MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 14 : Sudut Pandang Minhyun


__ADS_3

...~MINHYUN~...



Aku kembali ke apartemenku, masih dengan rasa khawatirku pada Ana, aku berjalan masuk ke kamarku, sebenarnya aku tidak ingin meninggalkannya sendiri. Tapi jika aku tidak masuk kuliah, seseorang pasti akan melaporkannya pada Ayahku.


Aku berjalan ke kamar mandi dengan menenteng handuk, rambutku yang masih acak-acakan terlihat jelas di cermin kamar mandiku. Kelas pertama akan mulai di jam 8 pagi. Harusnya Ana dan aku satu kelas hari ini.


Selesai mandi, Aku menyiapkan roti bakar dengan selai Coklat , tidak lupa juga aku membuatkannya untuk Ana dan temannya, Yuri.


Aku memilih kaos hitam dan celana jeans untuk kugunakan ke kampus nanti, aku melahap habis roti bakar buatanku. Walaupun rasanya agak pahit sedikit karena ada bagian gosong diujung roti itu.


Setelah persiapan ke kampusku selesai, aku segera turun dan membawa makanan yang sudah kubuat sebelumnya untuk Ana. Aku mampir untuk sekalian memeriksa, apakah Yuri sudah datang atau belum.


Aku berjalan keluar dari apartemen, lalu masuk kedalam lift. Tak butuh waktu lama. Karena jarak apartemen kami hanya berbeda satu lantai saja. Sesaat pintu lift terbuka aku bisa langsung melihat pintu kamarnya. Aku menekan bel, lalu tak lama seseorang membukakan pintu.


"Ada apa?" Tanya wanita yang baru kutemui pertama kali, rambutnya berponi dengan mengenakan sweater kebesaran terkesan tomboy. Kurasa, itu Yuri.


"Aku membuatkan sesuatu untuk kalian," Aku memberikannya kepada wanita itu.


"Tolong jaga Ana selagi aku pergi, aku akan menjaganya kembali sepulang dari kampus." Aku menyeringai agak canggung.


"Kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan menjaganya dan terimakasih untuk makanannya!" Kata Yuri sambil melambaikan tangan, aku mengangguk lalu kembali masuk kedalam lift. Kulihat wanita itu langsung menutup pintu.


Kemudian, aku berjalan ke halte bus didepan gedung untuk menunggu bus disana. Tidak berselang lama bus pun datang dan aku masuk kedalamnya.


...KILAS BALIK PERTEMUAN KELUARGA KEMARIN...


Aku melihat Ana dan Dongmin pergi pagi itu, setelah membuang sampah aku bersiap kerumah ayah untuk menemuinya. Sesampainya dirumah, aku duduk di kursi untuk menunggu ayah datang, tak lama aku melihat sosok pria diusianya yang 40 tahunan berjalan gagah ke arahku, ya itu adalah ayahku. Dia langsung mengajak ku untuk bermain Golf bersama Paman Kim dan sepupuku, Bumi. Aku pun mengiyakan ajakannya..


Hari itu, aku bertemu dengan Bumi dan ayahnya. Aku dengan canggung menyapa mereka. Aku memang tidak terlalu akrab dengan Bumi. Jadi, rasanya tidak enak jika berlama-lama dengan mereka.


"Kemana Dongmin? Aku sudah lama tidak melihatnya?" Tanya Paman Kim pada ayahku.


"Anak itu, dia sudah 2 minggu tidak pulang ke rumah, Minhyun bagaimana kakakmu?" Ayah menatapku menunggu jawaban, aku kebingungan tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku sering bertemu dengannya dikampus," Terpaksa aku harus berbohong.

__ADS_1


Aku tahu pasti, bahwa Dongmin sedang cuti kuliah. Dan kurasa, sepupuku Bumi mengetahui kebohonganku. Untunglah dia tidak berkomentar apapun, dia hanya menyeringai kearahku.


"Bagaimana denganmu? Kuliahmu?" Bumi mengambil camilan biji matahari yang tersedia di atas meja kami.


"Semuanya berjalan lancar," Jawabku singkat, aku tidak pandai basa-basi jadi aku bingung harus bertanya apa padanya.


Siang itu, kami bermain golf sampai sekitar jam 3 sore. Aku memperhatikan pria yang memakai topi putih dan kaos polo berwarna senada. Selama ini, aku hanya melihatnya sesekali saja. Selebihnya kami tidak pernah banyak mengobrol. Tapi untuk hari ini aku cukup banyak berbicara dengannya.



(Avaneesh Bumi Kim).



(Gambaran Minhyun).


"Kurasa, setelah ini aku akan mampir ke kantor dulu." Bumi memasukan semua alat golfnya ke dalam tas. Dia mulai rapih-rapih dan hendak pergi dari sana. Begitupun denganku, kurasa hari ini sudah cukup.


"Ada apa Nak?" Tanya Paman Kim pada anaknya itu.


"Aku harus menyicil beberapa berkas perjanjian investasi yang harus ku tandatangani, ayah." Bumi membenarkan posisi topi nya, dia juga mengeratkan tas berisikan alat golf itu ke pundaknya.


"Kau sangat luar biasa Bum, tapi aku mendengar rumor yang tidak baik. Katanya, keadaanmu sedang kacau?" Ayah tertawa kecil, aku tidak tahu apa tujuan ayah berbicara seperti itu.


"Aku sedang berusaha menjadi lebih baik," Bumi menyeringai dengan malas menanggapi ayahku.


"Tolong ajari Minhyun, aku harap dia bisa ikut andil di perusahaan kita." Ayahku rersenyum sambil menepuk pundakku.


Bumi menatap wajahku yang terlihat tidak tertarik bergabung ke perusahaan.


"Tentu saja, dengan senang hati aku akan mengajarinya, lain kali temui aku dikantor! Kau tidak perlu sungkan, Aku akan mengajakmu keliling kantor," Bumi menyeringai kepadaku.


"Ya tentu," jawabku singkat sambil mengangguk.


...KILAS BALIK SELESAI...


Sesampainya dikampus, aku berjalan masuk ke kelas ku. Disana aku melihat Somi dan Lee Ze yang menatapku masuk keruangan. Tak lama, dosen pun masuk keruangan. Dia mulai mengabsen setiap mahasiswa.

__ADS_1


Semua yang dipanggil hampir menyahut panggilan Dosen, hanya Ana yang tidak karena wanita itu memang sedang tidak masuk kelas.


"Anastasia Jung? Ada yang tahu anak ini kemana?" Tanya Dosen itu.


Aku pun memberanikan diri untuk menjadi juru bicara Anastasia,


"Ana sedang sakit pak!" Jawabku sambil berdiri.


"Apa itu salahku? Dia tidak bisa berjalan?" Dosen itu mengucapkan kata kurang pantas dan menatapku tajam.


Aku merasa geram mendengar perkataannya, tapi aku tidak menanggapi omongan sampah dosen dihadapanku.


"Kau tahu darimana? Apa kau kekasihnya?" Pertanyaan Dosen itu membuat semua orang melihat ke arah ku. Aku tidak bisa menahan kesabaranku lagi, aku ingin sekalj menghajarnya.


"Apa aku harus menjadi kekasihnya untuk mengetahui keadaanya?Apa hakmu berbicara seperti itu?" Aku merasa geram dan memutuskan untuk pergi dari sana. Aku mengambil tasku lalu pergi meninggalkan kelas.


"Apa-apaan tadi? Apa dia mau aku blacklist juga?" Dosen itu membanting buku ke meja dihadapan mahasiswa lain, yang lain tidak ada yang berani protes karena takut.


Aku keluar, lalu melihat Dongmin yang baru saja datang menghampiri teman-temannya di Koridor Kampus. Dengan tangan mengepal aku langsung menemui pria itu.


Tanpa basa-basi aku meluapkan emosiku pada pria itu,


BRAKKK


Dongmin terdorong kebelakang, dia menatapku dengan tajam. Pria itu berdiri dan mendekat kearahku. Dia juga meraih kerah kaos ku dan memicingkan matanya.


"Apa itu brengsek?" Matanya memerah, begitupun denganku yang sudah tidak tahan dengan perbuatannya pada Ana.


"Kau dan ayahmu sama saja! DASAR PENGECUT!" Teriakku padanya, kini semua orang menatap kami dengan membelalak. Belum ada yang memisahkan kami, kurasa tidak ada yang berani.


"Ada apa? Jelaskan!" Pekik Dongmin dihadapanku.


"Kau pengecut seperti ayahmu!" Tegas ku.


"Dia juga ayahmu keparat!" Dongmin meninju wajahku, aku yang berdiri tidak seimbang jatuh tersungkur kebelakang.


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2