MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 35 : Makan Malam


__ADS_3

"ah ini terlalu mahal" Ana berdecak kagum melihat sepatu yang ia kenakan, sepatu yang harganya mencapai 2 juta dollar itu batunya berkilauan.


Bumi menyeringai dengan menyipitkan matanya, dia menoleh ke arah Ana, dia merasa bangga karena bisa membelikannya itu. Orang bilang ...


'Uang tidak bisa menyelesaikan masalahmu ' - kata orang yang tidak memilikinya.


"Bagaimana dengan kakak ku?" Ana menyandarkan tubuhnya.


"ada apa dengannya?" Bumi melirik Ana sesekali


"Tidak, lupakan saja"


Kebiasaan Ana adalah membuat orang penasaran, entah kenapa Ana sering hilang fokus ditengah percakapannya dengan seseorang, sehingga dia sering kali menarik ucapaannya.


Bumi mulai terbiasa dengan sifat Ana yang labil, dia juga sadar Anastasia dan dia terpaut usia yang cukup jauh. Jadi dia harus sering bersabar menghadapi sikap Ana yang kadang membuatnya ingin menoyor kepala wanita itu.


Bumi mengabaikan apapun yang Ana maksud tentang Bella tadi, dia mendengarkan musik diradio sambil mengetuk-ngetukan tangan di stirnya.


Kali ini mereka ke Toko Jas, membeli tuxedo baru untuk Bumi. waktu sudah menunjukan jam 6 sore.


Suara pintu berderit, Ana dan Bumi masuk ke toko itu.


"Kau duluan" Bumi menggoda Ana sambil membuka pintu itu


"Terimakasih" Ana berjalan masuk,


Untuk sesaat dia tertegun ditempatnya berdiri menatap pria yang ada didepannya. Pria itu sedang membuka kancing kemeja atas, ditangannya ada Jas berwarna abu tua menggantung.


Pria itu menoleh, kontak mata mereka bersatu. Saling menatap satu sama lain. Bumi yang ada dibelakang Ana langsung berdiri disamping wanita itu.


Dengan malas pria itu memberikan Jas yang dia pilih ke pegawai toko itu.


"Aku beli itu"


"Kau belum mencobanya Tuan"


"Apapun akan cocok denganku, aku tidak perlu mencobanya" Pria itu menatap Ana sinis.


Bumi menggenggam tangan Ana, dia dan Ana disambut oleh pegawai yang lain. Dia memastikan Ana berada disampingnya dan tidak kehilangan fokus karena pria itu.


"Dongmin, senang bertemu dengan mu" Bumi menyeringai


Dongmin memberi tatapan malas dan sinis nya kearah mereka berdua,


"Jadi kau bersamanya?" Dongmin melihat ke arah Ana.

__ADS_1


Ana mebelalak, bisa-bisa nya dia bertemu Dongmin disini. Ana tersenyum canggung, Bumi menarik lengan Ana agar menggandengnya.


"Ya tentu, dia kekasihku"


Dongmin tidak ingin membuat keributan disini, dia menatap tajam ke arah Bumi, ini tidak seperti sandiwara baginya. Mereka telihat seperti pasangan sungguhan dan Dongmin membenci itu.


Ana melepaskan tangannya dari lengan Bumi,


"Cepat pilihlah tuxedo yang bagus" Ana sedikit mendorong Bumi


Dia duduk di sofa tunggu yang disediakan, Dongmin ikut duduk berhadapan dengan Ana. Dia tidak berbicara sepatah kata pun, hanya sedang memperhatikan wanita itu


Ana menggaruk belakang lehernya, bulu kuduknya seperti berdiri. Canggung sekali disini.


"Kenapa tidak membalas pesanku?" Dongmin masih memperhatikan Ana


Ana kesal sekali mengingat pria itu memblokir kontaknya, sekarang dia bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.


"Lalu kau? Kenapa pergi dari apartemen lalu memutuskan komunikasi denganku? Kekanak-kanakan!!!!" Ana menyilangkan tangannya di dada.


Sedangkan Dongmin terdiam dan sulit menjawab pertanyaan itu, dia juga merasa bersalah. Dia sangat cemburu melihat kedekatan Ana dan Bumi, tapi jika dia merusuh ditempat umum, ayahnya pasti akan membunuhnya.


Bumi sudah selesai memilih setelan tuxedo barunya, dia mendekat ke arah Ana membungkukan badannya lalu mencium pipi wanita itu.


Ana terbelalak, lalu menoleh ke arah Bumi tanpa bicara.


Dongmin mengepalkan tangannya, Ana merasa kesal marah kenapa Bumi mencuri-curi kesempatan seperti itu, tapi yang membuat dia lebih kesal , pipinya memerah.


Dongmin memperhatikan reaksi Ana, dia menaikan sebelah alisnya lalu memutar bola matanya kesal. Pria itu bangkit lalu keluar dari sana lebih dulu.


Ana melihat Dongmin berlalu, dia langsung berdiri dan menatap Bumi tajam, dia memukul lengan pria itu pelan.


Bumi hanya tertawa semakin menggodanya.


"Berani nya kau!!!" kata Ana pelan


"permisi, ini silahkan" Pegawai itu menyodorkan belanjaan Bumi. Dia meraih itu.


Mereka keluar dari toko itu bersama, kenapa suasana hati Ana berubah, jantungnya berdegup kencang.


(kendalikan dirimu Ana) sambil menepuk dadanya sekali


"Beraninya kauuu!!! Didepan Dongmin!!" Ana menunjuk Bumi dan menatapnnya tajam


"Ingat perjanjian kita? Jagalah sopan santun mu" Bumi menurunkan tangan Ana

__ADS_1


"Astaga kau berbicara soal sopan santun, lalu menciumku tanpa izin apa itu termasuk sopan huh?" Ana mengernyitkan dahi


"maafkan aku, lain kali aku akan meminta izin dulu"


"aish.... Menyebalkan!!!! bukan itu maksudku"


"ya ya ya" Bumi berjalan mendahului


Ana dan Bumi masuk ke salon kecantikan , mereka menghabiskan 1 jam disana. Setelah pasangan itu selesai mereka langsung bergegas pergi kerumah orang tuanya Bumi.


"Wah luar biasa" didalam mobil, Bumi memuji Ana dari ujung kaki sampai rambut.


"serangga bisa saja masuk" Ana menutup mulut Bumi dari arah dagunya agak kencang.


Bumi spontan menepis tangan Ana, Ana tertawa terbahak karena bisa menjahili pria ini. Dia berkali-kali mensugesti dirinya untuk tidak terbawa perasaan,


ingat ini hanya pekerjaan, profesional lah Anastasia!


Sekarang dia hanya ingin fokus pada pekerjaan yang sedang dia jalani. Dia akan mengesampingkan perasaan nya bahkan sampai kapan, dia juga tidak tahu itu tergantung si Tuan yang membayarnya, Bumi.


Sedangkan Bumi, sangat menikmati perannya sebagai kekasih Anastasia, walaupun ada beberapa sifat dan tingkah Ana yang mirip Bella, tapi menurutnya Ana jauh lebih baik dari mantan kekasihnya itu. Dia sangat nyaman berada di dekatnya, persis seperti yang ibunya katakan.


Kedua nya sampai di rumah megah itu, lalu dibuka kan pintu oleh para ajudan yang menunggu diluar. Kali ini dekorasinya sangat cerah, bunga warna-warni menghiasi didepan rumah.


"Lihatlah, keluarga ku sangat mencintaimu, kurasa mereka lebih menyukaimu dibanding aku" Bumi menyeringai


Ana kagum dengan dekorasi cantik ini, dia merasa sangat dihargai dan dihormati, berbeda jauh dengan perlakuan yang dia dapat dari keluarganya.


Ana dan Bumi masuk ke ruang makan yang sudah dipersiapkan, Kakek, ayah dan ibu Bumi terlihat berdiri dengan pakaian yang sangat rapih, mereka menyambut Ana dengan ramah.


Tidak lama.... Rojun dan istrinya datang, tapi tidak ada Domgmin dan Minhyun. Mungkin mereka berhalangan hadir.


"Selamat datang sayang" Ibu Bumi memeluk Ana


"Kau sangat cantik malam ini" Kakek memuji Ana


"Mari duduk dan makan bersama" Ayah Bumi mempersilahkan Ana duduk.


Mereka semua duduk di meja makan keluarga yang mencapai 4 meter itu, Rojun menatap Ana dengan sinis, Ayah Dongmin itu sepertinya punya rencana untuk mempermalukan Anastasia dihadapan semua orang.


Bumi melirik Ana sambil tersenyum,


Para pelayan membawakan berbagai macam makanan, dari menu laut dan darat, semuanya terlihat sangat lezat.


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2