
Setelah 2 jam penuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di villa milik keluarga Kim. Ana memakai coat berwarna coklat terlebih dahulu, kemudian turun dari mobil, Itu semua karena angin disana yang agak kencang. Diikuti Bumi yang menenteng tas keperluan mereka. Tapi kini, Bumi melangkah lebih dulu dari Ana, sesampainya di depan Villa, para penjaga pun menyapa mereka berdua.
"Selamat pagi, sudah kami siapkan pak," kata salah satu penjaga disana.
"Baik, terimakasih." Bumi mengangguk lalu menoleh ke arah Anastasia, agar mereka berjalan beriringan. Ana pun tersenyum ke arah para penjaga itu lalu berjalan masuk ke dalam rumah mengekor pada Bumi.
Mereka berdua masuk ke dalam villa mewah itu, "aku akan menunjukan kamarmu." Bumi mengantar Ana ke kamarnya.
Terlihat sebuah kamar dengan balkon yang langsung menatap ke pantai yang indah itu. Ana melenggang masuk lalu melihat sekeliling. Dia membuka topi dan menaruhnya di nakas. Bumi menyeringai melihatnya, "kau senang?" tanya pria itu sembari menaruh tas Ana.
Ana pun mengangguk, lalu berjalan ke balkon. Bumi mengikuti wanita itu dibelakangnya. "Berpose lah, aku akan memotretmu" pria itu mengeluarkan ponsel miliknya.
"Ponsel baru?" Ana menaikan alisnya.
"Ya, aku membelinya di Amerika waktu itu." jawab Bumi dengan santai.
"Amerika?" Ana mengulang nama negara itu, Bumi pun tertegun , yeah dia lupa untuk mengatakan Inggris ketimbang Amerika.
"Ayo berpose, Aku ingin mengabadikan momen ini." Pria itu mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku tidak mau," sahut Ana. Tapi, Bumi tetap memotretnya.
"Kau mau ke pantai? Berenang? Hehehe" pria itu menyeringai, dia menunggu Ana menyetujui ajakannya.
Wanita itu menatapnya datar, "baiklah.. Ayo!"
Ana pun mengganti pakaiannya untuk ke pantai, tidak lupa wanita itu mengikat rambutnya. Sedangkan Bumi melepas jas nya dan menaruh itu sembarangan di tempat tidur.
Ana meraih pakaiannya dan membawa itu ke kamar mandi.
__ADS_1
Wanita itu menatap dirinya di cermin, lalu mengganti pakaiannya. Lalu membuat rambutnya terikat seperti ekor kuda.
Ana keluar dari kamar mandi, melihat Bumi yang sudah melepas jasnya. Pria itu membelalak melihat tampilan Anastasia, "kau akan keluar seperti itu, tidak-tidak, pakai coat mu dulu. Setelah melewati para penjaga kau boleh melepasnya." pria itu menyeringai sambil menyipitkan matanya.
"Ck !" Dengan malas Ana meraih coat cokelat miliknya dan memakainya lagi.
"Mari!" Bumi mengulurkan tangannya lalu meraih pinggang wanita itu dan berjalan keluar kamar menuju pantai di bawah sana. Itu adalah pantai khusus villa pribadinya. Jadi sudah dipastikan. Tidak akan ada orang lain selain mereka.
Keduanya berjalan beriringan sampai melewati penjaga. Ana melepaskan tangan Bumi dari pinggangnya kemudian berjalan lebih dulu. Dia sangat senang melihat pantai yang indah itu. Jadi dia berlari kecil menuju sana.
"Hati-hati!" ujar Bumi dari kejauhan seperti memperingati anak kecil.
Pria itu berdiri agak jauh di belakang Ana yang kini sedang bermain air laut. Ana menoleh ke arah Bumi sambil tersenyum, wajahnya tersorot matahari yang bersinar. Dia harus memicingkan matanya untuk menoleh ke arah Bumi.
"Kau hanya akan disitu?" Tanya Ana pada Bumi yang hanya tertawa kecil melihat dirinya.
"Aku akan membalasmu, tapi kau curang. Kau masih memakai mantelmu!" Bumi agak berteriak dari kejauhan. Ana pun membuka mantelnya llau meletakan itu di bebatuan jauh dari air, Bumi berlari kecil mendekat ke arah Ana. Saat wanita itu lengah dia pun membalas Ana dengan cipratan air laut yang lumayan banyak membasahi tubuhnya.
"Bum!" Ana balik membalas, kemudian wanita itu berlari menjauh tapi dengan cepat Bumi mengejarnya dan memeluk perut wanita itu sampai terjatuh, tepat saat deburan ombak menyerbu mereka, keduanya pun kini mulai basah kuyup akibat air laut itu.
"Kau!" Ana menatap Bumi tajam dan direspon dengan tawaan pria itu yang terbahak.
"Kau mau main voli? Jika ya, aku akan ambil bolanya." pria itu mengusulkan untuk bertanding voli dengan Ana.
"Tentu!" jawab Ana semangat.
"Kau tunggu disini," Pria itu beranjak sambil membantu Ana berdiri. Lalu berjalan kembali ke villa. Sedangkan Ana menepi menjauh dari pantai menunggu Bumi kembali.
__ADS_1
Dia tersenyum lebar, pipinya memerah seperti kepiting rebus. Tapi, kadang pikiran soal bayi itu mengganggunya.
Di sisi lain...
Rupanya saat Dongmin dan Minhyun memutuskan pulang ke rumah. Ibunya tidak benar-benar sakit melainkan, Dongmin di jebak di acara pertunangannya dengan Yeri. Sesampainya disana pria itu langsung dibawa ke acara itu yang dihadiri orang tua Yeri, orang tuanya juga beberapa teman ayahnya.
Awalnya Dongmin menolak, tapi dia di ancam oleh ayahnya. Pria itu berkata akan menyebarkan gosip mengenai Anastasia yang menjadi perusak hubungan kakaknya sendiri dengan sepupunya Bumi. Apalagi Lee Rojun sudah mengetahui soal kehamilan dan kedatangan Bella di rumah keluarga Kim.
Itu adalah berita hangat untuknya, terlebih alat yang pas baginya menyetir anaknya Dongmin. Setelah dia tahu, bahwa anak pertamanya itu menyukai Anastasia dan akan melakukan apapun demi wanita itu.
Lee Rojun, menyebutnya bodoh karena harus terus menerus terikat dengan wanita yang sama sekali tidak mencintainya itu. Akhirnya semalam, pertunangannya dan Yeri pun secara resmi di laksanakan.
......................
Bumi kembali dengan membawa bola voli ke tempat Ana menunggu, dia mendekat ke arah wanita yang sedang melamun itu dan duduk di sampingnya. "Ada apa? Ada pikiran yang mengganggumu?" Bumi menoleh ke arah Ana sambil mencondongkan tubuhnya.
Dengan tangan kanan memegang bola dan tangan kirinya merapikan rambut Ana ke belakamg telinga. Pria itu menunggu jawaban Ana.
"Tidak ada, aku baik-baik saja." kata Ana sambil tersenyum.
Dia beranjak lalu berdiri di hadapan Bumi, " mari kita bermain" ajaknya.
"Baiklah, kita buat garis batasan dulu." karena tidak adanya tempat untuk bermain jadi Bumi membuat batasannya sendiri di pasir pantai.
Permainan pun dimulai dari Ana, lalu ke Bumi dan begitu seterusnya sampai mereka sama-sama kelelahan.
"Aku menang, kau payah sekali Bum!" ujar Ana sambil menertawakan Bumi.
Pria itu sedang mengatur nafasnya dengan baik, kemudian dia membawa bolanya dan mendekat ke arah Ana. "Aku kelelahan, bagaimana kalau kita berenang saja?"
Pria itu membuka seluruh kemejanya dan juga celana panjangnya. Hanya menyisakan celana pendek dengan bagian tubuh atas yang tidak tertutupi apapun selain kalung berwarna hitamnya. Ana yang masuh tertegun menatap tubuh shirtless pria itu pun mengerjap saat Bumi menarik menarik lengannya untuk pergi ke arah pantai.
Mereka berdua dengan kesusahan melawan ombak laut yang tidak terlalu besar itu.
__ADS_1
...****************...
...****************...