MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 70 : Jenis Kelamin bayi.


__ADS_3

Happy Reading ~~


......................


Matahari bersinar terang menyorot kamar tidur Bella, dia duduk dengan kesulitan. Perutnya sudah mulai membesar bahkan melebihi dadanya. Dia menyandarkan tubuhnya ke dipan tempat tidur.


Bella menoleh ke arah tembok kaca yang menembus langsung pemandangan gedung tinggi diseberangnya. Rupanya, dia lupa menutup gorden nya semalam.


Dia menghela nafas panjang, lalu menoleh ke arah pintu yang masih tertutup. Dia merasakan ada bau-bau harum yang menyelinap masuk kekamarnya.


Bella pun berjalan secara perlahan sambil mengelus perut buncitnya, dia mengenakan sendal tidur dan pergi ke arah dimana bau itu berasal.


Tak tak tak tak ... Suara pisau dan talenan kayu terdengar.


Bella perlahan menghampiri suara itu, dilihatnya pria dengan pakaian tadi malam sedang sibuk memotong bahan-bahan sayuran. Senyum merekah lebar di wajah Bella.


Pria tadi menoleh ke arah Bella dengan senyuman manisnya, "Selamat pagi." sapanya pada Bella, lalu melambai ke arah perut wanita itu. Aneh sih, tapi dia mencoba menyapa bayi itu dengan baik.


"Pagi," Bella duduk menghadap pria yang sedang sibuk dengan bahan-bahan makanan didepannya. Dengan celemek berwarna pink, pria itu nampak menggemaskan.


"Lihatlah, Appa sangat menggemaskan." Bella berbicara ke arah perutnya. Bumi yang sedang serius langsung menoleh ke arah wanita itu saat mendengarnya.


Tidak bisa dia sembunyikan, pipinya semerah kepiting rebus sekarang. Bumi tertawa kecil sambil memasukan bahan makanan kedalam wajan yang sudah mengepul itu.


"Aku akan mandi dulu," Bella berdiri lalu pergi ke kamar mandi. Sedangkan Bumi masih membolak balikan masakannya. Dia belum sempat membuka laptopnya san memeriksa pesan yang dia dapatkan.


Hari ini, dia berencana untuk membeli ponsel baru untuk dia disana, sangat sulit mengabari Ana dengan laptop, karena tidak praktis. Dia belum punya rencana apa-apa hari ini, mungkin dia hanya akan berdiam dirumah saja atau kembali ke hotel setelah membeli ponsel baru.


Bumi menuangkan makanan yang sudah dia buat ke mangkuk kecil, dia menaruh dan menata makanan ke meja makan. Tidak lupa dia menuangkan nasi yang sudah dia masak pagi-pagi buta tadi ke mangkuk Bella dan dirinya.


Dia menunggu wanita itu selesai mandi, sambil menunggu Bella, Bumi pun membawa laptop nya ke ruang makan. Dia menekan tombol power dan menunggunya sebentar. Dia melahap apel yang sudah dia potong dan ditaruh dipiring kecil


Setelah muncul ikon-ikon di laptopnya, dia segera masuk ke aplikasi perpesanan. Munculah, beberapa pesan dari orang-orang yang menurutnya penting.


^^^Dari : Ibuku Cantik^^^


^^^Kau sudah mengabari Ana?^^^

__ADS_1


Itulah pesan yang pertama kali dia buka, Ibunya itu sangat perhatian terhadap kekasihnya. Jadi, Bumi tidak perlu khawatir mengenai Ana disana. Banyak orang yang menyayangi wanita itu jadi, dia sedikit merasa tenang.


Bumi pun membalas pesan ibunya, dia mengetikan pesan setelah melahap sepotong kecil apel merah.


^^^Dari : Bumi^^^


^^^Sudah Bu, tenang saja hehe.^^^


Bumi beralih ke pesan lainnya, dia mendapatkan pesan dari sang sekretaris. Rupanya, itu tentang perkembangan permintaan maaf anaknya Tuan Park, Yeri.


^^^Dari : Sekretaris KIK^^^


^^^Pak, saya dengar ponselmu tertinggal dirumah. Kalau-kalau bapak melihat pesan ini. Saya ingin menginformasikan bahwa, Tuan Park sudah mengirim video permintaan maaf anaknya.^^^


^^^[Video]^^^


Sekretarisnya melampirkan video dalam pesan singkatnya itu, Bumi membuka videonya dan menonton sambil melahap apelnya. Kemudian Bella keluar dari kamar mandi. Masih mengenakan handuk kimono nya, dia berjalan mendekat ke arah pria itu.


Refleks Bumi langsung menutup laptopnya, "Apa itu?" Bella muncul di belakang pria itu. Bumi hanya menyeringai dan menggeleng.


"Bukan apa-apa, cepat pakai baju nanti kau bisa kedinginan." Bumi menoleh kebelakang ke arah Bella dengan gelagat aneh. Dia merasa bersalah, kenapa dia jadi harus menutupi-nutupi sesuatu? Terlebih lagi pada Anastasia. Sekarang hidupnya dipenuhi dengan kebohongan dan itu membuatnya tidak tenang.


"Nak, Appa mu tidak mau memeluk kita." Bella bertingkah seolah dia bersedih dengan respon Bumi.


Bumi dengan malas berdiri lalu menoleh ke arah Bella, dia mendengus pelan. Wanita ini selalu bisa beralasan agar Bumi tidak menolak permintaannya.


Bumi memeluk Bella dengan terpaksa, untunglah perut Bella membatasi pelukan mereka. Bella membalas pelukannya dengan cepat, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Bumi.


Bumi melepaskan pelukan wanita itu, dia dengan canggung kembali duduk di kursi meja makan.


"Cepat, pakai bajumu lalu kita sarapan." Tanpa menoleh ke arah wanita itu Bumi langsung meminggirkan laptop miliknya.


Bella dengan senyuman di wajahnya langsung pergi ke kamar untuk memakai pakaian. Dia berjalan dengan girang, masuk ke kamar lalu membuka lemarinya.


Dia memilih kemeja putih agak transparan, dengan rambut ikal yang di biarkan natural. Lalu memakai sedikit riasan dipipinya.


__ADS_1


(Gambaran tampilan Bella saat itu).


Dia terlihat semakin menawan dengan tampilan seperti itu, apalagi kali ini dia tengah hamil anak perempuan. Aura keibuan dan kecantikannya semakin terpancar.


Sebelum keluar menemui Bumi, Bella mengambil catatan pemeriksaan kehamilannya. Terdapat foto hasil Ultrasonografi medis didalam buku itu. Dia dengan sumringah membawanya keluar dari kamar.


Sesampainya didapur, Bella langsung menyodorkan buku catatan itu. Bumi dengan kebingungan, menatap buku yang di beri Bella padanya.


"Apa ini?" Tanya Bumi, sambil mengernyitkan dahinya.


"Buka lah !!" Kata Bella sambil duduk di kursi depan pria itu.


Bumi membuka lembar perlembar, dari mulai janin itu seukuran blueberry hingga sebesar sekarang. Tidak terasa, pria itu merasa emosional melihat potret kecil itu.


Ada kode Hamburger di catatan dokter pada buku itu, Bumi pun mengernyitkan dahi dan menatap Bella kebingungan.


"Dia perempuan," Bella menyeringai bahagia, dia menatap Bumi yang kini mulai berkaca-kaca. Bagaimanapun dia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


Akhirnya, Bella merasakan bayi ini ditunggu kehadirannya. Walaupun dia tahu, bahwa anak itu bukanlah anak Bumi. Tapi, dia merasa bahagia karenanya.


Selama Bumi tidak tahu dan curiga, dia akan selalu merasakan kebahagiaan itu. Anaknya pun akan sama, dia juga aka merasakan kebahagiaan yang Bella rasakan.



"Aku akan menjadi seorang ayah dan akan memiliki anak perempuan?" Bumi berdiri dengan senang dia mengangkat kedua tangannya bahagia.


Bella, tertawa kecil melihat tingkah Bumi seperti itu. Rasanya kebahagiaannya kini sempurna. Mungkin, dia akan menerima tawaran menikah dengan pria itu.


"Jagalah baik-baik anak kita," Kata nya sambil berlutut disamping Bella. Pria itu mengusap lembut perut Bella.


"Gadis kecil, Appa akan menunggumu. Jadi sehat-sehat lah didalam perut ibumu dan jangan membuatnya kesulitan. Kau siap?" Bumi menyeringai lalu mendongak ke arah Bella.


Dia kembali ke posisi berdiri, kini Bella yang mendongak ke arah pria itu, Bumi pun mengelus lembut pangkal kepala Bella sambil tersenyum bahagia.


Seketika, dia melupakan Anastasia....


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2