
Sore itu, Ana dan sahabatnya masih melahap pizza bersama di studio foto Somi. Mereka saling berbincang dan tertawa ria. Tidak lama ponselnya pu. berdering dan dilihatnya terdapat pesan dari Bumi yang isinya, ucapan selamat dan semangat untuk proyek pembuatan patung bulan ini.
Ana menghela nafas panjang, bagaimana dia bisa bersenang-senang saat hatinya gelisah dan gundah. Tidak lama ponselnya pun berdering lagi, sesaat dia kira itu pesan dari Bumi. Nyatanya, itu pesan dari Dongmin.
^^^Dari : Dongmin^^^
^^^Kalian jadi photoshoot?^^^
^^^boleh kirimkan aku alamatnya?^^^
^^^Aku ingin menjemputmu. Kau mau pergi bersamaku?^^^
^^^Ada hal yang harus aku bicarakan!^^^
Ana mengerutkan dahi, tanpa pikir panjang dia langsung membalas pesan pria itu.
^^^Dari : Ana^^^
^^^[Share Location]^^^
Yuri menatap Ana sambil melahap pizzanya, "siapa?" tanya wanita itu.
"Dongmin, dia akan menjemputku." Ana menyeringai, Somi dan Ze saling menatap.
"Kenapa kau tidak bersama Dongmin saja? Maksudku, pria itu secara blak-blakan menyukaimu sejak dulu. Daripada bersama Bumi kau tidak bahagia.~" Somi mengerucutkan bibirnya, dia sangat tidak tega melihat sahabatnya itu galau terus.
"Kyaa! Kau kira cinta bisa dipaksakan?" sela Yuri yang menatap Somi datar.
"Kawan-kawan, sudah. Yang ingin kutanyakan kenapa kau bisa jatuh cinta pada pria itu? Umur kalian lumayan jauh berbeda." Ze mengerutkan dahi.
"Kurasa itu berawal saat kami selalu bersama, karena kasus waktu itu. Aku jadi sering menghabiskan waktu bersamanya." Ana menyeruput minuman yang dibelikan ayah Somi.
"Oooh karena nyaman...." Ze mengangguk lalu menyeringai.
"Umur tidaklah penting, yang penting aku mencintainya." sahut Ana sok melankolis.
"Huhuhu dasar kau!" Somi mengacak rambut Ana, disambut tawa yang lain.
__ADS_1
*
*
Dongmin merasa geram setelah mendapatkan balasan dari sepupunya itu, kali ini dia dengan tekad yang bulat akan mengatakan semuanya pada Anastasia. Dia meraih kunci mobilnya yang ada di atas nakas, kemudian berjalan keluar dari rumah mewah itu.
Pria itu berjalan melewati halaman yang dipenuhi Bunga yang ditanami oleh bibinya. Dengan kaos dan jaket putih serta topi yang berwarna senada pria itu masuk ke dalam mobilnya. Pemuda itu langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal.
Dongmin memutar radio yang ada di dashboardnya, pria itu mendengarkan lagu dari John Mayer - You're gonna live forever in me.
"Wah lagu kesukaanku!" gumamnya sambil memutar volume ke arah yang lebih kencang.
"A great big bang and dinosaurs
Fiery raining meteors
It all ends unfortunately
But you're gonna live forever in me
Parts of me were made by you
And planets keep their distance too
The moon's got a grip on the sea
And you're gonna live forever in me
I guarantee, it's your destiny..."
Dongmin ikut bernyanyi seiringan dengan lagu itu berdendang. Setelah hampir empat puluh lima menit mengemudi, akhirnya Dongmin sampai di lokasi yang Ana kirim.
Dia segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam studio itu.
Tuk tuk tuk
__ADS_1
Suara sepatu yang dia gunakan terdengar menggema sampai penjuru ruangan, dia melihat seseorang disana sedang mengotak-atik kameranya, rupanya itu adalah ayah Somi.
Dongmin berjalan mendekat lalu memberi salam, " selamat sore" sapa pria itu. Ayah Somi pun menoleh ke arah pemuda itu.
"Ya," Dia tertegun saat melihat tampilan Dongmin.
"Maaf, tapi kami sedang tidak mencari model" lanjutnya.
"Ah tidak-tidak, anda salah. Saya kesini untuk menjemput seseorang," Dongmin menyeringai.
"Huh? Siapa?" Ayah Somi mengerutkan dahi.
"Anastasia," jawab Dongmin.
Ayah Somi beluk tahu yang mana Anastasia, jadi dia memutuskan untuk menemui mereka di balkon dan memberitahu bahwa ada yang mencarinya. Pria itu berjalan menaiki tangga dengan perahan, dilihatlah anaknya masih sedang berbincang bersama teman-temannya.
"Anastasia, ada yang mencarimu." Sahut ayah Somi yang dia sendiri tidak tahu yang mana orangnya.
"Terimakasih pak," jawab Ana lalu menoleh ke arah sahabatnya.
"Aku pulang duluan ya semuanya, sepertinya Dongmin sudah menjemputku." Ana mulai merapikan barang miliknya sambil berdiri.
"Uuuuuhhh," geraman Ze membuat Ana meliaht ke arah sorotan mata wanita itu.
Rupanya Dongmin sudah berdiri di ambang pintu balkon, pria itu menyeringai ke arah semuanya. Ana pun berjalan mendekat ke arah pria itu sessat setelah merapikan barang-barang kecil miliknya. Wanita itu menoleh ke arah sahabatnya lagi.
"Hati-hati, sampai jumpa!" kata Yuri sambil melambai padanya.
"Dongmin! Jaga Ana kami baik-baik yaa!" Kata Ze sambil tersenyum.
"Tentu," jawab Dongmin singkat.
Ana menyeringai lalu berjalan pergi mengikuti Dongmin dari belakang, pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu. Ana pun dengan agak canggung menggenggam tangannya.
Keduanya bertemu ayah Somi yang masih sibuk dengan pekerjaannya, lalu berpamitan untuk pergi dari sana. Mereka berdua melenggang pergi dan masuk ke mobil, tidak lupa Dongmin membukakan pintu untuk Ana.
"Terimakasih," ucap gadis itu.
__ADS_1
...****************...
...****************...