
Bumi sedang fokus mengendarai mobilnya sedangkan Ana sibuk berkutat dengan handphone, bertukar pesan dengan Somi dan Lee Ze di obrolan grup bernama cheers .
Cheers (somsomi , Lezey, Anajung)
Somsomi : Kau harus lihat betapa menggemaskannya mereka tadi hahah🤣
Lezey : huhu sayang sekali aku tidak lihaaaaat ðŸ˜ðŸ˜
Anajung : Jangan bergosip!!!!!!!!!!!!!
Somsomi : Upsie , Avaneesh Bumi bahkan rela menenteng tas feminim seperti itu🤣🤣, bukti cinta
Lezey : Dimana kau mendapatkan pria seperti dia, tolong kabari aku ya kalau ada satu lagi
Anajung : tidak habis thinking saya 😴
Somsomi : 🤣🤣🤣🤣masih ada slot
Lezey : Siapa?
Somsomi : Dongmin dan Minhyun🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anajung : Aku tidak akan merestui kalian
Somsomi : Ana, seharusnya jika bisa tiga kenapa pilih satu lolðŸ˜ðŸ˜ðŸ¤£
Ana merapatkan mulutnya menahan tawanya pecah, pipi nya sudah merah merona menahan tawa yang ingin sekali dia keluarkan. Bumi pun menoleh ke arah wanita itu, menaikan sebelah alisnya keheranan.
"Ada yang lucu?"
Ana menutup mulutnya dengan tangan sambil menggeleng kan kepala.
"Hanya obrolan anak muda" Kata Ana menyeringai
Bumi melotot ke arah Ana, agak kesal karena Ana sering bawa-bawa umur, padahal Ana sama sekali tidak berniat mengejeknya.
"Maksudmu aku sudah tua??"
"Ah ayolah!!!!!!! Aku tidak berkata seperti itu"
Mood Ana jadi rusak karena pria ini, dia memalingkan wajahnya ke jendela.
Ponselnya berdering, ada pesan masuk lagi.
Dongmin : Kau dimana?
Deg
Ana agak terkejut membaca pesan itu, pria itu muncul lagi, dia baru saja belajar move on. Lagipula dia tidak bisa melanjutkan hubungan mereka, dia sudah terlanjur menandatangani perjanjian itu. Ana juga tidak mau menambah masalah dengan berhubungan dengannya.
Ana mulai mengetik balasan,
Anajung : Aku sedang dalam perjalanan
Dongmin : Kemana?
Anajung : Pusat Kota
__ADS_1
Dongmin : Dengan siapa?
Ahhh Ana merasa Dongmin sedang menginterogasinya sekarang, seperti lirik lagu you've been where? with who? .
Ana menghela nafas panjang, Bumi tiba-tiba saja merebut ponselnya.
"heyyy!!! Kau melanggar perjanjian kita nomor 7 !!!" Ana mencoba merebut kembali ponselnya
"tidak, aku tidak akan memberikan ponselmu, aku akan menambahkan syarat lagi yaitu tidak boleh bermain handphone saat sedang bersama ku atau aku...." Bumi membuka kaca Jendelanya
Dia mengancam akan menjatuh kan ponsel Ana, dasar seperti anak kecil sekali.
"Baiklah-baiklah, tapi jangan jatuhkan ponsel itu kumohon" Ana menyatukan kedua telapak tangannya memohon dengan wajah sendu.
Bumi menatap wanita itu sebentar, puppy eyes nya meluluh lantahkan Bumi , dia memang tidak berniat untuk menjatuhkan ponsel itu. Jadi dia kembalikan lagi pada Ana.
Ana tersenyum mengambilnya, lalu menaruh ponselnya di dalam tas kecil milik nya.
1 jam berlalu, akhirnya mereka sampai di pusat perbelanjaan kota. Bumi memarkirkan mobilnya di basemen gedung. Ternyata beberapa ajudannya sudah menunggu disana.
Ana mengernyitkan dahi melihat 5 orang berbadan tinggi besar menyapa mereka.
"Aku punya banyak fans" Bumi memainkan poni superman nya .
"cih" Ana mencibir
Bumi hanya menyeringai lalu berjalan didepan Anastasia, Para Ajudannya menjaga mereka disekeliling.
"Johan? Kau sudah kosongkan mall ini?" Bumi menoleh ke arah Johan
"Baru sebagian pak"
Ana menggeleng melihat tingkah Bumi yang semaunya.
(Lagipula untuk apa sampai harus dikosongkan, memang nya ini miliknya?) Ana menaikan sudut bibirnya
"Aku punya saham di mall ini"
Dia seperti cenayang, bisa-bisa nya dia membaca pikiran wanita itu. Ana mengeratkan tasnya. Tanpa komentar dia berjalan mengikuti Bumi.
"Pilih sesukamu aku akan menunggu" Bumi duduk di Sofa yang disediakan
Ana tertegun, dia sedang berpikir mana yang harus dia beli.
"Jangan terlalu lama berpikir, kau bisa membeli apapun yang kau ingin kan. You want it you got it okay? "
Ana tidak tahu harus senang atau kesal tapi perasaannya kini sedang campur aduk. dia sadar sekarang dia sedang bekerja, jadi anggap saja ini adalah bayaran untuknya.
"Silahkan" Seorang wanita muda mengantar Anastasia untuk memilih
Dengan cepat Ana langsung memilih pakaian, apa yang dia lihat, dia suka , dia beli.
"Aku mau yang itu"
Untunglah dia tidak terlalu pusing memikirkan ukuran dari baju itu, karena sudah pasti tubuh kurusnya ini muat dengan semua jenis baju.
"Aku mau yang itu juga"
__ADS_1
Ana menunjuk dengan leluasa, dia bernafas lega dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli semua ini.
Ini bayaran yang murah untuk jasa yang mahal.
Mereka berjalan ke toko sepatu, wanginya harum sekali ciri khas wangi sepatu baru.
Ana mulai mencoba beberapa pasang sepatu, Bumi ikut berkeliling mencarikan Ana sepatu, dia terpaku pada Sepatu di kotak kaca yang dipajang dengan indah.
"Aku mau lihat yang itu"
Pegawai nya terkejut mendengar pernyataan Bumi, dia segera membuka nya dengan perlahan lalu mengambil sepasang sepatu itu.
"ini adalah Stuart Weitzman Tanzanite Heels harganya 2 juta dollar"
Para Ajudannya berkeringat saat mendengar harga yang disebutkan tadi, Bumi menyeringai.
"Aku tidak menanyakan harganya, aku mau yang itu" Bumi menunjuk sepatu itu
Ana kembali dengan beberapa pasang sepatu yang dia pilih, dia lalu terdiam melihat sepatu yang sempat dia lirik tadi.
(Harga sepatu itu sangat mahal bahkan bisa membiayai hidup ku selama satu tahun penuh) batin Ana.
Bumi meraih sepatu itu, sambil tersenyum dia meminta Ana duduk di sofa.
"Duduklah"
Ana menaikan sebelah alisnya,
(tidak mungkin kan dia membelinya untukku?)
Ana mengikuti perintahnya, lalu duduk di sofa, Pria ini berlutut sambil membawa sepasang sepatu itu, dia perlahan melepas sepatu yang Ana pakai.
Jantung ana berdegup, ternyata pria ini bisa sekali bersikap manis seperti itu. Dia mencoba mengatur nafas nya dan mencoba mengendalikan rasa malunya.
Bumi memasangkan heels cantik itu dikaki Ana perlahan. Para Ajudan dan staff disana tersenyum melihat hal romantis itu.
"mereka serasi sekali" Bisik salah seorang staff pada temannya
"kau mau seperti itu?" Johan menggoda staff tadi, staff itu langsung mengangguk
"Baiklah, aku harus menabung dulu selama 10 tahun" Candanya
Bumi dan Ana yang mendengar itu tertawa sambil menatap satu sama lain, pasangan ini terlihat seperti pengantin baru saja. Hari itu mereka membeli banyak kebutuhan Anastasia. Rencananya setelah ini mereka akan langsung ke salon dan juga ke tempat Jas membeli setelan tuxedo baru untuk Bumi.
Bumi sudah memberitahu keluarganya bahwa Ana jadi datang kerumah, dia yakin kalau keluarganya juga sedang bersiap untuk menyambut Anastasia hari ini. Begitu indahnya jika suatu hubungan di restui keluarga. Tidak perlu dibelakang layar dan sembunyi-sembunyi.
......................
AMERIKA
Bella keluar dari rumah sakit memegang selembar kertas hasil test keseluruhan. Dia berdiam diri diambang pintu, nafasnya tersenggal-senggal seakan ada kesedihan yang mendalam. Dia berjalan keluar menuju mobilnya, dia masuk kedalam mobil itu.
Dia menyandarkan kepala nya ke stir mobil, menangis.
"Kenapa? Kenapa harus beginiiiii" dia berteriak didalam mobil
__ADS_1
...****************...
...****************...