
Raut wajah Bumi mengerut, matanya pun terlihat seperti mata anak kucing yang minta di kasihani.. Hatinya sangat hancur melihat Anastasia menatapnya dengan sorotan tajam. Kemudian Ana berpaling darinya, wanita menangis dan dia tidak ingin melihat Bumi disana lagi.
"Baiklah aku akan pergi, kumohon jaga dirimu setelah ini. Aku tidak ingin kau menyakiti dirimu lagi Ana, aku sangat mencintaimu." Bumi berbalik, air matanya mengalir ke pipinya, tapi sebelum keluar ruangan dia dengan cepat menyeka air mata itu dan keluar dari ruangan.
Bumi melihat ayah Ana yang baru kembali entah dari mana, pria itu hanya menatap Bumi dengan tatapan benci, tapi Bumi masih demgan sangat sopan memberi salam dan berpamitan pulang. "Terimakasih atas waktu yang telah Pak Jung berikan, saya tidak akan mengganggu Ana lagi." Bumi menunduk lalu berjalan melewati ayah Ana.
Dia masuk ke lift dan menyandarkan dirinya di dalam sana, pria itu mencoba menahan tangis yang hendak menerobos keluar dari matanya. Bumi segera mengenakan masker untuk menutupi identitasnya, agar tidak banyak media yang menyorot pria itu.
Sedangkan Ana. Dia masih menangis tanpa suara, sampai saat ayahnya datang dan memeluknya. Barulah wanita itu menangis dengan keras. "ayah .. Aku mencintainya!" Ana menatap ayahnya. Sorot wajah wanita itu sangat tulus. Sayang sekali, dia harus merasakan hal sepahit ini.
"Ayah tahu, tapi dia sama sekali tidak pantas mendapatkanmu!" imbuh ayahnya sambil mengelus rambut wanita itu.
Ana pun menangis di pelukan sang ayah.
Bumi berjalan keluar dari rumah sakit menuju baseman tempat dimana mobilnya terparkir, rasanya kakinya sangat lemah, dia bahkan agak sempoyongan berjalan. Ini adalah hal terburuk yang pernah dia alami di hidupnya. Melihat orqng yang dia cintai tersakiti adalah sakit yang paling parah yang dia rasakan.
Pria itu masuk ke dalam mobilnya, lalu menarik masker yang mengait itu sampai terputus. Bumi menyandarkan kepalanya di setir mobil, pria itu menangis dan tidak tahu harus melakukan apalagi. Dia tidak akan menikahi Bella, dia tidak mau tapi, bagaimana dengan anak itu?
__ADS_1
Langkah pertama yang harus dia lakukan adalah memeriksa bahwa itu anak biologisnya, Bumi berniat untuk melakukan tes DNA setelah anak itu lahir. Dia tidak pergi ke rumah, melainkan ke apartemen pribadinya, selama Bella di rumah orang tuanya dia akan tetap tinggal di apartemen,
Dengan kecepatan yang tinggi Bumi mengemudiman mobil itu. Bahkan tidak butuh waktu lama, 30 menit dia sudah sampai di apartemen.
Kamarnya selalu rapih, karena setiap dia keluar selalu ada asisten rumah tangga yang datang kesana membersihkan apartemen itu. Dia keluar dari mobil dengan mata yang memerah, lalu berjalan masuk ke gedung. Pria itu langsung berjalan ke arah lemari kaca dan menekan tombol di samping lemari itu, rupanya di dalamnya berisikan beberapa merk minuman beralkohol langka.
Bumi mengambil satu botol penuh, dia membawanya ke ruang tamu dan berdiam diri disana. Padahal sebelumnya, dia sudah berjanji bahwa dia akan menjauhi minuman beralkohol demi menjadi ayah yang baik. Tapi masalah yang dia hadapi sekarang rasanya tidak dapat dia selesaikan kecuali dengan mabuk.
Semoga alkohol itu sedikit membantunya, dia menghabiskan satu botol penuh minuman itu. Sampai benar-benar mabuk berat. Dia merasa bodoh karena sudah menyakiti Ana seperti itu, "ini semua salahku" inbuhnya sambil menenggak lagi minuman tadi.
"Ada apa? Kau mau minta apalagi huh?" Bumi tertawa kecil, dia sudah terdengar mabuk saat itu.
"Lakukanlah apapun yang kau mau, belilah apapun yang kau inginkan. Aku sedang tidak ingin di ganggu untuk saat ini." pria itu langsung memutus panggilan Bella sebelum ia menjawab pertanyaan Bumi..
__ADS_1
Pemuda itupun melempar ponselnya ke sebelah nya, dia merasa sangat lelah menghadapi semua ini. Pria itu pun meraih kembali ponselnya dan langsung menelepon ayahnya.
"Aku akan mengundurkan diri dari jabatanku." imbuhnya sambil menenggak minuman beralkohol itu lagi.
*
*
Hari pun berlalu menjadi sore, sinar matahari kini tepat di pandangan mata, menandakan waktu sudah menunjukan sekitar jam tiga sore. Minhyun yang berjanji akan menjaga Ana pun langsung ke rumah sakit sepulang kuliah. Dia ingin menjelaskan tentang kelangsungan proyek patung Ana bagaimana.
Dia menaiki bus menuju Mary's hospital, dia duduk sambil mendengarkan musik. Pria itu mendengus pelan, dia juga tidak tega melihat Anastasia seperti itu. Sembari mendegarkan musik, Minhyun pun memeriksa ponselnya.
Ting
Terdapat notifikasi berita terhangat, [CEO KIK OTOMOTIF, Mengundurkan diri dari jabatannya. Simak berita nya hanya di sini] .
Mata pria itu membelalak, lalu dengan cepat membuka berita lengkapnya. Ternyata benar, Avaneesh Bumi mengundurkan diri dari jabatannya sekarang dan itu di umumkan langsung oleh paman Kim alias ayah Bumi.
"Apa Ana sudah tahu?" Gumam Minhyun.
__ADS_1
...****************...
...****************...