MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 31 : praktik


__ADS_3

Ana masih terpaku menatap mobil itu sampai menghilang dari pandangan.


"Ah sialan" Dia memutar bola matanya kesal, lalu kembali masuk ke gedung kampus.


Dia berjalan cepat sambil mengabaikan pandangan orang lain darinya, Ana merasa harus segera berbicara langsung pada Bumi empat mata sebelum kelas dimulai. Ana berlari kecil untuk mencarinya.


Bumi terlihat berjalan selengean, dia hendak masuk ke ruangan Rektor, tapi dia berhenti di ambang pintu saat melihat Ana yang berlari menghampirinya.


"Ini diaa" Gumamnya


Bumi menyeringai menunggu Anastasia sampai dihadapannya, Ana membungkuk menahan tangannya dilutut sambil mengatur nafasnya dengan pelan.


"berhenti!!!" Katanya sambil beridiri tegak dengan nafas masih ngos-ngosan


"Kau tidak harus berlari untuk menemuiku" Bumi menyelipkan rambut Ana ke belakang telinga kiri wanita itu


Ana menepis tangannya kasar, dia sedang tidak mood untuk bercanda. Wanita itu menunjuk ke arah Bumi tajam.


"Tolong Perhatikan tingkah lakumu, ini ditempat umum" Bumi menggengam jari ana yang mengarah kepadanya.


Ana melepaskan genggaman itu lalu bertolak pinggang, wajahnya sungguh menggemaskan, bibirnya yang mungil sekarang mulai mengerucut memperlihatkan ekspresi kesalnya.


"Ayo pulang" Ana langsung menggandeng tangan Bumi dan mencoba menarik pria itu


Pria sekekar Bumi tidak akan goyah dengan tarikan badan mungil Anastasia, pria itu melepaskan tangannya dari tarikan tangan Ana.


"waa waa" Anastasia kehilangan keseimbangan dengan sigap Bumi menangkap pinggangnya, seperti di film-film.


Hal tak terduga terjadi, Kepala Rektor membuka pintu ruangannya, beliau berdiam diri melihat pemandangan itu. Ana dan Bumi terkejut melihat kepala rektor berada didepan mereka.


Ana langsung berdiri , kepalanya beradu dengan kening Bumi yang ada didepannya.


"Awww" Bumi kesakitan


Ana langsung memberi hormat pada Kepala Rektor Hankuk, pipinya memerah menahan malu. Bisa-bisanya dia dan Bumi berposisi seperti itu di hadapan Kepala Rektor. Ana melirik Bumi sinis, ingin sekali dia menggigit telinga pria itu sampai putus. Menyebalkan


"Pak Bumi sudah datang, silahkan masuk, Nona Ana mohon ditunggu ya saya ingin berbicara sebentar dengan Pak Bumi"


Pipi Ana semakin memerah seperti kepiting rebus, dia mengangguk lalu menjauh dari ruangan itu. Dia masih tidak habis pikir dengan niat Bumi yang pergi ke Hankuk, apalagi pria itu katanya akan mengisi kelas praktik.


(memangnya dia bisa apa cih)


Ana mencibir Bumi didalam hatinya, Pria itu membuatnya kesal terus belakangan ini. Kejahilan Bumi membuatnya lupa dengan kesedihannya, Dongmin bahkan masih memblokir kontak Ana.


10.00 Pagi


Ana mencari Somi, dia berjalan lemas sambil menoleh ke kanan kiri.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja?" Suaranya terdengar tidak asing


Ana mendongakan kepalanya lalu menyipitkan matanya, dia seperti sedang membaca ekspresi pria itu.


"Aku tidak baik-baik saja, bagaimana bisa sepupumu itu mengikutiku sampai ke kampus!!!" Ana melampiaskan kemarahannya pada pria itu


Minhyun tersenyum sambil menunduk, memalingkan pandangannya dari ekspresi marah Ana yang menggemaskan.


"Dia tidak mengikuti mu, ini memang jadwalnya memberi materi, Dia alumni Seni Rupa juga" Minhyun menjelaskannya pada Ana sambil menahan tawanya


Ana masih menunjukan ekspresi tidak percayanya,


(apa benar)? Itulah yang ada dibenaknya


Berarti dia sudah salah paham dan ke ge'er an , Ana langsung berjalan melewati Minhyun dengan santai.


"Kau tidak mau bertanya tentang alasan aku pindah?" Minhyun berbalik menunggu Ana menoleh kepadanya


Ana menghadap Minhyun sambil menyilangkan tangannya di dada, dia menghembuskan nafas pelan.


"Tidak, aku tidak berhak menanyakan itu padamu kan? Itu hak mu untuk pindah dari sana" Ana berbalik lalu berjalan


"Dongmin juga pindah dari apartemen nya"


Deg


Ana berhenti berjalan, sebenarnya ada apa? Kenapa mereka meninggalkan apartemen, Ana mulai penasaran, dia berbalik lalu berjalan beberapa langkah mendekat pada Minhyun.


"Ayah kami meminta aku dan Dongmin pulang kerumah dan tinggal disana lagi" Minhyun menatap Ana yang lebih pendek darinya agak menunduk .


Ana menelan ludah, merangkai beberapa kata dipikirannya untuk merespon perkataan Minhyun.


"Aku mengerti" Kata Ana singkat,


"Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus mencari Somi dan pergi ke ruang praktik bersamanya"


Minhyun mengangguk tidak berbicara sepatah kata lagi, Ana berbalik lalu berjalan mencari somi. Dia mendengus, lalu berhenti sebentar. Dia masih agak kesal megenai Dongmin yang memblokir kontak nya.


(terserah saja, aku tidak peduli)


Ana menggeleng dan berbicara pada dirinya sendiri.


"Hehh kok melamun???"


Somi muncul di belakang Ana, Ana terkejut lalu menoleh ke arah wanita itu, Ana mengerucutkan bibirnya bertingkah menggemaskan dan manja, dia memeluk sahabatnya itu sejenak.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku hanya butuh pelukan" Ana menyembunyikan wajahnya di pundak Somi


"Kau seharusnya memeluk dia" Somi menatap Bumi yang berjalan mendekat


Ana menoleh pria itu lalu memutar bola matanya, kesal.


"ck"


"Kenapa? Bahunya terlihat nyaman di jadikan sandaran" Somi menggoda Ana


"sshh Jaga bicaramu! dia datang"


Ana dan Somi berdiri tegak lalu memberi salam saat pria itu mendekat, dia mencoba untuk bersikap normal, Bumi menyunggingkan senyuman saat melihat Ana yang berusaha keras tampak normal.


"Sampai bertemu disana"


Bumi berjalan melewati mereka didampingi Dosen Seni menuju ke ruangan praktik.


Bisakah dia mengskip praktik hari ini? Dia tidak tahan jika harus bertemu Bumi selama itu, pasti dia akan merasa canggung.


Ana berjalan menunduk di gandeng Somi, dia berjalan malas sampai Somi agak menariknya.


"Aku bolos saja ya" Ana melepaskan tangan Somi


"Kau gila? ini praktik pertama kita" Sudut bibir wanita itu naik sebelah.


Ana menyerah dan kembali berjalan dengan malas mengikuti Somi, Dia akan banyak diam saja di ruangan nanti, salah-salah nanti Bumi malah membuatnya jadi pusat perhatian lagi.


Ana dan Somi masuk ke ruang prakik, Ana sesekali melirik pria yang dia lewati itu.


Bumi mengangkat alisnya lalu tersenyum tipis, senyumnya seperti menyiratkan sesuatu. Ana duduk di antara Minhyun dan Somi. Mereka melihat bahan dan alat yang sudah di sediakan di atas meja.


"perhatian.. Semuanya perkenalkan yang sedang bersama saya adalah alumni kampus kita Pak Avaneesh Bumi"


"Halo semuanya, senang bertemu kalian, Saya Avaneesh Bumi, hari ini saya akan ikut praktik membuat seni rupa 3 dimensi bersama kalian"


Bumi menyapa dengan tangan melambai ke para Mahasiswa.


"Hallo" Para mahasiswa menyapanya.


Bumi tersenyum.sambil sesekali mencuri pandang pada Ana yang sedari tadi berusaha tidak membuat kontak mata dengannya.


Ana memalingkan wajahnya sedari tadi, praktik di mulai, mereka mengambil segumpal tanah liat yang plastis dan ***** . Setelah itu, mereka menaruh tanah liat di atas meja putar tepat di tengah tengahnya.


"yang kita pergunakan dalam pembuatan kendi adalah Teknik putar atau Throwing"


Bumi sedikit menjelaskan, dia duduk di depan di tengah para mahasiswa lalu mulai mempraktikan langkah awal pembuatan Kendi.

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2