MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 53 : Jagalah Ana, Dongmin.


__ADS_3

Tidak ada hari yang santai untuk Bumi, sebagai Chief Executive Officer atau bisa disingkat CEO. Bumi mengemban tugas yang sangat besar, mulai pemantauan menyeluruh seluruh aktivitas dengan klien melalui sistem terintegrasi.


Bumi juga bertanggung jawab atas pengambil keputusan utama dalam manajemen KIK Otomitif. Hal ini membuat Bumi harus mampu memimpin, mengelola, mengayomi, dan mengoperasikan perusahaannya dengan baik. 


Menjadi seorang CEO juga berarti menjadi wajah utama  perusahaan yang Dia pimpin. Untuk itu, kehadirannya di mata publik berdampak besar terhadap persepsi publik terhadap produk atau perusahaan yang dipimpin Bumi.


Maka dari itu, pengajuannya untuk perjalanan bisnis ke luar negeri sudah pasti akan disetujui Kakek Ketua. Selain untuk meningkatkan penjualan perusahaan, tentu ini akan menjadikan perusahaan mereka lebih terkenal lagi di kalangan masyarakat dunia.


Setelah selesai berolah raga, Bumi langsung mengantar Ana ke apartemennya. Dia hanya bisa mengantarkan wanita itu didepan gedung SeeU House.


"Terimakasih sudah menemaniku." Bumi mengelus rambut Ana, semakin hari perlakuannya semakin manis pada wanita itu


Ana tersenyum sambil menyipitkan matanya,


"Terimakasih juga sudah mengantarku,"


"Maaf aku tidak bisa menemanimu, aku harus pulang ke apartemen, membersihkan tubuhku. Dan iya, aku ada janji dengan seseorang."


Ana mengangguk pelan, dia tidak bertanya dengan siapa pria itu akan bertemu. Ana membuka pintu mobilnya lalu keluar. Dia berdiri disana lalu melambai pada kekasihnya yang sudah menghidupkan mesin mobil.


Ana melihat mobil Bumi berlalu.


Didalam mobil, Bumi langsung menelepon Dongmin untuk meminta bertemu dengannya. Dia akan bicara mengenai perjalanan bisnisnya itu.


"Halo, bisa kita bertemu sekarang? Kau dimana?" Tanya pria itu sambil fokua menyetir.


"Dirumah." Jawab Dongmin.


"Baiklah, aku akan kesana." Dongmin tidak menjawab perkataan Bumi, dia merasa kesal dengan pria itu. Dia juga tidak tahu, apakah dia bisa menahan emosinya saat melihat Bumi.


Bumi mempercepat laju mobilnya, dia berkendara sambil mendengarkan musik. by Joji - A glimpse of us,


Why then, if she is so perfect


Do I still wish that it was you?


Perfect don't mean that it's working

__ADS_1


So what can I do? (Ooh)


Sepenggal lirik membuat Bumi cepat mengskip lagunya. Dia tidak menganggap Ana sebagai bayang-bayang Bella. Jadi, lagu itu tidak cocok diputar disituasi sekarang. Mungkin dia terlihat egois, dia jarang menanyakan kabar bayi yang ada di kandungan Bella. Sejujurnya itu adalah bentuk dari kekecewaannya, karena Bella tidak membiarkannya menjadi ayah yang sesungguhnya.


Sekarang, saat dia dipertemukan dengan seorang wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta, dia malah di tampar fakta bahwa wanita itu masih ada hubungannya dengan bayi yang katanya anaknya itu. Alangkah lebih baik jika Ana bukan adik dari Bella, setidaknya Ana mungkin tidak akan sesakit itu jika mengetahui kebenarannya.


Bagi Ana, pertemuannya dengan Bumi adalah sesuatu yang unik. Walau awalnya dia merasa hatinya untuk Dongmin, tapi setelah itu dia bisa memastikan bahwa hatinya telah memilih Bumi.


Ana tahu, perasaannya yang labil membuatnm semuanya kacau. Dia bahkan menyesali, andai dia tidak mengatakan perasaan kagumnya pada Dongmin waktu itu. Mungkin pria itu tidak akan berharap padanya.


Setelah 1 jam perjalanan, Bumi sampai di kediaman keluarga Lee Ro Jun. Dia masuk ke rumah mewah itu dan disambut beberapa ajudan keluarga.


"Selamat siang Pak," Ucap salah satu ajudan sambil agak menunduk.


"Siang, aku ingin bertemu Dongmin." Bumi tersenyum,,


"Silahkan masuk Pak."


Bumi berlalu sambil tersenyum, dia masuk kerumah itu, Istri Rojun menyapa Bumi dengan sumringah.


"Aku sudah memberi kabar pada Dongmin," Bumi tersenyum menatap Bibinya.


"Hmm Anak itu, kenapa tidak memberitahuku. Ke kamarnya langsung saja ya, dia ada disana. Kau mau minum apa?"


"Apapun yang Bibi suguhkan, aku akan meminumnya." Bumi tersenyum


"Baiklah... Kalau begitu aku akan membuatkanmu kopi." Bibinya tersenyum lalu berlalu ke dapur.


Bumi melangkahkan kaki nya ke tangga, dia bisa mendengar alunan piano dari situ. Tidak salah, itu pasti dari kamar Dongmin. Dia mengetuk pintu Dongmin, suara piano itu berhenti seiring dengan suara pintu terbuka.


Klik


Tapi tidak ada yang orang yang menyambutnya, suara piano itu kembali terdengar. Bumi langsung masuk ke kamar Dongmin.


"Ada apa kau kesini? Kau sudah menepati janjimu?" Dongmin menghentikan gerakan jari pada pianonya. Dia menatap Bumi dengan tajam.


"Itulah yang ingin kubicarakan....." Bumi menyandar ke tembok dekat pintu.

__ADS_1


"Kau ingin meminta keringanan lagi? Ck.. Sampai kapan? Sampai kalian menikah? Kebohonganmu akan membusuk seiring berjalannya waktu. Aku tidak mau melihat orang yang ku cintai dibohongi oleh pria sepertimu!" Dongmin memicingkan matanya tajam.


"Aku akan melakukan Perjalanan Bisnis lagi, aku harap kau mau memberiku waktu lebih lama. Aku akan ke Eropa selama 2 bulan. Jadi, tolonglah jaga Ana selama aku tidak ada."


Dongmin tertawa kecil,


"Kau kira dia barang? Tanpa kau minta, aku sudah pasti akan menjaganya, bahkan aku bisa saja merebutnya kembali darimu. Lagipula, omong kosong apa yang sedang kau bicarakan. Perjalanan Bisnis? Ke Eropa? Atau... Menemui mantan kekasihmu di Amerika?"


Bumi tidak bisa menjawab pertanyaan Dongmin, pria itu sudah mengetahui rencananya. Tapi dia tidak perlu menjelaskan yang sebenarnya pada Dongmin. Dia yakin, Dongmin tidak akan setega itu pada Ana. Dia pasti akan merahasiakannya selama dia tidak ada.


"Aku hanya ingin menyampaikan itu saja, aku yakin kau tidak tega mengatakan itu padanya." Bumi tersenyum kecil, itu membuat Dongmin tersulut emosi.


Dia memukul pianonya lalu berdiri, menarik kerah jaket pria itu. Ibunya yang mendengar suara piano berdentum keras langsung menghampiri mereka.


"Ada apa nak? Lepaskan Bumi!" Ibunya melepaskan jeratan tangan Dongmin dari kerah jaket pria itu.


Dongmin melotot, menatap Bumi tajam. Dia sudah tidak tahan lagi, dia ingin sekali menghantamkan kepalan tangannya ke wajah pria itu.


Brengsek.


Dongmin membatin, dia tidak bisa membuat keributan dirumahnya sendiri. Terlebih ada ibunya menyaksikan, dia akan menahannya. Lagipula Bumi akan segera berangkat melakukan Perjalanan Bisnis nya. Ini kesempatannya untuk mendapatkan hati Anastasia kembali.


Bumi keluar dari kamar Dongmin, sedangkan ibunya Dongmin berusaha menenangkan anaknya.


"Sabar nak, ada apa?"


Dongmin memejamkan matanya, menghela nafas panjang. Dia berusaha menstabilkan emosinya.


Bumi turun dari tangga, lalu keluar dari rumah itu dan masuk kedalam mobil. Dia memukul stir mobil berkali-kali.


Dia juga menahan emosinya, dia tahu kesalahannya. Tapi dia tidak mau mengambil resiko besar untuk kehilangan orang yang dia cintai lagi.


Walau harus dengan cara licik seperti ini, dia akan tetap mempertahankan hubungan mereka. Untuk bayi itu, dia akan tetap bertanggung jawab sepenuhnya dan akan merawatnya. Tapi cepat atau lambat Ana pasti akan tahu. Tapi untuk saat ini dia belum bisa mengungkapnya.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2