MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 6 : Pulang


__ADS_3

Bumi tergeletak di lantai apartemennya, dia terbangun dalam keadaan pengar dan mual.


"ahh"


Dia bangun sambil memegang kepalanya, dia berjalan sempoyongan mencari obat pengar, lalu segera meminumnya.


"Ah sialan"


Bumi menjadi kurang fokus, karena masalah itu, dia juga belum menceritakan hal ini kepada kedua orang tuanya. Disatu sisi Bella dan Ibunya masih terus merencanakan hal apa yang bisa membuat adiknya Ana mau menerima tawaran ibunya.


*


*


Ana terlihat kebingungan, jika dia bisa dia ingin sekali mengskip adegan ini dengan mantra.


Can we skip to the good part ?....


Tapi Itu mustahil terjadi, Ana mengernyitkan dahi sambil merapatkan mulutnya, Dia bingung sekali harus bagaimana.


"Aku mohon jangan bertengkar"


Ana memohon kepada kedua orang itu, Minhyun dan Dongmin masih saling menatap dengan intens, beberapa orang yang melihat langsung mencoba melerai mereka berdua.


"Kau kenapa?" Park Ju dan Jeko menepuk Dongmin lalu membawanya menjauh dari Minhyun.


"tidak biasanya kau seperti itu" Kata Jeko.


"Sepertinya Dia menyukai gadis itu"


Yeri ikut nimbrung sok tahu, padahal sudah jelas dari perkataan Dongmin bahwa mereka bertengkar bukan gara-gara wanita itu, Dongmin menatap yeri sinis.


"Kendalikan dirimu," PJ menepuk pundak Dongmin lagi.


"Kau tidak tau apa-apa !!! " Dongmin kesal mengibaskan tangan PJ dipundaknya agak kasar. lalu berlalu pergi.


*


"Kau tidak apa-apa?" Ana mengecek keadaan Minhyun yang terlihat pucat.


"Aku baik-baik saja," Minhyun melihat Ana sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ada apa dengan kalian? aku jadi merasa bersalah, lagi-lagi aku ada diantara keributan" Ana menunduk sambil memainkan jari jemarinya.


"ini bukan salahmu, makanlah ! " Minhyun meminta Ana memakan sarapannya.


"Baiklah"


Min hyun adalah anak dari ayah Dongmin bersama wanita lain, Ibunya Minhyun meninggal 4 tahun yang lalu, mereka hidup kesulitan bersama ayah sambungnya yang sudah meninggal lebih dulu.


Sebelum ibunya meninggal beliau memberitahu Minhyun tentang fakta mengenai ayah kandungnya, orang itu adalah salah satu pemilik saham KIK perusahaan terbesar di Korea Selatan.


Lee Ro Jun yang mengetahui hal itu langsung melacak keberadaan Minhyun , tidak butuh waktu lama, selang beberapa hari dia menemukan informasi mengenai anaknya dan langsung menjemput Minhyun untuk tinggal bersamanya.


Minhyun yang saat itu tinggal sendiri, berusaha untuk menolak. Bahkan beberapa kali kabur dan menghindar. Tapi, karena keadaan dia akhirnya terpaksa menerima tawaran ayahnya. Walaupun dia pernah berniat untuk kabur lagi, tapi pada akhirnya dia ikut tinggal bersama dengan Ayah kandungnya. Dirumah Lee Dongmin dan Ibunya.


Sama seperti dia, Lee Dongmin juga tidak bisa begitu saja menerima Minhyun masuk kedalam keluarganya. Mereka tidak pernah berbicara satu sama lain, hanya berbicara seperlunya saat dihadapan ayah mereka saja.


Semenjak masuk kuliah, Minhyun mulai hidup sendiri di apartemen dengan semua biaya didanai oleh ayahnya, begitu juga Dongmin. Setiap seminggu sekali mereka diwajibkan berkumpul untuk makan bersama dan berkumpul bersama.


Lee Ro Jun menutupi fakta tentang Minhyun, Lee Ro jun hanya mengumumkan bahwa dia mengasuh anak sahabatnya yang telah meninggal.


*


*


"Ada apa lagi?" Somi melihat wajah Ana yang lesu.


"Sepertinya aku pembawa sial bagi orang-orang, aku selalu terlibat dalam perkelahian orang lain" Ana mendengus.


"Perkelahian siapa???" Lee ze menoleh ke arah Ana dengan penasaran.


"Dongmin dan Minhyun"


"Bagaimana bisa?" Somi penasaran.


"Cerita nya panjang, aku sampai tidak mood untuk menjelaskan." wajah Ana nampak merasa bersalah.


"Pasti bukan karena kau, mungkin mereka punya masalah lain diluar itu, sudah jangan dipikirkan." Lee Ze mengelus pundak Ana.


Ana dan yang lain mulai merapikan barangnya, begitupula ditenda para pria. Yang lain pergi sarapan, sedangkan Ana menunggu mereka ditenda dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Ana beberapa kali memukul keningnya, Apa benar dia pembawa sial, rasanya dia ingin menghilang saja dari situ.


Tepat di jam 10.00 pagi mereka memasuki Bus, kali ini Yeri yang berada di Bus itu bersama kelompok Ana dan kawan-kawan. sedangkan, Dongmin tidak terlihat di bus itu.

__ADS_1


Minhyun duduk di kursi yang paling belakang, dia menutup wajahnya dengan topi dan memakai Earphone. Dia agak kesal dengan perlakuan tidak menyenangkan dari senior nya itu.


Yeri mendekatinya lalu duduk disamping Minhyun, Minhyun tidak berkutik, dia tidak peduli siapapun itu. Saat ini dia hanya sedang merasa bersalah pada Anastasia.


Ana melihat Minhyun yang duduk bersebelahan dengan Yeri sekilas, lalu kembali mengobrol dengan Yuri. Ana mengirim pesan pada Dongmin, menanyakan keberadaanya. Dia penasaran kenapa Seniornya itu bersikap seperti tadi pada Minhyun.


"Kau tidak dibus?"


Ana tidak mendapatkan balasan, bahkan pesannya belum dibaca. Perasaannya campur aduk, Perjalanan pulang menjadi tidak menyenangkan baginya. Dia hanya mengingat kekacauan yang ada dihadapannya tadi.


"Kau mau coklat?" Yuri, teman seangkatannya itu mengerti kenapa Ana terlihat diam saja. Dia akhirnya mencoba menghibur wanita itu dengan menyodorkannya coklat, Ana langsung sumringah. Dia mengangguk lalu mengambil coklat itu.


"Makanlah, ini akan membuat moodmu bagus.."


Yuri tersenyum, Ana dan Yuri memakan Coklatnya bersama. Sedangkan Yeri, disana dia masih berusaha keras mengajak Minhyun bicara. tmTapi Minhyun sama sekali tidak tertarik berbicara dengan siapapun sekarang.


"Aish gadis itu, baru saja acara penyambutan tapi sudah membuat keributan dimana-mana. Apa nya sih yang spesial sampai kalian bertengkar karena dia? Wajah sok polos itu membuat ku ingin muntah!!!! " Yeri mengomel didekat Minhyun.


Minhyun tetap tidak menghiraukan nya.


"Dia tidak secantik itu" lanjutnya.


Minhyun membuka Topinya lalu menatap tajam ke arah Yeri,


"Ini bukan karena Anastasia, tolong jangan ikut campur !! " Minhyun menutup wajahnya lagi dengan topi.


Yeri melotot tak percaya,


"Kau dan Dongmin sama saja!!!!"


Yeri kesal lalu pindah tempat duduk dan berjalan kedepan melewati Ana dengan sinis. Dia benar-benar muak melihat Ana, memangnya apa sih keunggulannya. Itulah yang dipikirkan Yeri.


Ana melihat Yeri melewatinya sambil menatapnya sinis, Ana membuat kontak mata dengannya dan itu membuat Ana canggung. Yuri menepuk pundak Ana.


"Jangan dihiraukan, katanya senior itu suka pada pembimbingmu."


Yuri maju mendekat untuk berbisik di telinga Ana, Ana jadi tahu kenapa Yeri sangat sinis dan ketus padanya. Mungkin dia salah paham dan mengira dirinya dan Dongmin ada sesuatu.


Padahal berpikir kesana saja tidak, Ana hanya ingin fokus ke pendidikannya. Dia belum tertarik berhubungan dengan siapapun. Ya walaupun dia mengakui, bahwa sulit untuk tidak menyukai pria tampan seperti Dongmin.


Setelah satu jam perjalanan, mereka sampai di Hankuk. Ana langsung pergi ke halte dan menunggu bus disana. Rasanya badannya lelah sekali, dia belum diberis istirahat sama sekali setelah kedatangannya ke Korea.

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2