
Bumi tertidur di depan pintu apartemen Anastasia masih dengan posisi yang sama, tidak ada orang yang tahu kalau itu adalah Avaneesh Bumi, pewaris KIK otomotif, karena wajahnya yang menelungkup ke bawah. Bumi dengan nafas agak berat terbangun lalu melihat jam pada arlojinya.
Waktu menunjukan jam 3 sore,
(huft wanita itu masih belum mau keluar juga) batinnya
Dia berdiri lalu meregangkan badannya yang terasa pegal. Menoleh ke arah pintu yang mustahil akan terbuka. Bumi berjalan pergi sambil menenteng tas Ana.
klik ...... Suara pintu pun berderit terbuka.
Bumi langsung menoleh ke arah belakang, dia melihat Ana yang ada di ambang pintu.
"Masuklah"
Wanita itu mengajak Bumi masuk, pria itu merasa senang bagai mendapatkan lotre,
(akhirnya setelah 3 jam menunggu di luar) batinnya,
Bumi langsung mengikuti Ana dari belakang.
"Ah badanku pegal sekali" Keluhnya agar Ana tahu bahwa dia menunggunya diluar dan tidak beranjak dari sana selama 3 jam.
Ana belum berkomentar apa-apa, dia berjalan kedapur lalu membuka lemari pendingin untuk mengambil 2 kaleng minuman.
(pria itu gigih sekali) Ana menutup pintu kulkasnya.
Dia kembali ke ruang tamu membawa dua kaleng minuman itu, lalu menaruh nya diatas meja.
"aih terimakasih, aku memang sangat haus, oh iya ini tas mu , aku yang merapikan barang-barangmu tadi" Bumi menyerahkan tas Ana sambil menyeringai bangga
"padahal kau tidak perlu repot-repot, aku sudah meminta Somi untuk menyimpannya"
Dihatinya masih ada rasa kesal pada Bumi, tapi melihat pria ini sampai tertidur di depan apartemennya, dia jadi merasa iba. Lagipula Ana masih berhutang padanya.
Cess
Kaleng minuman itu dibuka, Bumi langsung meminumnya sampai tak tersisa.
"Cih Kau minum seperti unta" Ana mencibir pria ini
"Mana ada Unta setampan aku" bibir bawahnya lebih maju dari bibir atasnya, atau bahasa gaulnya menyenye
Ana menaikan sudut bibir sebelah kiri melihat pria itu dengan tatapan sinis, tapi dia tidak benar-benar kesal. Dia hanya ingin mengejek pria itu saja. Mereka terlihat seperti Tom and Jerry saat sedang bersama.
"Katanya kau akan minta maaf" Ana berjalan kembali ke dapur lalu mengambil beberapa cemilan dan menaruhnya lagi di meja.
"Kata siapa?" Bumi menahan tawanya menggoda Ana
"Kau yang bilang, makanya aku menyuruhmu masuk" Ana mengernyitkan dahinya
Bumi tertawa
"hish kau benar-benar menyebalkan, sekarang kau bangun dan pergi dari sini" Ana beranjak dari duduknya lalu menarik tangan kanan Bumi supaya dia bangun dan pergi.
Dengan tangan kirinya Bumi menggenggam pergelangan tangan Ana lalu menariknya sampai dia duduk kembali di sofa.
"Dengarkan aku baik-baik, aku tidak akan mengulangi perkataanku, Maafkan aku Anastasia, atas perlakuan ku kepadamu tadi maupun beberapa hari yang lalu, awalnya aku juga tidak mwnginginkan ini dan waktu itu aku benar-benar spontan memberi pernyataan itu pada media, sekarang aku akan menjelaskan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi"
Bumi menatap mata Ana, tenggorokannya terasa kering, tapi tatapan matanya benar tulus. Dia ingin segera menyelesaikan masalah ini dan membuat Ana keluar dari rumor-rumor yang tidak benar.
"tidak perlu" Ana memalingkan wajahnya
"Maksudmu?" Bumi mencondongkan tubuhnya sedikit
__ADS_1
Ana menoleh ke arah Bumi, menatapnya.
"Aku berhutang budi padamu, malam itu saat seseorang mengikutiku aku berjanji bahwa siapa saja yang datang membantuku... Aku akan kembali membantunya" Ana memalingkan wajahnya, dia tidak benar-benar ingin berpura-pura menjadi kekasih pria ini
"lalu???..." Bumi penasaran dengan kelanjutannya
"Kau datang" Kata Ana singkat
"Jadi???..."
"Ck, aku akan membantumu dan melanjutkan sandiwara ini" Ana menyilangkan tangannya di dada lalu bersandar ke sofa
"Benarkah???? Kau serius? kalau begitu, kau ada tugas, Hari ini Kakek dan keluarga ku ingin menemui mu lagi" Bumi tersenyum sambil menyipitkan matanya
"Lagiii????" Ana melotot
Ana memutar bola matanya, Dia bukannya tidak ingin kerumah itu lagi, tapi dia merasa canggung dan minder melihat rumahnya yang 5x lebih mewah dari rumah pribadinya. Tapi dia yakin, keluarga ini memang baik, mereka bahkan langsung menerimanya saat pertama kali bertemu. Atau mereka hanya terpaksa karena takut pewarisnya ini jadi perjaka tua?
"Sebelum itu aku ingin kita membuat perjanjian di atas hitam dan putih"
Ana berlari kecil ke kamarnya untuk mengambil kertas dan pulpen.
Bumi menggeleng (terserah dia saja lah) pikirnya.
Ana kembali membawa selembar kertas dan pulpen, juga tinta stempel yang dia miliki.
"mari buat perjanjian"
Ana dan Bumi saling bergantian menulis syarat yang di inginkan. Di mulai dengan Bumi.
...PERJANJIAN AVANEESH BUMI & ANASTASIA J...
Jangan mengganguku jika aku sedang tidak mau di ganggu,
Bersikap sopan di depan umum (dan mesra haha),
Jangan memancing amarah dengan menjahili ku,
Jaga tingkah lakumu diluar, jangan dekat dengan pria lain selama perjanjian ini masih berlaku,
__ADS_1
Tidak mabuk-mabukan dan menyebabkan masalah,
Jangan melanggar privasiku,
Boleh meminta apapun yang kau mau,
Aku mau semua kebutuhan ku terpenuhi.
Ditanda tangani oleh Avaneesh Bumi dan Anastasia J.
Mereka menyetujuinya dengan mencap sidik jari mereka pada kertas itu, Ana memutuskan dia lah yang akan menyimpan kertas itu, sedangkan Bumi hanya menyetujuinya. Sebenarnya kertas itu tidak terlalu penting baginya, yang terpenting adalah semuanya berjalan lancar.
"Kita harus pergi berbelanja" Bumi berdiri lalu mengajak Ana keluar untuk membeli keperluan dan persiapan makan malam di rumahnya nanti.
"Tentu, aku punya sugar daddy¹ sekarang, tidak mungkin tidak memanfaatkannya" Ana berdiri lalu mengejek Bumi
Tawa Bumi pecah, dia sampai tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa, wanita ini sukses membuatnya tertawa sampai perutnya sakit ,
"Sana ganti baju" Bumi mengusir Ana dengan gerakan tangannya
Ana berjalan ke kamar lalu mengganti pakaiannya.
Dia mengenakan kaos putih dan celana jeans berwarna biru, Bumi menunggu Ana di sofa, dia menyilangkan kakinya sambil memainkan ponselnya.
Dia menelepon seseorang,
"Bawakan aku mobil"
Dia melihat Ana yang sudah keluar dari kamar, Bumi berdiri mendahului Ana lalu berjalan menuju pintu. Pria ini membukakan pintu untuk Ana.
Mereka keluar dari gedung apartemen itu, mereka tahu dimanapun bisa saja ada orang yang mengikuti dan memotret mereka. Jadi mereka bersikap lebih hati-hati tapi tetap tampak normal dan tidak berlebihan.
"Kita menunggu mobil dulu"
Tidak lama mobilnya tiba didepan mereka, mobil yang sama yang ia kendarai saat mengantar Ana ke kampus.
Seorang pria berseragam keluar dari mobil itu lalu memberi salam pada Bumi dan Ana. Pria itu mempersilahkan mereka mengendarai mobil itu.
...****************...
...****************...
Kamus Author
Sugat daddy ¹ : sebutan untuk pria dewasa kaya yang menghabiskan uang nya demi membelanjakan kekasih maupun wanita simpanannya
__ADS_1