
Senang melihat Dongmin dan Bumi kembali akrab seperti dulu, mereka mulai memperbaiki keadaan yang kemarin sempat memanas.
Disisi lain, Anastasia sedang bersiap untuk pergi ke kampusnya, Ajudan Bumi yang bernama Johan sudah menunggu nya diluar apartemen.
Dia segera turum membawa beberapa buku dan tas selempangnya, lalu menemui Johan.
"Selamat pagi bu" Johan memberi salam
"Pagi, tapi panggil saja aku Ana" Ana masuk ke mobil itu dibantu oleh Johan untuk membuka pintunya
Johan langsung masuk dan memakai sabuk pengamannya.
"Tidak bisa seperti itu, saya akan panggil nona saja kalau begitu"
"Baiklah terserah kau saja"
Ana melihat pemandangan kota selama perjalanannya ke kampus. Dia mendapat pesan dari Bumi, pria itu sedang menunggu Ana mengucapkannya selamat,
Bumi KIK:
"kau tidak mau memberi ku selamat?"
Ana belum paham maksudnya jadi dia langsung mencari tahu dan ternyata muncul lah berita peningkatan saham KIK itu. Ana ikut senang melihatnya.
Anajung :
"Selamat!!!! Keren"
Bumi KIK :
"Hanya itu saja? Aku ingin hadiahhhh!!!!"
Anajung :
"Apa?"
Bumi KIK :
"Ke apartemenku lah malam ini"
Anajung :
"Untuk apa?"
Bumi KIK :
"Merayakan keberhasilan ku hehehehe"
Ana tidak membalas pesan pria itu, dia malah merubah nama Bumi di kontaknya, dari Bumi KIK menjadi Bum. Tiga huruf yang menunjukan kedekatan. Ana sedang berpikir untuk membelikan pria itu hadiah, tapi kenapa harus ke apartemennya sih.
Bum :
"Kita keluar makan malam saja hari ini, besok juga ada acara kantor jadi kau harus hadir"
Pemuda itu meralat ketikannya tadi, Ana tetap belum membalas pesan Bumi. Dia sebentar lagi sampai di kampus.
Dia turun dari mobil, terlihat Somi dan Lezey menunggu nya didepan kampus. Geng Cheers itu langsung memeluk satu sama lain
"helloooooooo" Somi melambaikan tangan
"Helooooo" Ana memeluk Somi dan lee Ze
__ADS_1
"Tumben tidak di antar pangeran" Somi menggoda Ana
"Kuda putih nya sedang disewakan" Ana memutar bola matanya dan berjalan melalui Somi dan Lezey, kedua sahabatnya berlari kecil menyusul Ana. Mereka tertawa bersama.
Pagi itu dia tidak melihat Minhyun, dia sempat mencari pria itu tapi dia tidak ada dikelas. Hari ini adalah presentasi gambaran untuk projek berikutnya, Ana bisa memilih satu orang Asisten untuk membantunya membuat patung.
Ana, Somi dan Lee zee duduk bersebelahan.
"Kemana Minhyun?"
"Aku juga tidak tahu, tidak biasanya dia bolos"
Ana mengangguk, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sesuatu.
Anajung ke Minion
"Kau tidak kuliah hari ini?"
Tidak ada balasan, jadi Ana langsung memasukan ponselnya kembali ke dalam tas. Dia memang senang menamai kontak teman-teman nya dengan nama-nama unik, menurutnya itu lucu dan bisa menghibur dirinya, Ana menaikan tangannya dimeja sambil mengetukan jari. Tidak lama Dosen nya pun datang.
"Pagi semuanya.. Kita ada pengumuman penting"
Semua orang langsung bergerumuh ramai, pengumuman apakah yang akan disampaikan Dosen itu.
"Teman kita Minhyun akan pindah ke Paris sesegera mungkin"
Ana, Somi dan Lee Ze langsung bertukar pandangan.
"Untuk apa dia pindah, kenapa tidak sejak awal saja?" Somi mengernyitkan dahinya
"Mungkin karena Ayahnya" Kata Lee ze
(Sebenarnya ada masalah apa?) itulah yang ada dipikiran Ana
Mereka kembali fokus pada presentasi di depan, semuanya maju satu persatu untuk mempersentasikan gambaran projek mereka untuk bulan depan.
Projek Ana bulan depan adalah membuat patung sederhana yaitu kerang, kerang memiliki cangkang yang keras untuk dapat melindungi mutiara berharga yang dimilikinya, membuat kerang menjadi simbol cinta kuno yang menunjukkan sifat cinta yang melindungi. Selain itu, kerang juga kerap digunakan sebagai representasi dari cinta dan kesuburan.
Setelah selesai berpresentasi Ana, Somi dan Lee ze keluar. mereka ada jam kosong selama 1 jam sampai ke waktu makan siang.
"Aku akan menelepon seseorang dulu" Ana menaruh ponselnya di telinga sambil berjalan menjauh dari teman-temannya itu.
Tak lama panggilan pun tersambung,
"Halo Minhyun"
"Ana? Maafkan aku, aku tidak membalas pesanmu"
"Tidak apa-apa, kau dimana?"
"Aku ada disuatu tempat" Minhyun menatap gundukan tanah makam ibunya
"dimana? Apa Kau baik-baik saja??" Ana sangat megkhawatirkan sahabatnya itu
"Aku sedang tidak baik-baik saja Ana" Kata Minhyun lirih
Ana seperti merasakan kesedihan pria itu, dia mengatupkan mulutnya sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kau dimana? Aku akan kesana" Ana dengan sigap ingin menemui Minhyun
"tidak perlu aku berada ditempat yang jauh"
__ADS_1
"tidak apa-apa, Biarkan aku menemui mu, kirimkan aku alamatnya"
Minhyun mengirim lokasinya, Dia masih menatap makam ibunya yang tidak lama akan digusur itu.
Kilas Balik...
Minhyun mencoba bicara pada ayahnya mengenai makam ibunya yang akan di gusur, dia berjalan turun ke tangga lalu masuk ke ruang kerja ayahnya.
tok tok tok
Minhyun mengetuk pintu ruang kerja ayahnya, dia menunggu Rojun membiarkan dia masuk.
"Masuk" Suara Lee Ro Jun dari dalam ruangan
Minhyun membuka pintu itu dengan perlahan, dia masuk ke ruangan dengan gugup.
"Ada apa?" Pria itu masih berkutat dengan pekerjaannya tanpa menoleh ke arah Minhyun
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah" Minhyun mendekat ke meja kerja Ayahnya
"Apa? Penting atau tidak?"
Pria itu terlalu berhati dingin dan kurang berempati bahkan pada anaknya sendiri, penting ataupun tidak penting hargailah seorang anak yang sedang berbicara!
"Menurutku ini penting"
"Baiklah, sampaikan saja"
"Makam ibu.... Akan digusur" Minhyun ragu-ragu menatap ayahnya
Lee Ro Jun melepas kaca matanya lalu menatap Minhyun agak lama. dia mendengus.
"Itu bukan urusan ayah" Dia kembali mengenakan kaca matanya lalu fokus pada setumpuk kertas di depannya.
"Kumohon... Bantulah aku, walaupun ini tidak penting bagimu, tapi ini sangat penting bagiku" Minhyun mengiba pada ayahnya sendiri
lagi-lagi Lee Ro jun mendengus, dia malas membahas mendiang mantan kekasihnya itu dengan Minhyun.
"Dengan satu syarat, aku muak melihat mu dekat dengan perempuan itu, bahkan kau berani menyatakan ke pedulianmu didepan banyak orang" Rojun memalingkan wajahnya kesal
"siapa maksud ayah?" Minhyun mendekat ke arah ayahnya
"Siapa lagi kalau bukan kekasih si Bumi itu, sebenarnya apa yang dia berikan pada kalian sehingga kalian tergila-gila padanya" Lee Ro Jun menggeleng tidak habis pikir.
"Anastasia? Ini tidak ada hubungan dengannya, kenapa kau membahas dia?"
"Jika kau ingin aku mengabulkan permintaan mu, kau harus ikuti permintaanku" Rojun menatap Minhyun datar dan serius
"Apa itu?"
"Pergilah kuliah ke luar negeri, jika kau setuju aku juga akan menyetujui untuk memindahkan makam ibumu" Rojun menyeringai
Minhyun menatap ayahnya agak terkejut, kenapa pria itu mengirimnya ke luar negeri secara tiba-tiba?
Rupanya Lee Ro Jun merencanakan sesuatu, dia tidak ingin anaknya itu menggagalkan rencana nya yang sedang dia persiapkan dengan matang.
Kilas Balik Selesai.....
...****************...
...****************...
__ADS_1