
Selamat membaca ya semuanya,
Sedikit pengumuman Bab 1 - 20 sedang dalam tahap revisi PUEBI ya.
......................
SEOUL, JAM 10.30 PAGI TADI.
Dongmin dan Minhyun sedang berada di Coffee Shop, mereka duduk berhadapan sambil meminum kopi yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Kemudian Minhyun menatap Dongmin yang terlihat murung. Pria itu pun langsung bertanya pada kakaknya.
"Ada apa?" Tanya Minhyun pada Dongmin.
Dicafe itu mulai muncul banyak mahasiswa, tempat itu memang sangat terkenal dikalangan Mahasiswa Hankuk. Dengan tempatnya yang nyaman dan banyak spot untuk dijadikan latar berfoto, membuat tempat itu jadi kegemaran mereka untuk hangout.
Dongmin pun melihat ke arah Minhyun yang sedang mengesap minumannya, "tidak apa-apa, Oh ya.. ini ada titipan dari Anastasia." Dongmin menyerahkan buku gambar Ana.
Dia menghela nafas panjang, saat ingat isi buku itu, dia langsung murung. Sebegitu cintakah Ana pada Bumi? Itulah pertanyaan yang ada dipikirannya.
Minhyun pun mengambil sketsa yang diserahkan oleh Dongmin,
"Terima kasih," kata Minhyun. Dongmin pun mulai menanyakan tentang ayahnya.
Setelah kepergiannya, dia penasaran apa yang dilakukan Ayahnya.
"Bagaimana keadaan Ayah? Bagaimana dengan ibu?" Tanya Dongmin sambil meminum latte.
Minhyun menjawab, "Ibu baik-baik saja, sedangkan ayah, dia tidak banyak bicara apa-apa setelah itu." Ujar Minhyun sambil melihat ke arah kiri.
Disana dia melihat Somi dan Lee ze, sedang memesan minuman juga, Somi yang melihat Minhyun pun langsung melambaikan tangannya pada pria itu. Lee ze menoleh ke arah Somi dengan kebingungan.
Dia bingung siapa orang yang disapa oleh Somi, dan ternyata itu adalah Minhyun. Setelah mendapatkan pesanan mereka, Somi dan Lee ze pun mendekat ke arah Minhyun dan Dongmin.
"Halo selamat pagi," kata Somi menyapa, minhyun dan Dongmin pun tersenyum.
"Selamat pagi," Kata Minhyun.
"Ana mana?" Rupanya Minhyun tidak tahu kalau Ana sedang berada di Busan dirumah kakek dan neneknya.
"Ana mengambil cuti sampai jumat," Jawab Somi yang masih berdiri melihat kedua pria itu.
__ADS_1
"Ana di Busan," Kata Dongmin sambil memgang minumannya, dia berniat untuk menenggak lagi minumannya itu.
"Ah dari mana kau tahu?" Minhyun mengernyitkan dahi, Somi dan Lee ze pun saling bertukar tatap.
"Ana mengabariku," kata Dongmin sambil meminum latte nya lagi.
Somi dan Lee ze pun berpamitan pergi dari sana.
"Kami pergi duluan ya," Kata Somi sambil melambaikan tangan.
Dongmin dan Minhyun mengangguk, sedangkan Somi dan Lee ze keluar dari cafe itu.
Kembali ke percakapan mereka sebelumnya, Dongmin pun bertanya lagi tentang ayahnya.
"Ayah tidak melakukan hal buruk pada Ibu kan?" Dongmin merasa cemas, karena dia takut pria tempramen itu melakukan hal buruk pada ibunya.
"Tidak, tenang saja aku tidak akan tinggal diam." kata Minhyun menatap kakaknya, Dongmin percaya, Minhyun bisa menjaga ibunya selama dia tidak dirumah.
"Jika ada sesuatu hal yang buruk, kabari aku langsung." Jawab Dongmin.
Minhyun pun mengangguk, setelah satu jam di cafe itu.
Dongmin membuka pintu mobilnya, dia menghela nafas panjang sambil bersandar ke kursi kemudi.
KILAS BALIK, HARI DIMANA ANA DITAMPAR OLEH YERI.
Setelah kejadian itu, Dongmin menarik Yeri ke belakang kampus. Wanita itu tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia memberontak dan melepaskan tangan Dongmin dengan kasar.
"Apa maumu?" tanya Dongmin pada wanita itu. Dongmin yang kesal mencoba untuk tidak berbuat lebih kasar pada Yeri. Yeri pun menatap Dongmin tajam.
"Aku tidak suka kau dekat dengan wanita itu! bukankah kau sudah tahu bahwa kita akan dijodohkan Dongmin! Terimalah perjodohan itu, memangnya Apa kurangnya aku di matamu?" Yeri memicingkan matanya tajam.
Dia masih tetap berusaha mendapatkan Dongmin dengan cara apapun itu hal yang licik. Dongmin membalas tatapannya.
"Aku tidak mau menikah denganmu! Aku akan berusaha sebisa mungkin menolak Perjodohan kita, jadi jangan berharap padaku!" Kata Dongmin yamg langsung mengatupkan mulutnya.
Dengan geram, Yeri langsung menampar Dongmin.
Plakkk
"Kau gila? Tolong lihat aku! Aku mencintaimu sudah sejak dulu. Tapi kenapa kau malah mengharapkan wanita itu? Yang jelas-jelas sudah memiliki kekasih! Bahkan kekasihnya itu adalah sepupumu sendiri!" Nafas Yeri menggebu, seperti balapan satu sama lain. Wanita itu kesal karena tidak pernah dianggap ada oleh Dongmin.
__ADS_1
"Bukankah kau ingat, apa yang dia lakukan dan kekasihnya pada malam itu?" Tanya Yeri sambil tertawa kecil.
Dongmin menggelutukkan giginya, dia menahan amarahnya tidak meluap lebih ganas lagi. Pria itu menunjuk tepat di wajah Yeri,
"Itu bukan urusanmu! Perasaanku bukan urusanmu! Yang sekarang menjadi masalah adalah kau sudah berbuat hal yang tidak bisa aku maafkan. Bagaimana aku bisa mencintaimu? Bagaimana aku bisa menerima Perjodohan itu? Sedangkan perilakumu saja kasar terhadap Anastasia!!" Dongmin masih mengarahkan telunjuknya ke arah wanita itu, kemudian dia pun bertolak pinggang, dia masih menatap wanita itu tajam.
"Aku tidak akan mengganggunya lagi, asal kau mengikuti apa mauku!" Kata Yeri sambil memiringkan kepalanya, dia melingkarkan tangannya didada.
"Jika kau masih nekat berdekatan dengan wanita itu, akan aku pastikan image-nya lebih buruk dari ini! Aku bisa saja memfitnahnya sebagai perempuan perebut kekasih orang lain. Apalagi kini semua orang sudah tahu bahwa kau akan menikah denganku!" Yeri tertawa kecil.
Dongmin masih menatap wanita itu dengan tajam, alisnya menukik keatas, bibirnya mangatup dan matanya memicing.
"Aku tidak bisa membayangkan betapa besarnya pengaruh wanita itu, apalagi terhadap perusahaan sepupumu ! Hahaha" Yeri tertawa sambil menutup mulutnya.
Domgmin benar-benar geram sekarang, ingin rasanya dia meluapkan itu pada Yeri. Tapi, itu tidak mungkin karena dia hanyalah seorang wanita.
"Apa maumu?" Dongmin bertanya pada wanita licik itu.
"Aku.... mau hal yang sederhana saja, aku ingin kau menerima perjodohan kita dan menjauhi wanita itu! Bersikaplah seperti seorang kekasih sungguhan untukku. Jika kau tidak mau, aku akan menyebarkan rumor yang lebin buruk fitnah untuk Anastasia. Kan kupastikan rumor ini juga menyebar ke seluruh Hankuk." Yeri menyeringai tajam.
"Tidak bisa kubayangkan betapa depresinya dia, jika mengalami itu." Yeri menyeringai.
KILAS BALIK SELESAI.
*
*
BUSAN,
Setelah membalas pesan Dongmin dan makan siang, Ana pun segera membersihkan dirinya dengan mandi dibawah guyuran air dingin.
"Ahhh segar sekali," sambil meminjamkan matanya Ana menggosokkan shampo ke atas rambutnya. Dia memijat-mijat pelan rambutnya sampai merasa rileks.
Setelah itu dia langsung berdiri lagi di bawah guyuran air yang keluar dari shower yang bewarna emas itu. Dia membilas rambutnya yang dipenuhi busa.
Setelah mengiyakan Dongmin, kini pria itu pasti sudah dalam perjalanan ke Busan.
...****************...
...****************...
__ADS_1