
Setelah mendengar kabar bahwa Ana sedang di rawat di rumah sakit, keluarga Bumi memutuskan untuk menjenguknya esok hari. Dongmin yang baru saja menyelesaikan makan malamnya langsung berjalan ke arah kamar untuk duduk di kamarnya.
Pikirannya masih tertuju pada rencana gila di mobil tadi, tentang idenya membawa Anastasia pergi dari sana. Terlebih, pria itu sebentar lagi menyelesaikan masa kuliahnya. Dia tidak peduli apapun yang akan ayahnya lakukan, dia juga yakin bahwa ibunya akan selalu memberi restu untuknya.
Jadi, dia bisa bebas menjaga Anastasia. Tapi, melihat ketidakmungkinan di depan rasanya jalan itu terasa buntu. Anastasia sudah pasti akan menolak ajakannya untuk pergi dari Korea.
Pria itu kini menyandarkan tubuhnya di sandaran dipan kasur, hari sudah menunjukan jam sembilan malam. Dia sudah harus tertidur, tapi pikirannya masih tidak fokus karena memikirkan Ana.
Disisi lain, Anastasia sudah tertidur lelap di ranjangnya. Hanya ada ayahnya dan Yuri yang berjaga disana. Yuri sendiri mengambil cuti untuk menemani Ana. Sedangkan Ibunya entah pergi kemana, ayahnya bahkan tidak khawatir kemanapun istrinya itu akan pergi. Dia sudah cukup muak dengan semua sikap wanita itu.
Terlebih, dia sangat merasa bersalah pada gadis kecilnya yang kini terbaring lemah di rumah sakit, bekas sayatan di tangannya masih tertutup rapat oleh perban. Tapi, wajah pucat gadis itu terpampang jelas di depannya.
"Kau tidak pulang?" Pria itu mencoba mencari obrolan dengan teman Ana, Yuri. Wanita yang sedang duduk di sofa itu hanya tersenyum canggung, harusnya dia pulang saja tadi, tapi karena rasa khawatirnya jadi dia menemani Ana disana.
"Aku akan menemani Ana disini," Yuri menyeringai tipis memperlihatkan giginya yang rapih pada tuan Jung.
"Terimakasih, karena sudah mau menjaga Ana." tuan Jung tersenyum pada Yuri lalu kembali lagi menatap putrinya. Sepertinya dia hendak pergi, mungkin akan keluar untuk membeli makanan.
"Aku akan keluar sebentar, tolong titip Ana ya" kata pria itu sambil tersenyum pelan. Yuri pun mengangguk sembari meraih kabel chargeran untuk ponselnya lalu segera mengisi daya ponsel miliknya.
Kondisi Ana tidak banyak perkembangan, dia hanya masih merasa lemas karena telah kehilangan darah yang cukup banyak. Besok pagi, dokter dari bagian psikologi akan datang menemui Anastasia untuk melihat perkembangan mental wanita itu.
Minhyun juga akan bergantian berjaga besok, kini dia juga sudaj tidak terlalu memikirkan apa yang ayahnya mau. Pria itu sudah sama muaknya seperti Dongmin pada ayahnya. Tapi, apa boleh buat, dia belum bisa meninggalkan rumah itu terlebih semua biaya masih di berikan oleh ayahnya.
__ADS_1
Sedangkan Dongmin bisa leluasa pergi ke rumah Bumi karena dia sudah dekat dengan mereka sejak lama, tapi Minhyun masih ragu untik pergi ke rumah keluarga itu. Dia hanyalah orang asing yang baru datang ke keluarga Kim. Jadi, dia sangat segan pada mereka walaupun sebenarnya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu.
Sedangkan Somi dan Ze menolak untuk ke rumah sakit jika ada Dongmin disana, mereka masih kesal dengan fakta bahwa Dongmin menutupi sesuatu hal yang besar seperti itu. Mereka tidak menyangka, dia melakukannya.
Setelah tiga puluh menit keluar, ayah Ana kembali membawa makanan untuk di santap dirinya dan juga Yuri. "Terimakasih sudah mau menunggu, ini mari makan malam dulu." katanya sambil menyodorkan makanan ke arah Yuri.
"Terimakasih tuan Jung," jawab Yuri sembari menyeringai pelan.
Mereka pun menyantap makanan itu sampai habis, kemudian tak lama tertidur di sana. Yuri tidur di sofa, sedangkan tuan zung tidur di kursi sebelah ranjang pasien dengan menelungkupkan kepalanya.
*
Dipesawat, Bumi sedang sibuk dengan ponselnya dan menanyakan kabar pada sekretarisnya itu. Mungkin karena malam sudah larut, pria itu tidak cepat mendapatkan balasan. Dirinya mulai gelisah karena pikirannya tidak bisa diam.
Dari : Bumi
Kau senang melihatnya terluka?
Dongmin yang memang belum tidur, sedang bersandar di ranjang sambil membaca buku. Tak lama, ponselnya berdering, dia melihat pesan masuk dan merasa sangat geram saat membaca isi pesan itu.
^^^Dari : Dongmin^^^
^^^Kau menyalahkanku atas kebodohanmu?^^^
__ADS_1
Bumi membaca pesan yang dikirim pria itu, lalu membalasnya.
Dari : Bumi
Lihatlah akibatnya!
Jika kondisi Ana tidak membaik, aku akan menghajarmu!
Dongmin menggeram, "keparat!" umpatnya saat membaca pesan itu.
^^^Dari : Dongmin^^^
^^^Aku akan menghajarmu lebih dulu!^^^
Dongmin melempar kasar ponsel itu ke tempat tidurnya, sedangkan Bumi mengerutkan dahi dengan kesal. dia sedang bersandar dengan kaki lurus, dengan balutan tuxedo putih, lingkaran hitam mata pria itu terlihat jelas. Dia tidak bisa tidur semalaman, pria itu memikirkan Anastasia yang sedang terbaring lemah dirumah sakit.
Rasanyaz waktu berjalan begiru lambat, dia merasa tidak tenang juga gelisah berada di dalam pesawat itu. Sedangkan Bella, sedang tertidur di kursi sebelahnya. Pria itu sesekali melihat kondisi wanita itu, entah apa yang akan dia lakukan sepulang nanti.
Hanya satu hal yang dia sedang pikirkan, apa dia sanggup menemui Ana?
...****************...
...****************...
__ADS_1