
Dongmin menoleh ke arah Ana sebentar lalu fokus lagi ke jalan.
"Untuk apa?"
"Aku seharusnya tidak menyatakan perasaanku padamu" Ana menunduk melihat jari jemarinya
"kenapa? Aku senang karena kau jujur dan membalas perasaanku" Dongmin tersenyum
"Aku akan menunggumu....." Dongmin menoleh ke arah Ana yang sekarang menatapnya
Ana semakin merasa bersalah, dia tidak ingin pria ini menunggunya. Dia juga tidak mau menyakiti Dongmin, apabila nanti perasaanya berubah.
"Kau tidak perlu menungguku, aku bahkan tidak tahu sampai kapan akan keluar dari situasi ini" Ana mendengus pelan
Dongmin mengusap rambut Ana pelan dengan tangan kanannya, pria itu tersenyum.
"Kau harus keluar dari situasi ini, aku akan menunggu"
Alasan Dongmin bersikeras menunggu Ana adalah karena dia tahu, jika Seandainya nanti wanita ini benar-benar mencintai sepupunya , dia pasti akan terluka jika suatu hari tahu tentang mantan kekasih Bumi yang hamil itu. Maka dari itu dia akan berusaha ada didekatnya walau hanya dengan mengamati.
Cintanya tulus, Anastasia adalah cinta pertamanya untuk saat ini. Dia baru merasakan hal ini setelah sekian lama menutup hatinya karena takut menyakiti seorang wanita. Dongmin tersenyum melihat Ana yang canggung akibat perlakuannya.
Dia melepaskan tangannya dari puncak kepala Ana, lalu kembali menyetir.
"Bagaimana denganmu apa yang ingin kau sampaikan?" Ana menoleh ke arah Dongmin serius.
"Aku minta maaf soal kejadian waktu itu, aku tidak menyangka aku pergi ke rumah mu dan... Maafkan aku karena malam itu juga aku mencoba-- " Dongmin berhenti tiba-tiba, dia menggigit bibir bawahnya.
Ana tahu maksud pria itu jadi dia langsung menjawabnya.
"Tidak apa-apa aku tidak masalah" Ana tersenyum lalu menoleh ke arah jendela.
Dia tiba-tiba teringat ciumannya semalam, lalu memegang bibirnya.
"Ada apa?" Dongmin melihat gelagat Aneh Ana
Ana menggeleng kan kepalanya, setelah 15 menit mereka sampai di Kampus. Dia keluar dari mobil itu lalu berpamitan pada Dongmin, tidak lupa mengucapkan terimakasih padanya.
Ana berjalan ke arah kampus, lalu menuju kelasnya. Seperti biasa dia menyapa Somi dan Leezey sahabatnya.
Ah sudah lama aku tidak bertemu Yuri, apa dia sudah pulang ke Seoul?
Yuri sahabat Ana memang sedang mengambil cuti untuk pulang ke daerah Busan, disana Ayahnya tinggal seorang diri dan sedang sakit. Ana belum tahu kabarnya saat ini, nomor teleponnya juga jarang sekali aktif.
Hari itu Ana terlihat cerah, matanya juga berbinar. Bahkan bibirnya yang pink semakin terlihat merona .
"Hmmm kenapa seperti ada yang aneh ya???" Somi mulai menggoda Ana
__ADS_1
Leezey mengangguk, Ana mengangkat sebelah alisnya lalu menoleh ke arah mereka berdua dengan sinis. Kemudian dia tertawa diikuti dengan Somi dan Leezey.
"Aku merasakan sesuatu" Somi menyenggol bahu Leezey
"Kemarin kekasihmu mengirim Truk makanan dan cemilan banyak sekali untuk di kantin, hm sayang sekali kau tidak disini"
"Aku bersamanya kemarin" Ana mengibaskan rambutnya
"hmmmmmmmmmmmmmm" Somi dan leezey makin seru menggoda Ana
"Pantas saja aura mu berbeda, jangan bilang kau dan diaaaa dari hotel ! " Somi menunjuk Ana
Ana langsung menurunkan jari itu, lalu melotot ke arah Somi
"Sssh jangan bicara sembarangan, kalau orang lain mendengar aku dan Bumi bisa ada dimajalah gosip! Lagipula kami tidak kesana kemarin, kami ke Paju menemui Minhyun" Ana menyeringai
"Minhyun? Oh iya dia benar akan pindah ke Paris?" tanya Leezey
Ana menggeleng ke arah mereka berdua,
"Dia tidak jadi pindah"
"Benarakaaah??? Lalu mana dia sekarang?" Somi menoleh ke kanan kiri
"Ah benar juga dimana Minhyun sekarang?" Ana ikut mencarinya
Dia baru sadar kalau Minhyun tidak datang untuk kuliah. Entah ada masalah apalagi, tapi dia lupa untuk bertanya pada Dongmin tadi. Ana harap pria itu baik-baik saja. Ana dan yang lain fokus menatap penjelasan Dosen.
Ponselnya berdering
"Ya bu?"
"Apa kau sudah menelepon Anaaa??? Ibu ingin mengajaknya pergi berbelanja"
"belum hehe" Bumi menyeringai
"Kenapaa? Kalau begitu berikan nomormya pada ibu"
Bumi terkejut mendengar ibunya meminta nomor wanita itu.
"Baiklah, aku saja yang meneleponnya. Sudah dulu ya bu byee" Bumi langsung memutuskan panggilannya, dia takut jika ibu nya punya nomor Ana, para wanita itu akan menggosipkan dirinya
Dongmin kembali ke kantor setelah mengantar Ana, dia masuk keruangan Bumi lalu menyerahkan kunci mobil pria itu.
"Kau sudah bicara padanya?" Bumi menghampiri Dongmin
"Ya sudah, Kau harus ingat janjimu Bum, katakan kebenarannya pada Ana sebelum kakek meminta mu menikahinya. Aku tidak akan membiarkan mu menyakitinya" Dongmin mendekat ke meja Bumi lalu menaruh kunci Mobil Porsche nya disana
__ADS_1
"Ya tentu"
Dongmin keluar dari ruangan Bumi lalu kembali ke ruangannya. Bumi menyandar di kursi nya sambil memejamkan mata. Dia bernafas panjang dan menghembuskannya pelan.
Kenapa ada ketakutan dalam dirinya, apa dia takut Ana kecewa dan pergi?
Ini sudah waktunya Jam makan siang, Bumi turun dari ruangannya menuju cafe dibawah. Dia pergi seorang diri karena Dongmin masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia mencoba menelepon Ana...
"Halo"
"Ibu ku ingin mengajakmu berbelanja nanti sore sepulang kuliah"
"Kenapa baru mengatakannya sekarang? hari ini pakaianku sepertinya kurang cocok untuk pergi berbelanja dengan ibumu hehehe"
Bumi mengernyitkan dahi sambil mengangkat sudut bibir kirinya.
"Jangan bilang kau pakai pakaian mini lagi? Ganti pakaianmu sekarang !!!!! " Dia emosi
Manager Cafe yang melihatnya tersenyum dari kejauhan
"Ck kenapa kau marah?" Ana mengerucutkan bibirnya
"Ganti, cepat pergi ke toko terdekat lalu beli pakaian yang sopan aku akan kirim uangnya" Bumi masih memarahi Ana
"Aku tidak bilang aku memakai pakaian mini kan???" Ana menaikan nada suaranya
"Lalu apa yang kau maksud kurang cocok huh?"
"aishh sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu" Ana memutuskan panggilannya.
Bumi mengatur nafas mencoba mengendalikan emosinya. Manager Cafe menghampiri Bumi lalu tersenyum.
"Tenangkan lah dirimu... Aku baru melihat mu mengomel seperti itu lagi" dia tertawa kecil
"Wanita itu, tidak pernah mau mendengarkanku" Bumi mengerucutkan bibirnya cemberut
"Wanita harus diperlakukan lemah lembut, jika tidak dia tidak jangan harap dia akan mendengarkan mu"
Bumi menunduk, dia sudah mulai tenang.
"Baiklah terimakasih"
Dia segera pergi ke Hankuk untuk melihat wanita itu, dia ingin memastikan dia tidak memakai pakaian yang mini untuk bertemu ibunya. Dia berkendara dengan sangat cepat untuk sampai Hankuk.
Tidak butuh waktu 15 menit Bumi sudah sampai disana. Dia segera turun lalu mencari Ana ke dalam kampus. Semua orang memperhatikan pria itu, bagaimana tidak Avaneesh Bumi si orang yang katanya paling sibuk malah menyempatkan diri ke kampus tanpa janji.
__ADS_1
...****************...
...****************...