MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 93 : Ambilah saja


__ADS_3

Mereka berempat sudah sampai di studio foto milik ayah Somi, keempat orang itu langsung turun dan masuk ke dalam. Tidak lupa mereka menyapa ayah Somi yang berkewarganegaraan Amerika itu disana.


"Halo selamat pagi ayah Somi," kata semua orang sambil menunduk.


"Pagi, Somi kau siap? Sini berdiri di dekat ayah. Yang lain, silahkan gaya behas sesuka kalian." Kata ayah Somi.


"Jadi? Kami akan dijadikan bahan uji coba Somsomiiii?" Lee Ze mengerutkan dahi, di sambut tawa yang lain karena melihat tingkahnya yang kini sedang bertolak pinggang.


"Kalian dapat foto gratis dan aku dapat model percobaan gratis, kita saling menguntungkan!" Somi tertawa kecil.


"Ya ya ya!" sahut Lee Ze berpura-pura tidak suka.


"Somi, putar dengan baik atur jarak yang bagus untuk memotret mereka!" kata ayahnya yang kini keluar untuk membelikan Somi dan temannya makanan.


"Siap ayah," Somi mulai memposisikan kameranya.


"Hey kalian! Cepat atur posisi!" Teriaknya pada ketiga sahabatnya.


"1 2 3!"


Berikut hasil foto yang Somi ambil dari mereka,



...(Lee Ze, Yuri , Anastasia)...



...(Ana, Yuri, Ze)...



Somi menghasilkan banyak potret, tapi hanya beberapa yang ketiga orang itu pilih. Dia mendelik ke arah sahabat-sahabatnya.


"Kyaaaa! Aku memotret kalian cukup banyak kenapa hanya ini yang kalian bilang bagus?" ocehnya.


Ana tertawa melihat wajah kesal sahabatnya itu, meskipun begitu wanita itu sangatlah bersyukur atas kehadiran para sahabatnya.


"Ayo sekali lagi, setelah itu kalian sendiri-sendiri!" pinta Somi pada mereka.


"Okaaay!" Jawan ketiganya kompak.




Satu jam melakukan pemotretan membuat mereka kelelahan, tapi hasil foto yang di dapat cukup membuat mereka senang. Ana pun mengganti tampilan foto di aplikasi perpesanannya dengan fotonya sendiri



Kecantikan wanita itu semakin bersinar sengan balutan gaun putih menarawang juga lipstik berwarna merah terang. Dia sangat menyukai pakaian yang Bumi berikan.

__ADS_1


Dia ingin sekali menunjukan foto itu pada Bumi, tapi terlalu gengsi untuk secara tiba-tiba mengirimkannya. Wanita itu kini menganggap hubungannya dengan Bumi sebagai sesuatu yang rapuh. Entah karena jarak ataupun hal lain yang dia tidak ketahui.


Yang lain, menyadari diamnya Ana. Seberusaha apapun mereka menghibur sahabatnya itu, tetap saja lukanya belum sembuh benar. Dia masih terus memikirkan pria itu.


Tidak lama, ayah Somi membawa jinjingan makanan yang sangat banyak. Ada 3 box pizza juga minuman yang langsung di taruh di meja kerjanya.


"Som, ajak temanmu makan di balkon!" pinta ayah Somi.


"Tentu Daddy, thankyou so much mmuah!" Somi mengecup pipi ayahnya lalu membawa makanannya keluar lebih dulu.


"Terimakasih pak!" kata ketiga sahabatnya.


"Sama-sama," tutur pria itu.


Mereka berempat kini sedang duduk di balkon yang langsung menghadap ke jalan raya, Somi membuka semua pizza nya dan menaruhnya ditengah mereka. Ana masih bingung setelah panggilan yang tidak dia jawab kemarin, kenapa Bumi belum meneleponnya juga.


"Makanlah! Jangan melamun!" Pinta Ze pada Ana.


Wanita itu tertawa kecil lalu melahap pizzanya yang kini mulai menyamarkan lipstik merah yang dia pakai.


*


*


Bumi yang masih menunggu Bella dirumah sakit sedang bersandar di sofa lalu merogoh ponseknya di dalam saku. Dia melihat pesan Ana yang belum terbalaskan. Pria itu menyadari foto nya berubah, dia pun memperbesar gambar seseorang yang sangat dirindukannya itu.


"Cantik," gumamnya, dia senang karena Ana memakai gaun yang dia berikan padanya. Bahkan bibir yang terlihat menawan itu emmbuat tenggorokannya sedikit kering.


^^^Untuk : Ana^^^


^^^Kau bersenang-senang?^^^


^^^Aku berharap kau selalu bahagia disana,^^^


^^^semoga sukses untuk proyekmu nanti.^^^


Itulah pesan yang di kirim pria itu pada Ana, dia menghela nafas lalu memejamkan mata setelah mengirimnya. Tidak lama suara surau Bella terdengar, dia meminta di ambilkan minum.


"Bum, aku haus.." kata wanita itu dengan lemas.


Bumi langsung mengerjap dan berjelan mendekat ke arah Bella yang terbaring, dia memberikan wanita itu segelas air sambil mencoba membangunkannya untuk duduk. Pria itu menatap Bella agak lama, wajah pucatnya benar-benar mengkhawatirkan.


Bella menenggak habis air minum di dalam gelas itu, kini dia menatap Bumi yang melihatnya dengan lekat. Wanita itu mengelus lembut pipinya.


"Terimakasih," ucapnya sambil tersenyum tipis.


Bumi kembali menaruh gelas itu di atas meja samping temapt tidur, dia juga tersenyum tipis lalu mulai membicarakan soal kepulangan mereka ke Korea.


"Aku sudah meminta perwakilanku menghadiri sisa acara di Eropa, kita bisa pulang minggu ini. Asalkan, kau sembuh dulu." ucap pria itu menatap Bella serius.


Bella tersenyum bahagia, dia memeluk bumi dan bersandar di dadanya wanita itu pun terlihat mencium pipi pria itu tipis lalu kembali menatapnya.

__ADS_1


"Terima kasih Bum, aku sangat menyayangimu!" katanya dengan senang, rasa sakitnya langsung hilang seketika setelah mendengar bahwa dia dan Bumi akan pulang ke Korea. Dia tidak perlu khawatir tentang ancaman mantan kekasihnya itu, karena setelah disana dia pikir dia akan hidup bahagia bersama pria yang diinginkannya.


Sedangkan, kegelisahan besar ada pada Bumi, dia sebenarnya belum siap dengan reaksi Ana nanti. apalagi media yang akhirnya akan tahu bahwa Ana dan Bella bersaudara.


Bagiamana perasaan dan citra Anastasia di halayak ramai nantinya. Apakah dia akan langsung di cap buruk oleh mereka?


Ponsel pria itu pun berdering, ia melihat pesan yang dia dapat, itu bukanlah dari Anastasia melainkan dari Dongmin.


^^^Dari : Dongmin^^^


^^^Kau kemana saja?^^^


^^^Apa kau selama ini menghubungi Ana?^^^


^^^kuharap ya, karena dia terlihat murung akhir-akhir ini.^^^


Bumi menghela nafas panjang, dia tahu sepupunya sangat berharap besar pada Ana. Maka dari itu, dia pikir Dongmin lebih pantas mendapatkan Anastasia dibanding dirinya.


^^^Dari : Bumi^^^


^^^Hubungan kami sudah berkakhir, ^^^


^^^Kau bisa mengambilnya. Aku memutuskan untuk^^^


^^^menikahi mantan kekasihku yang sedang hamil.^^^


Bumi yakin, pesan yang dia kirim bisa menyulut emosi Dongmin. Dia berharap, Dongmin mengambil alih dan mengatakan semua rahasianya kepada Ana. Alih-alih ingin menutupi itu, kini Bumi sudah pasrah namun, dia tidak sanggup jika harus mengatakannya langsung pada Ana.


Dia tidak sanggup melihat reaksi wanita itu, Ana pasti akan sangat kecewa dan bersedih. Jadi, dia harap sepupunya akan tega membongkar semua kebohongannya selama ini. Semua hal yang dua tutupi pada Ana.


Ponsel pria itu berdering lagi,


^^^Dari : Dongmin^^^


^^^Sudah kuduga, kau semurahan itu!^^^


^^^lalu kenapa kau tega pada Anastasia keparat!^^^


^^^aku akan membunuhmu!^^^


Bumi menatap datar balasan dari sepupunya, dia tahu pria itu akan sangat marah padanya. Dia berhak mendapatkan itu, dia harus diperlakukan seperti itu, pikirnya.


^^^Dari : Bumi^^^


^^^Terserah kau saja, ambilah wanita itu!^^^


Balas Bumi dengan terpaksa.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2