MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 41 : ciuman pertama


__ADS_3

"pemakaman ini akan di gusur..." Minhyun menatap datar matahari yang masih sejajar arah pandangannya


"Digusur?" Ana menoleh ke Arah Minhyun, kini dia tahu apa yang sedang sahabat nya itu pikirkan, dia pasti sedih karena pemakaman itu harus digusur.


"Apa kau tidak meminta tolong pada ayahmu?"


"Aku sudah memintanya dan dia memberiku syarat" Minhyun menoleh ke arah Ana sambil memeluk lututnya


"Apa syaratnya kau harus kuliah di Paris?"


"Darimana kau tahu?" Minhyun agak terbelalak


"Aku tahu dari dosen kita"


Dikampus....


Somi dan Leezey mencari Anastasia tapi mereka tidak menemukannya.


"Kemana anak itu ? KIK mengirim Truk makanan tapi Ana tidak ada disini"


"Kau benar, aku yakin ini pasti kejutan untuk Ana, apalagi perusahaannya sedang naik"


Somi dan Leezey kembali ke kantin setelahnya.


Kembali ke pemakaman...


Bumi berjalan menghampiri mereka berdua, dia tidak suka ditelantarkan apalagi menjadi kambing tuli.


"Aku akan membantumu" Bumi berdiri dibelakang mereka.


Minhyun menoleh ke arah pria jangkung yang ikut bicara itu. Minhyun tersenyum lalu menatap matahari lagi.


"Kau serius? Kalau begitu bantulah Minhyun" Ana berdiri lalu memegang tangan Bumi.


"Apa kalian yakin hubungan kalian hanya sandiwara? Ini tidak terlihat seperti itu" Minhyun tersenyum sambil menunduk


"Yaaak tentu saja kami bersandiwara" Ana duduk disamping Minhyun lagi


Bumi maju mendekat ke arah mereka lalu duduk di samping kiri Minhyun, pria itu ikut memandangi matahari terbenam. Dengan angin yang berhembus ke wajah mereka. Ana memejamkan matanya, dua pria itu memandangi Ana.


"Ternyata ada yang lebih indah dari pemandangan" Kata Minhyun asal bicara


Ana menoleh ke arah mereka berdua, pipi Ana memerah


"Minhyun, pegangi dia, dia bisa terbang kelangit jika kau puji seperti itu" Bumi mengerucutkan bibirnya, dia bersandar dengan tangan ke belakang.


Ana mengangkat sudut bibir kirinya geram.


"terserah kau saja"


Minhyun tertawa kecil melihat mereka berdua, dia menyilangkan jari jemarinya sambil menikmati matahari terbenam. Sedangkan Ana dan Bumi sibuk berdebat.


Hari sudah mulai gelap Bumi, Ana dan Minhyun berjalan mencari restoran terdekat disekitar sana. Suasana di daerah ini hampir sama ramainya dengan Seoul. Mereka menyusuri jalan perlahan, lalu memutuskan untuk makan Mie dingin.


Minhyun membukakan pintu untuk Ana dan Bumi lalu berjalan setelah mereka. Restorannya lumayan ramai pengunjung. Mereka langsung memilih tempat duduk. Ana menoleh ke kanan kiri melihat beberapa pengunjung.


"Fokus kan pandanganmu padaku" Bumi memegang dagu Ana lalu meluruskan pandangannya agar melihat pria itu.

__ADS_1


"aish" Ana menepuk tangan Bumi yang ada didagunya,


"Aku akan membantumu , mengenai penggusuran itu... Apa yang kau inginkan? Kau ingin makam itu tidak digusur atau kau ingin memindahkan Jasad ibumu?" Bumi menenggak segelas kecil soju yang sudah tersedia


Minhyun sedang menimbang-nimbang keputusan mana yang terbaik. Dia menghela nafas


"Sepertinya aku ingin memindahkan jasad ibu dan mengkremasinya"


Kedipan Minhyun berjeda lebih lama, sorot matanya menyimpan kesedihan yang mendalam. Ana menunduk, dia mengerti ini pasti keputusan sulit bagi Minhyun. Tapi inilah yang terbaik


Bumi mengangguk mengerti, dia akan membantu semua anggaran yang diperlukan juga tenaga kerja yang harus disiapkan.


"Kau juga tidak perlu berangkat ke Paris, aku akan berbicara pada ayahmu. Huft, pria itu selalu semaunya sendiri" Bumi memalingkan wajahnya sambil menenggak segelas soju lagi


Ana tersenyum tipis melihat kepedulian Bumi pada sepupunya itu, Terlepas dari kajahilannya pada Ana, dia adalah pria yang baik juga penyayang. Ana semakin dikoyak oleh perasaannya.


(bagaimana jika aku berakhir mencintainya?) Ana menggeleng mengbuang pikiran itu jauh-jauh.


"Ada apa?" Bumi melihat Ana kebingungan dan Minhyun pun ikut menoleh ke arah wanita itu


"Tidak apa-apa, semoga pemindahan itu berjalan lancar. Benar kata Bumi, kau tidak perlu pindah ke sana setelah masalah ini selesai. Jika kau pergi, aku akan sangat sedih dan kehilangan" Ana mengerucutkan bibirnya cemberut


Minhyun tertawa kecil sambil menuangkan soju ke gelasnya.


"kau terlihat tidak membutuhkanku lagi"


Minhyun menatap Bumi yang langsung memalingkan wajah begitupun Ana yang terlihat canggung.


"Aku hanya bercanda, tentu saja aku pasti tidak akan kemana-mana" Minhyun menyeringai pada Ana.


Ana tersenyum lalu ikut meminum sojunya, tidak lama makanan pun datang. Mereka langsung mengambil sumpit dan juga sendok untuk kuah. Mie nya terasa sangat segar di tenggorokan, Ana sampai memejamkan matanya sebentar lalu memakan mie itu lagi.


"Perlahan!!! Kau bisa tersedak" Ana protes dengan kelakuan sugar daddy nya itu


"ini Mie dingin terenak yang pernah ku makan" Bumi memakan kuah mie nya perlahan agar tidak berceceran ke kaosnya, dia menaruh jas nya di mobil sebelum makan malam.



"Aku juga sangat suka tempat ini, menurutku juga ini yang terbaik" Minhyun tersenyum lalu mengambil kimchi dengan sumpitnya.


Ana ikut mengambil kimchi yang sudah disediakan secara gratis,


"Hmm lezat, terimakasih sudah menunjukanku restoran ini, ini luar biasa" Ana mengangkat bahunya sambil tertawa


"Oh iya, bulan depan kita ada projek baru yaitu membuat patung, aku bisa memilih satu orang asisten" Ana menyuap mie ke mulutnya


"Kalau begitu, biarkan aku membantumu" Minhyun mengaduk-aduk mienya


"Benarkah?? Kau mau??" Mata Ana berbinar, dia sangat bersemangat mendengarnya


Minhyun mengangguk menyetujui.


"Terimakasih" Ana tersenyum


Bumi hanya tertawa kecil melihat wanita penuh semangat itu, dia seperti melihat Bella versi dulu.


Waktu menunjukan jam setengah sembilan malam mereka sudah selesai makan dan berjalan kembali ke arah mobil yang ditinggal. Minhyun ikut didalam mobil itu.

__ADS_1


Selama perjalanan Minhyun dan Bumi banyak mengobrol, sedangkan Ana berkirim pesan dengan sahabat-sahabatnya, di Cheers Grup.


Obrolan Grup Cheers


Anajung : Whats up guys, aku sedang dalam perjalanan pulang


Somsomi : Kau kemana tadi siang?


Anajung : Aku ada urusan


Leezey : Kau tidak tahuuu Kekasihmu mengirim truk makanana dan berbagai camilan untuk di kantin!!


Ana membelalak, dia menatap Bumi yang sedang fokus mengemudi tapi dia tidak bertanya apa-apa. Dia akan bertanya setelah Minhyun sampai di rumahnya.


Setelah dua jam berlalu akhirnya sampai di kediaman Minhyun dan Dongmin. Minhyun memberi salam dan terimakasih pada Bumi dan Ana lalu keluar dari mobil.


"Kau mau pindah?" Bumi menoleh ke belakang


"ya tentu" Ana membuka pintu mobil lalu kembali masuk dan duduk disamping Bumi.


Bumi menyalakan mesin mobilnya, lalu menoleh ke arah Ana yang belum memakai sabuk pengaman.


"Anastasia tolong pakai sabuk pengamannya" Dia menyeringai mengingatkan Ana


"Maafkan aku" Ana mengatupkan mulutnya, dia merasa malu


"Kau mau?" Bumi menyodorkan permen kopi dan mint


Ana memilih permen mint dengan bungkusan hijau, sedangkan Bumi memakan permen kopi untuk mencegahnya mengantuk saat mengemudi.


"Kau mengirim truk makanan ke kampus?"


"humm tidakk"


"Somi bilang iya"


"hehe iya, tadinya itu kejutan untukmu, tapi kau malah pergi"


"sejak kapan kau berubah jadi manis seperti ini"


Bumi tertawa kecil, lalu mereka mengobrol tentang keadaan Minhyun tadi, sambil sesekali melempar candaan satu sama lain.


Satu jam berlalu mereka sampai di SeeU House, Bumi memarkirkan mobilnya di Basemen. Ana bersiap untuk keluar, dia merapikan barang-barangnya


"Terimakasih" Ana tersenyum sambil membuka sabuk pengamannya


Saat Ana hendak keluar , Bumi menahannya dengan menarik tangannya, Ana menoleh ke arah Bumi dengan bingung.


Nafasnya tersenggal-senggal, begitupun jantungnya yang ikut berdegup.


(kumohon...jangan sekarang)


Jantung ana semakin tak karuan saat Bumi menarik tengkuk lehernya mendekat ke pria itu. mata Ana membelalak saat sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.


Bumi memejamkan matanya, lalu mengecup bibir Ana sebentar. Dia melihat Ana yang kini terpejam dan tidak protes. Dia mengecup bibir itu lagi, sambil menarik dagu Ana agar membuka sedikit mulutnya.


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2