ganas. Pria itu melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu.
"Kau mau mulai sekarang?"
Ana hanya mengangguk pelan.
Bumi langsung mencumbu bibir wanita itu lembut, dengan ritme yang membuat keduanya terbuai dalam ciuman itu. Perasaan Ana semakin dimabukan dengan setiap sentuhan yang Bumi lakukan, membuatnya semakin di mabuk kepayang
Dia menginginkan lebih dari itu.
Bumi mendesak Ana sampai ke dinding, melihat istrinya dengan balutan pakaian seksi nan transparan membuat dirinya hilang kendali. Dia pun menahan kedua tangan Ana di atas kepala wanita itu menggunakan satu tangannya.
Ciuman itu langsung mendarat ke leher Ana hingga ke bahu, membuat wanita itu mengerang dan merapatkan kedua kakinya. Bumi terus melakukannya seiring dengan rintihan kenikmatan yang Ana rasakan..
Setelah cukup puas bermain, pria itu terus menjelajahi tiap inchi tubuh istrinya dengan lembut tapi bergairah. Ana menggigit bibir bawahnya keras agar tidak terlalu menimbulkan suara yang aneh.
Dia kembali mengecup Ana dengan ganas, dia tidak henti sampai disitu bahkan beberapa tanda kepemilikan ada di sekitar leher dan bahu istrinya.
Bumi membawa Ana ke tempat tidur, pria itu membaringkannya di kasur empuk yang sudah siap mereka tiduri. Bumi kembali menjelajahi tubuh itu sampai siap melakukannya.
"Kau siap?" Tanya pria itu dengan lirih.
"Cobalah," jawab istrinya.
"Katakan padaku jika ini menyakitimu,"
Ana hanya mengangguk pelan, Bumi pun melakukan tugasnya dengan perlahan. Dan Ana hanya bisa memejamkan matanya sembari merapatkan kuku ke punggung Bumi.
Malam itu, mereka akhirnya saling memiliki satu sama lain. rintihan keduanya menggema diseluruh ruangan. Hanya mereka berdua yang tahu betapa indahnya malam itu.
Kini, mereka sudah membuka lembaran baru sebagai sepasang suami istri.
ENDING SEASON 1
...****************...
__ADS_1
...****************...
...Catatan Author...
Terimakasih sangat untuk semuanya ! Huhu ganyangka bisa sejauh ini. Dengan alur yang amat sangat lambat ini. Aku harap kalian puas sama ending cerita S1. Ditunggu Season duanya yah guys.
Gimana perjalanan cinta Ana dan Bumi setelah menikah nanti. Disaat Ana harus bisa membagi waktu antara Suami, anak dan juga kuliahnya.
Nanti akan ada sedikit sinopsis untuk S2 nya yah..
Jangan lupa ditunggu selalu, semoga kalian semakin semangat baca cerita di S2 nanti.
Jangan lupa juga dukungannya buat Othor ya, sangat-sangat berarti sekalihhh buatku.
Pesan Author untuk Bumi nanti, Jadilah suami yang bisa.membimbing Ana. Hanya karena kamu anak tunggal dan manja. Bukan berarti istrimu tidak butuh pundak untuk bersandar ya wkwk. Sering-sering mengerti keadaan istrilah.
Pesan untuk Ana, sesibuk apapun tetep fokua utamamu harus suami. Jangan sampai membesarkan ego yang akhirnya malah menyakiti semua orang.
Pesan Othor untuk reader, I love you to the moon and back. Selalu sabar nunggu S2 yang akan segera publish bentar lagi. Sabar, dan jangan hapus novel ini dari favorit kalian hiks. Karena S2 akan di publish disini!!!!
Byebye 💓💓💓
Baca juga ceritaku yang lain ya.
Romansa - rumah tangga Angst
Judul : Dijadikan bahan taruhan
Pedang dan sihir - Akademi sihir
Judul : Candrasa
Wanita kuat - Transmigrasi
Judul : Tranamigrasi ke tubuh putri Hanada.
Dipilih aja sesuai genre yang kalian suka ya, lots of love mmmuah
Salam,
Aida anggraeni
__ADS_1