MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 92 : kejujuran


__ADS_3

Bumi masih memikirkan jalan terbaik untuk semua ini. Dia meminta izin pada Bella untuk keluar sebentar. Dia memutuskan untuk menelepon ibunya. Tidak lama panggilannya pun tersambung, Bumi menghela nafas panjang. Dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Halo," sapa ibunya.


"Bu, ini aku Bumi" jawab pria itu.


"Bum? Kenapa kau baru mengabari ibu?" tanya wanita itu.


"Aku akan menjelaskan semuanya, aku harap ibu dapat menyampaikannya pada kakek dan ayah." Bumi menunduk, tidak ada lagi cara yang bisa dia lakukan selain jujur.


Walaupun Ana tahu, dia akan menerima konsekuensinya sekalipun wanita itu membenci dirinya. Lagipula, dia merasa tidak pantas menjadi pendamping Ana.


"Wanita yang ibu lihat, adalah mantan kekasihku dulu. Dia bernama Bella Jung, kami bertemu saat aku melakukan perjalanan bisnis ku 6 bulan lalu."


"Dan sekarang dia hamil anaku bu, usia kandungannya sudah 6 bulan."


Bumi terdiam menunggu respon ibunya yang masih tidak percaya dengan hal yang di ucapkan anaknya.


"Lalu? Kenapa kau dan Ana menjalin hubungan? Apa Ana sudah tahu hal ini?" Ibunya tidak habis pikir mendengar pernyataan anaknya itu.


"Awalnya, aku dan Ana hanya bersandiwara karena kasus waktu itu. Tapi selama dengannya aku merasa bahagia, aku jatuh cinta padanya bu. Ini semua salahku." Jawab Bumi, air matanya masih membasahi pipi pria itu.


Walau tidak terisak, dadanya cukup merasa sesak.


"Apa yang akan kau lakukan? Bagaimana ibu menjelaskan pada ayah dan kakekmu? Mereka sangat menyayangi Ana." Ibunya merasa khawatir, tapi dia juga tidak bisa menutupi itu dari keluarganya.

__ADS_1


"Bella adalah kakak kandung Ana juga bu, aku bahkan baru mengetahui itu belum lama. Kumohon bantu aku menjelaskan pada ayah dan kakek, kondisi Bella sekarang mengkhawatirkan bu, dia baru saja mengalami pendarahan." pria itu berbicara dengan lirih, itu membuat ibunya semakin gelisah.


"Apa? Kakak kandung Ana? Lalu bagaimana kondisinya? Dia dan kandungannya baik-baik saja kan? Ibu akan bantu jelaskan pada ayah dan kakekmu. " Kata Ibu Bumi,


"Kau jaga dia dengan baik!" Lanjutnya.


"Bella dan anak kami baik-baik saja, tapi aku berencana membawanya pulang ke Korea. Aku tidak bisa meninggalkannya sendiri disini, apakah aman jika dia tinggal dirumah kita bu?"


Ibunya masih dengan tatapan bingung, tapi akhirnya wanita itu setuju dengan ide Bumi. Dirumahnya, Bella akan sangat aman, karena dijaga ketat oleh para pengawal.


"Tentu saja, bawa dia ke sini. Ibu akan dengan senang hati merawatnya dan juga cucu ibu." kata Ibunya.


Setelah panggilan itu selesai, Bumi kembali ke kamar Bella di rawat, dia melihat wanita itu tertidur disana. Dia duduk di samping tempat tidur dan melihat wajah wanita itu.


Ponselnya pun berdering, dia mendapatkan pesan dari Anastasia.


^^^Maaf, kemarin panggilanmu terlewat,^^^


^^^aku sedang sibuk mengurus proyek pembuatan patungku.^^^


Bumi kembali menaruh ponselnya di dalam saku, dia tidak bisa membalas pesan Ana. Dia takut akan menyakiti wanita itu lagi.


...SEOUL...


Ana masih menunggu balasan pria itu dengan penuh pengharapan, dia tahu hal yang dia lakukan salah. Nyatanya dia sangat merindukan pria itu, kemarin hanyalah bentuk kekecewaannya atas berakhirnya hubungan mereka.

__ADS_1


Tapi, dilubuk hatinya dia sangat merindukan Bumi, ia ingin pria itu cepat-cepat pulang dan menemuinya.


Sayang sekali, hari kemarin Ana harus membuat ulang sketsa patungnya sehingga dia dan teman yang lain tidak jadi untuk berfoto studio. Tapi hari ini mereka memutuskan untuk pergi kesana dan berfoto bersama.


Somi sedang mendalami ilmu photografi jadi dia mengajak ke tiga sahabatnya ke studio tempat dimana ayahnya bekerja. Ayahnya adalah seorang photografer yang handal.


Kini mereka berempat seperti biasa mengumpul di apartemen Ana, apartemen miliknya itu sudah bisa disebut basecamp geng mereka. Karena setiap harinya selama ada proyek patung itu dia dan kawannya selalu berkumpul disana.


"Kau sudah siap?" Somi bertanya pada Ana, wanita itu sedang mencoba pakaian yang di berikan Bumi.


Setelah ke empatnya rapih dan siap mereka semua pergi mengendarai mobil Lee Ze. Butuh waktu 30 menit untuk sampai kesana. Mereka terlihat cantik dengan balutan pakaian mereka.


"Kau sudah mendapat kabar dari Bumi?" Somi memecah keheningan.


Ana mengangguk. " sudah, kemarin dia meneleponku tapi aku malah marah padanya." Ana terlihat menyesali perbuatannya.


"Kenapa kau menyesal? Dia memang pantas di marahi, beraninya dia mempermainkan hubungan kalian seperti itu!" Ujar Somi geram.


Ana menunduk, dia agak setuju dengan ucapan Somi tapi kenapa hatinya begitu sakit karena telah marah pada pria itu.


"Sudahlah. Kita harus fokus pada proyek kita dan jangan sampai gagal." kata Yuri yang mengelus punggung Ana.


"Kau benar!" Ucap Lee Ze setuju.


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2