
Hari itu ibu Ana tidak terlihat, rupanya dia pergi ke Busan ke rumah orang tuanya. Disana dia tidak mengatakan apapun soal Anastasia. Dia hanya merebahkan tubuhnya di kasur, lalu berusaha mengabari anak kesayangannya, Bella.
Tapi, beberapa kali di panggil, tapi tak kunjung tersambung. ternyata dia tidak tahu soal kepulangan Bella ke Korea.
Matahari pagi, mulai menyinari kota itu, banyak orang yang berlalu lalang di jalan. Ada yang hendak berangkat kerja, sekolah dan lain sebagainya. Bumi dan Bella Akhirnya sampai di bandara Incheon, mereka langsung bergegas menuju rumah Bumi.
Di sana Ibu Bumi sedang mengobrol dengan ayah mertuanya juga suaminya. Sedangkan Dongmin sudah pergi ke kampus sejak pagi buta sekali. Dengan raut wajah yang gugup Ibu Bumi mencoba untuk menjelaskan kondisi anaknya, juga tentang perempuan yang hamil itu.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Kakek ketua melihat menantunya dengan bingung, dari raut wajah menantunya itu .... dia tahu ada hal yang wanita itu sembunyikan.
"Ada hal yang harus aku bicarakan ... ayah ... sayang." Dia menoleh ke arah ayah nya dan juga suaminya bergantian.
"Kenapa kau nampak gugup?" Ayah Bumi ikut kebingungan melihat raut wajah istrinya, tidak biasanya wanita itu terlihat gelagapan.
"Bagaimana ... Jika sebenarnya kita akan segera mempunyai cucu?" Ibu Bumi menyeringai pelan.
Kakek ketua langsung tertawa kecil, "Jadi maksudmu kau hamil lagi?"
__ADS_1
Wanita itu menggeleng, "tidak ayah."
Kakek ketua langsung mengerutkan dahi, "Tidak mungkin, jadi kau ingin bilang bahwa Ana di rumah sakit karena dia sedang hamil?" Kakek ketua terlihat bahagia tapi juga sedikit membelalak, dia berharap itu benar.
Tapi bukan itu yang dimaksud menantunya, "Benarkah?" Ayah Bumi mengonfirmasi kebenaran pada istrinya. Ibu Bumi terlihat semakin gelisah, dia bahkan jadi ragu untuk melanjutkan penjelasannya itu pada mereka.
"Bukan begitu ayah, sayang ... Kita akan punya cucu bukan dari Anastasia." Ibu Bumi langsumg menunduk.
Kakek ketua pun langsung mengurutkan dahinya, "Apa maksudmu?"
Percakapan itu kian memanas, Ibu Bumi sendiri tidak tahu harus menjawab apa, tapi dia juga tidak bisa menutupi hal itu lagi, apalagi anaknya akan segera pulang ke Korea. Keheningan pun mulai dirasakan, tidak lama suara pintu mobil tertutup pun terdengar oleh ketiganya, mereka agak terkejut mendengar para penjaga menyapa seseorang.
Tidak lama masuklah seorang pria dengan balutan tuxedo putih juga perempuan dengan perut buncit yang berjalan di belakang pria itu. Kakek Kim dan juga Ayah bumi langsung membelalak tidak percaya, Ibu Bumi hanya bisa menyeringai dengan gugup, dia melihat Bella dari atas hingga bawah. Perut wanita itu sudah membesar, bahkan jemari kakinya terlihat mulai membengkak.
Kakek Kim tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya juga kebingungannya, "kau sudah pulang? Siapa dia?" tanyanya langsung pada pria itu.
Bumi menghela nafas pelan pria itu langsung berjalan mendekat ke arah mereka, sedangkan Bella masih tertegun di belakang Bumi, dia agak gugup karena Ini kali pertamanya bertemu dengan keluarga besar Bumi. "Kakek ada yang ingin aku jelaskan," Bumi langsung menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
"Kemarilah!" Dia meminta Bella untuk maju beberapa langkah dan berdiri di sampingnya. "Kakek, ayah, ibu, dia adalah Bella dan sekarang dia tengah mengandung anakku." Pernyataan Bumi membuat semua orang yang ada di sana membelalak, mereka agak tidak menyangka dengan hal yang sedang terjadi di depannya.
Sedangkan, ibu Bumi merasa bersalah dia sedang memikirkan tentang Ana. Apalagi wanita itu kini sedang dirawat di rumah sakit sekarang.
Bella mengangguk dan memberi salam kepada mereka semua, "Halo semuanya, perkenalkan namaku Bella, aku dan Bumi sudah saling mengenal satu sama lain sejak lama, bahkan sejak kami masih di bangku Sekolah Menengah Atas." Bella tersenyum tipis menyipitkan matanya.
Kakek Kim hanya bisa menatap Ayah bumi dengan datar, dia merasa bingung, karena selama ininyang dia tahu Bumi adalah kekasih Ana. Dia tidak tahu harus merespon seperti apa, menurutnya situasi saat ini sangatlah kacau. Dia harus meminta penjelasan pada cucunya, mengenai wanita yang tiba-tiba datang dengan perut yang besar.
Dia agak sakit kepala sekarang, jadi dia tidak banyak komentar ibu Bumi langsung berdiri dan menyambut Bella dengan baik, suka tidak suka bagaimanapun didalam perut itu ada calon cucunya.
"Selamat datang di keluarga kami Bella, Bumi sudah memberitahu pada ibu jadi ibu pasti akan merawatmu dengan baik di sini." katanya sambil tersenyum manis ke arah Bella.
Bella pun membalas senyuman itu, Ayah bumi menatap anaknya.
"Bum, ayah perlu bicara denganmu, kurasa kakek juga ingin berbicara. Bella, selamat datang di keluarga Kim, kau dengan ibu Bumi dulu ya. Kami harus meninggalkanmu sebentar," dia pun mengangguk sembari tersenyum "tentu pak" jawabnya singkat.
__ADS_1
...****************...
...****************...