MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 9 : Makan malam


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Dongmin, Bumi kembali ke Kantor untuk bekerja sedangkan Dongmin kembali ke apartemennya.


Hari itu.... Bumi pulang dari kantor sekitar jam 10.15 malam, dia pergi mencari restoran cepat saji terdekat. Perutnya merasa lapar, Dia juga berusaha mengurangi alkohol dan sejenisnya, agar tidak kecanduan. Naluri nya mengatakan Dia harus berhenti sebelum menjadi seorang Alcoholic ¹ .


Seharian ini Bumi tidak menanyakan kabar Bella, walaupun Bumi merasa sangat merindukan nya dan juga bayi mereka. Tapi dia sedang malas berdebat untuk saat ini. Karena dia yakin, percakapan mereka akan berujung pasa perdebatan sengit.


Dia ingin sekali pergi ke Amerika untuk menemui wanita itu lagi rapi sayang, situasinya belum pas karena pekerjaannya yang masih menggunung.


Mungkin dia punya waktu luang jika Dongmin sudah mulai magang nanti , setidaknya dia bisa sedikit bersantai karena sepupunya itu bisa meringankan semua pekerjaan Bumi.


Dia mengemudi di bawah sorot lampu jalanan, malam itu dia melipir ke salah satu restoran yang terdekat. Dia turun dari mobilnya dan berjalan memasuki tempat itu,


"Aku ingin ayam madu dengan saus keju dan juga Rabokki, jangan lupa soju nya juga." Bumi mengeluarkan Kartu debit nya untuk membayar pesanan tadi, Dia memilih tempat duduk disamping jendela.


Restoran itu buka 24Jam, tapi sekarang hanya ada Bumi yang makan disana.


Tidak lama terdengar suara pintu berderit dam dentuman langkah kaki dari arah pintu masuk.


tuk tuk tuk


Bumi sedang menatap keluar jendela, ke arah Apartemen yang pernah Bella tempati dulu diseberang sana. Dia punya banyak kenangan bersama Bella bahkan di restoran ini juga.


"Apa aku harus pindah kesana?" Gumamnya sambil berpikir.


"Tteokbokki² nya 1 dan Soda nya 1.." seseorang wanita dengan rambut panjang berwarna coklat berdiri memesan makanannya, Bumi melirik Wanita itu. Sepertinya dia mengenalnya....


"Heh..."


Bumi menyapa wanita tadi agak berteriak, wanita itu menoleh lalu mengerucutkan bibir nya dan membuang pandangannya dari Bumi.


Makanan Bumi sudah siap, begitupun dengan Wanita tadi.


"tolong bawakan makananku ke meja wanita itu ya!!" Bumi menyeringai meminta tolong pelayan.


Wanita tadi mengernyitkan dahi,


"Apa-apaan kau?" Tanya nya sedikit kesal.


"Aku ingin makan bersamamu." Bumi ingin membalas Ana dengan membuat wanita itu tidak nyaman,


"Kau hanya makan itu?" Tanya Bumi dengan wajah mengejek.


"Ya," Jawabnya ketus.


Ana merasa malas sekali meladeni pria itu, dia tidak mau menghabiskan energinya untuk berdebat dengannya. Ana mencoba mengabaikannya dan fokus menyantap makanan didepannya.


"Makanlah!!" Bumi menyodorkan sekeranjang ayam yang dia beli.


"Tidak perlu," Wanita itu tetap menikmati makanan miliknya.


"Tidak perlu malu, ambil saja!" Bumi memperhatikan Ana, menunggu nya.


"Oke kalau kau memaksa," Ana tersenyum, lalu mengambil paha ayam untuk dia makan.


"Apa kau sedang hemat? kenapa hanya makan itu?" Bumi menyeringai mengejeknya.


"Tidakk, aku memang sedang ingin makan ini saja." Dia berdalih sambil menyantap Ayam itu.


"yakin? tapi kau masih melahap ayamnya," Bumi terkekeh menahan tawa.

__ADS_1


"ini karena kau yang memaksa!!!!!" Ana menatap Bumi kesal.


"Alasan hih," Bumi tertawa mengejek, sepertinya dia sangat suka menggoda Ana.


"Sedang apa paman disini?" tanyanya. Bumi melotot kearah wanita itu


"Paman? Aku bukan pamanmu, panggil aku Oppa !! Oh iya aku lupa siapa namamu?" Bumi mencoba mengingat-ingat nama Ana.


"Anastasia, Ana..." Ana bergidik saat pria itu meminta dipanggil Oppa.


"Ah ya Ana, Umur kita tidak beda jauh, bukankah kau bisa melihat dari wajahku yang imut ini?" Bumi menyeringai menyombongkan ketampanannya.


"Aku tidak mau menjawabnya." Ana masih melahap sisa makanannya, begitupun Bumi.


"Kau kekasih Dongmin ya?" Bumi mengunyah ayam dengan lahap.


"Apa? Bukan, dia adalah Kaka tingkat ku di Kampus, aku sangat menghormatinya." Ana menahan rambutnya yang panjang agar tidak kena kuah saus Tteokbokki.


"Aku ingin minta maaf masalah tadi pagi, aku benar-benar tidak sengaja." Dia menatap Bumi, permintaan maafnya tulus.


"tidak apa-apa, tapi bayarlah setelah kau dapat pekerjaan paruh waktumu." Bumi berbicara sambil mengunyah ayamnya,


"Membayar? menyebalkan sekali. " Jawab Ana sambil mencibir pria itu.


"Kau baru saja minta maaf!!!" kata Bumi sedikit nada tinggi dia mengernyitkan dahi menatap Ana.


"Kau yang menyebalkan, bagaimana bisa Dongmin punya saudara sepertimu, oke sudah dulu ya paman, aku mau pulang duluan. Terimakasih makanannya sampai jumpa..." Ana mencondongkan tubuhnya melihat Bumi sambil membawa sampah makanannya.


Ana melambai sambil berjalan keluar dan membuang bungkus makanannya. Dia sangat senang karena bisa balas mengganggu pria itu.


"Menyebalkan sekali, jika bukan karena Dongmin, aku tidak akan mau membantunya." Bumi menggerutu.


"Bukankah Minhyun tinggal disana juga?" Bumi mengangkat sebelah alisnya sambil berpikir.


"Ahh perutku kenyang." Dia langsung masuk ke Mobil dan mengendarai mobilnya itu.


15 menit berlalu ,Bumi sampai di Apartemennya, Bumi berjalan masuk ke Lift dan menekan tombol nomor 13. Apartemennya ada di lantai itu, darisana dia bisa melihat Kota Seoul dengan leluasa.


Bumi masuk ke Apartemen nya yang sudah smart home itu. Lampu otomatis menyala , sapaan robot pintar terdengar olehnya.


Semenjak Bella memutuskan Kuliah dan berkarir disana, Bumi merasa kesepian dan hampa. Selama bertahun-tahun dia tidak menjalani hubungan dengan siapapun lagi. Tapi kadang-kadang dia memang pergi hang out bersama teman-teman kantornya ke klub malam.


Bumi bisa saja kuliah ditempat yang sama dengan Bella, tapi sebagai penerus perusahaan kakeknya dia harus patuh atas peraturan yang dibuat Kakek ketua.


Akhirnya Bumi memilih kuliah di tempat pilihan kakeknya saja, yaitu Hankuk dengan jurusan Seni Rupa sama seperti Dongmin. Kualitas kampusnya pun sama bagusnya dengan kampus lain bergengsi di luar negeri.


Kakeknya, pria yang anti dengan kebudayaan asing. Beliau tidak suka anak keturunannya tercemar atau mempelajari budaya asing terlebih lagi Barat.


Akhir-akhir ini juga Bumi menjadi problematik semenjak masalah yang menimpanya. Selama ini dia tidak pernah banyak tingkah selain sikapnya yang kekanakan di hadapan ibunya. Walau dia masih sering mabuk di klub tapi dia tidak bernuat nakal dengan 'jajan' dengan para pelacur.


Kakek, Ayah dan Ibunya sangat menyayanginya, Setelah dewasa dia memutuskan semuanya sendiri. Keluarganya mendukungnya penuh asalkan yang dia lakukan tidak mencoreng nama keluarga.


Bumi berjalan ke kamar tidurnya lalu membuka sepatu sembarangan, merebahkan tubuhnya dikasur besar yang empuk dan nyaman.


Dia memejamkan matanya kemudian tertidur.


*


*

__ADS_1


05.30 Pagi


Alarm berbunyi...


Kring.... kring...


Bumi mengucek kedua matanya yang masih sangat mengantuk, melihat jam lalu mematikan Alarm dan tertidur lagi. Ini adalah hari minggu, hari dimana dia bisa bersantai dan bermain game sepuasnya. tidak ada satu orang pun yang boleh mengganggunya.


Kring... kring...


Alarmnya berbunyi lagi di jam 09.00.


Sekarang dia harus bangun, perutnya sudah mulai keroncongan dan mengirim sinyal lapar.


Dia berjalan dengan malas ke kamar mandi, lalu membasuh muka dan menyikat giginya. Setelah itu, dia melihat ke lemari pendingin untuk menghangatkan beberapa masakan rumah yang disediakan ibunya tercinta.


aku harus meminta tolong ibu memasak untuk stok lagi.


Dia mengeluarkan satu kotak kimchi, menaruhnya dimeja makan. Lalu menghangatkan Telur puyuh kecap dan beberapa makanan lain.


Makanan yang sudah dihangatkan dia taruh di meja makan, Bumi duduk sambil menggenggam handphone di tangannya. Bermain game.


"humm enak sekali.." Bumi memejamkan mata merasakan manis dan asin dari telur puyuh yang ibunya masak.


Handphonenya berdering...


Terdapat pesan masuk dari Dongmin.


^^^Dari : Adik Dongmin^^^


^^^Kemungkinan aku akan bertemu Manager Cafe hari ini.^^^


Bumi menenggak segelas air, lalu menaruhnya di meja. Pria itu sedang mengetikkan sesuatu di Telepon genggamnya.


^^^Dari : Bumi^^^


^^^Baiklah semoga lancar.^^^


Dia berjalan sambil membawa piring kotor dan menaruhnya di wastafel, Dia bosan jika harus bermain game lagi. Handphonenya kembali berdering, tertera nama 'Ibuku Cantik' di layar HP nya.


Bumi dengan semangat menjawab panggilan itu.


"Halo Selamat pagi ibuku yang cantik." sapaannya yang manja membuat ibunya tertawa kecil.


"Kebetulan aku sedang merasa bosan. Mungkin aku akan menerima tawaran ayah," Bumi menyeringai.


"Baiklah sampai bertemu disana bu," Bumi memang seperti itu, dihadapan Ibunya dia seperti bayi kecil.


Ibu dan ayahnya mengajak Bumi bermain golf bersama, dia memang sangat menyukai olah raga itu jadi dia sangat bersemangat.


...****************...


...****************...


...****************...


Kamus Author


Alcoholic ¹ : ketidakmampuan untuk mengontrol minum minuman keras karena ketergantungan fisik dan emosional pada alkohol.

__ADS_1


Tteokbokki ² : Hidangan korea berupa tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis.


__ADS_2