
Busan , Jam 07.00 Malam.
Hari sudah malam tapi Bumi masih belum mengabarinya, Ana sekarang sedang makan malam bersama keluarganya. Dia tersenyum sambil berbincang dengan semua orang.
Sedangkan Johan, dia sudah pulang sejak tadi sore. Dia akan menjemput mereka lagi di hari jumat nanti. Ana menyendok makanan ke mulutnya, rasa kimchi buatan rumah memang yang terbaik.
Mulutnya sampai penuh dengan makanan, Ibunya melihat wanita itu dengan rasa aneh.
"Pelan-pelan makannya! Apa kau serakus ini di depan seorang CEO huh?" Ibunya memberi komentar yang menyayat hati. Padahal ini kali pertama Ana makan selahap ini, karena biasanya dia tidak bernafsu untuk makan.
Ini pasti dikarenakam kimchi lobak buatan neneknya, Ana menaruh sendoknya secara perlahan. Kenapa rasanya, ibunya selalu tidak senang jika dia merasa bahagia sedikit saja.
Ada saja komentarnya yang membuat wanita itu sakit hati, Ana menahan tangisnya jatuh. Ayahnya pun membela Ana.
"Kau kenapa? Biarkan saja dia makan banyak, lihatlah badannya sudah sekurus ini? Kalau Bumi mencintainya, itu tidak akan menjadi masalah." Ayah Ana menatap Istrinya agak tajam, nenek dan kakeknya jadi merasa tidak enak melihat pertengkaran didepan matanya.
"Sudahlah ayah, aku baik-baik saja. Ibu benar aku sangat rakus." Ana tersenyum getir, sakit hatinya tidak semudah itu dihilangkan.
"Dia saja merasa jika dirinya seperti itu! Apa? Bumi mencintainya? Aku tidak yakin cih." Ibunya mencibir sambil menatap suaminya.
Mendengar hal itu, emosi Ana rasanya tidak bisa di tahan lagi. Dia berdiri dari tempat duduknya. Ana menatap ibunya dengan tajam, air matanya pun tidak dapat dia bendung.
Kini, air mata itu mulai mengalir ke pipinya.
"Kenapa ibu sangat membenciku? Kenapa semua yang kulakukan selalu salah dimatamu bu?" Tanpa menunggu jawaban ibunya Ana keluar dari rumah itu, dia berjalan ke arah taman yang dulu sering dia kunjungi untuk bermain.
"Anaa.." Ayahnya menoleh ke arah Ana yang terlihat keluar dari rumah, pria itu menatap istrinya tajam lalu berlari mengejar Ana.
Nenek dan kakek Ana tidak dapat berkomentar apa-apa, mereka hanya terpaku melihat kekacauan itu.
Ana menangis sambil berjalan menyusuri trotoar, dia tidak sanggup lagi. Berulang kali dia mencoba bersabar atas perlakuan buruk ibunya. Tapi, tidak ada perubahan apapun.
Berulang kali juga, dia mencoba memaklumi sikap ibunya. Tapi, apa yang dia dapat? Hanya hinaan dan cemo'ohan yang wanita itu bisa lontarkan padanya.
Ana menyeka air matanya, dia melihat taman yang sepi itu disebelah kirinya Ada ayunan dan berbagai macam permainan anak-anak disana. Rasanya, dia tidak ingin dilahirkan saja jika seperti ini jadinya.
Ana duduk di ayunan besi yang sudah berkarat, dia menangis sejadinya disana. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil membungkuk menyentuh lututnya.
__ADS_1
Ayahnya yang mengejar Ana, melihat wanita itu sedang menangis disana. Dia pun merasakan sakit yang seperti Ana rasakan. Bagaimanapun, Ana adalah putrinya, dia tidak bisa melihat anaknya meneteskan air mata.
Jalannya terasa berat, ayah Ana beberapa kali memejamkan mata, pria itu pun menangis sambil mendekat ke arah Ana. Dia berlutut didepan anaknya, lalu menunggu Ana membuka tangannya yang menutupi wajah.
Ana membuka tangannya lalu menatap ayahnya, matanya memerah dan air mata masih mengalir dari sana. Ayahnya pun memeluk putrinya itu dengan erat.
"Maafkan ayah," dia merasa gagal menjadi seorang ayah. Dia merasa gagal karena tidak bisa melindungi putrinya. Ana masih menangis di bahu ayahnya.
*
*
Amerika, Jam 09.00 Pagi.
Saat Bumi mandi, Bella berhasil membobol kata sandi laptop milik Bumi. Dia mengernyitkan dahi saat tahu pria itu menggunakan tanggal lahir Ana untuk dijadikan kata sandi laptopnya.
Dilihatnya sebuah video yang tadi Bumi tonton,
"Apa ini?" Gumamnya sambil memutar video itu. Dia tidak tahu maksudnya jadi dia mengeluarkan pesan itu dan beralih membaca pesan lain.
Cih, apa-apaan ini. Bukankah Ana bilang kalau hubungan mereka hanya sandiwara? Tapi kenapa semesra ini !!
Bella merasa kesal melihat nama Ana terpajang dengan emotikon cinta seperti itu. Dia membuka pesan dari adiknya, dilihatnya pesan terakhir mereka. Lagi-lagi, dia merasa emosinya memuncak ke kepala akibat membaca setiap perkataan mesra yang Bumi kirim ke wanita itu.
Wanita itu segera mengetikan pesan pada Ana,
^^^Untuk : Ana 🖤^^^
^^^Hari ini, aku tidak ingin diganggu dulu.^^^
^^^Bersenang-senanglah di Busan!^^^
Pesan itu langsung dikirim oleh Bella, tidak lupa dia juga langsung menghapus pesan yang tadi dia kirim. Agar Bumi tidak curiga. Dia buru-buru mengembalikan ke video yang sebelumnya lalu menutup laptop itu lagi.
Saat Bumi keluar dari kamar mandi, dia bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Bumi juga masih melihat laptopnya ditempat yang sama.
Bumi yang sudah mengenakan pakaian ganti, langsung membereskan barang-barangnya. Dia juga tidak lupa untuk membawa semua peralatannya kembali kedalam tas.
__ADS_1
Dia meraih laptopnya yang masih ada di meja makan, Pria itu mengenakan Sweater berwarna hijau dan juga topi untuk mengurangi rasa dinginnya udara disana. Tidak lupa juga dia mengenakan masker sebelum pergi keluar.
(Gambaran Bumi saat itu).
Bella beranjak dan berjalan kekamarnya , dia mengganti pakaiannya dan meraih tas kecil untuk dia bawa. Dia tidak perlu membawa uang kan? Karena dia sudah punya ATM berjalan. Dia juga merapikan rambutnya lalu memakai beberapa aksesoris yang menyempurnakan tampilannya.
(Gambaran tampilan Bella Jung saat kekuar dari kamar).
Dia keluar dengan dress hitam yang dipadukan dengan aksesoris cantik berwarna emas. Tidak lupa juga dia menjepit rambutnya setengah, wanita itu keluar dan menatap Bumi dengan datar.
Dia ingin marah, tapi jika dia meluapkannya sekarang, Bumi akan tahu kalau dia memeriksa laptopnya secara diam-diam. Bumi melihat wanita itu dari ujung kaki ke ujung kepala.
Dia melihat dress mini itu agak terangkat akibat perut Bella yang sudah membesar.
"Kau yakin akan mengenakan itu?" Bumi menanyakan itu pada Bella, sambil meraih tasnya yang sudah rapih.
"Aku yakin, kenapa kau membawa tasmu?" Bella mengangkat sebelah alisnya, dia pun mendengus agak kesal melihat Bumi sudah mengemasi barangnya.
Jika benar Bumi dan Ana berhubungan, dia akan pastikan bahwa mereka secepatnya putus. Karena setelah pertimbangannya selama ini, dia akhirnya akan memutuskan untuk menikah dengan pria itu. Dia ingin memiliki keluarga yang sempurna bersama anaknya.
"Aku harus kembali ke hotel setelah ini." Bumi mengeratkan tasnya ke bahu, dia sudah bersiap untuk keluar.
Bella dengan langkah malas mengikuti Bumi dari belakang, dia mulai merengek untuk meminta Bumi tidak pergi dari apartemennya.
"Jangan pulaaaang, aku masih merindukanmuuuu." Bella bernada manja sambil berjalan dibelakang pria itu.
"Aku harus pulang, aku tidak bisa berlama-lama disini." Bumi masih terus berjalan sampai keluar dari apartemen Bella.
Bella pun menutup pintu apartemennya.
...****************...
...****************...
__ADS_1