
Jujur saja, Bumi kesal sekali pada Ana. Bagaimana tidak, wanita itu bertingkah seolah ini semua kesalahan Bumi.
sebenarnya apa sih yang wanita ini inginkan?
Itulah yang ada di benak Bumi saat ini. Pria ini lelah dengan sikapnya. Hidupnya bebas drama sebelum berurusan dengan perempuan..
"lepaskan!!"
"Apa maumu? Kau drama queen sama saja seperti Bella" Bumi langsung memalingkan wajahnya.
Ana berjalan mendekat, dia menunjuk dada Bumi agak mendorongnya.
"Aku tidak butuh penilaianmu... Dan jangan samakan aku dengan nya !"
"Kau sendiri yang mengatakan bahwa perasaanmu hanya untuk Dongmin, Tapi kenapa kau marah saat melihatku tertarik pada wanita lain?" Bumi mengernyitkan dahi nya
"Tentu saja karena Bella ! Aku tidak ingin melihatnya terluka" Ana menatap Bumi tajam
"Omong kosong !!! Katakan saja kalau kau mencintaiku" Bumi memegang lengan Ana agak kencang.
"Lihat dirimu, kau selalu seperti ini disaat sedang emosi. Dan AKU TIDAK AKAN PERNAH MENCINTAIMU !!! " Ana menekankan kalimat terakhirnya, sambil melepaskan tangannya dari Bumi.
"Kau kira aku akan mengejarmu seperti di drama-drama huh?" Bumi agak berteriak, dia melihat Ana menjauh dari sana.
Bumi sangat geram, dia berjalan menjauh sambil mendengus kesal. Ana berhenti dan menoleh kebelakang, dia melihat Bumi yang kembali masuk ke restoran itu.
"dasar Sialaan kau Avaneesh Bumiiiiiiiiiiii"
Dia merasa kesal pada Bumi, tapi dia juga sadar telah over acting dihadapan pria itu. Tapi demi menahan gengsinya dia terpaksa pergi menjauh dari Bumi.
Ana tidak tau kenapa dia harus bereaksi seperti itu tadi, padahal jika dia tidak menanggapi itu dengan serius mungkin pertengkaran mereka tidak akan terjadi. Sekarang, karena ulah nya sendiri dia jadi harus mencari bus untuk kembali ke kampus.
Bumi melenggang pergi kembali ke dalam restoran, Dia mengambil dompet dan kunci mobilnya yang tertinggal disana.
"Mungkin kau butuh" Pelayan tadi, menyodorkan kertas bertuliskan nomor handphonenya pada Bumi.
"Tidak, terimakasih" Bumi menoleh sebentar sambil tersenyum lalu pergi dari sana.
Pelayan tadi merasa diabaikan
"Ck lalu untuk apa pujian tadi?" katanya sambil melihat Bumi keluar dari sana.
__ADS_1
Bumi segera masuk kedalam mobilnya, dia tidak mau peduli dengan Ana. Dia akan langsung kembali ke kantor dan melewati Ana dengan cuek.
Ana melihat mobil Bumi lewat, dia mendengus kesal sambil meluruskan kakinya.
Tak lama bus pun tiba, Ana segera naik ke bus itu Dia memikirkan tentang rencana ibu Bumi yang akan mengajaknya berbelanja. Dia pasti akan merasa canggung. Ana menunduk sambil menunggu busnya sampai di Hankuk.
Setelah 10 menit, akhirnya bus itu sampai. Ana turun lalu langsung masuk ke kelas selanjutnya, terlihat Somi dan Leezey menunggunya disana dan sudah menyisakan tempat duduk untuk Ana.
Ana menghela nafas panjang dan menaruh tasnya di atas meja. Wanita itu menelungkupkan wajahnya, Somi dan Leezey yang melihat itu langsung bertanya padanya.
"Kenapa kau murung? Padahal tadi sangat sumringah" Somi membungkuk melihat wajah Ana.
"Arghhhhh... Dasar menyebalkan kau Avaneesh Bumi" Ana mencengkram tas nya kesal. Tapi nyatanya, dia lebih kesal pada dirinya sendiri karena telah bersikap lebay.
Somi dan Lee Zee saling bertukar pandangan,
"kenapa dia?" Tanya Somi pada Lee Zee yang bahkan lebih tidak tahu.
Setelah kelas selesai, Ana keluar dari kampus menuju ke taman. Dia menghela nafas lagi lalu merogoh ponselnya. Dia ingin mengirim pesan pada pria itu dan meminta maaf.
Untuk apa aku meminta maaf
Ana memutar bola matanya malas, dia teringat kejadian direstoran tadi. Saat melihat mimik wajah Bumi yang membelalak melihat belahan dada wanita itu.
"Siapa yang menyebalkan?"
Ana menoleh ke arah belakang, dia terkejut melihat Ibu Bumi ada dibelakangnya. Ana terlihat kikuk, dia berdiri dan memberi salam pada Ibunya. Lalu duduk setelah Jbu Bumi.
"Apa Bumi tadi kesini?" Ibunya tersenyum manis menatap Ana didepannya.
Ana mengangguk pelan, satu hal yang membuat Ana menyesal adalah saat dia bertingkah berlebihan mengenai hal di restoran tadi. Ana berusaha memfokuskan pandangannya pada pohon dibelakang Ibu Bumi, sehingga wanita itu tidak tahu bahwa Ana sedang merasa canggung.
"Dia bilang tadi dia banyak pekerjaan tapi kenapa malah kesini?"
Ana tertunduk malu. Kakinya digerak-gerakkan, kikuk.
"Dia ingin memastikan aku memakai pakaian yang sopan saat pergi dengan ibu"
"hmm anak itu" Ibunya berdehem pelan lalu melihat Ana.
Ana tersenyum, dia merapikan rambutnya yang menjuntai ke belakang. Ana tersipu malu,
__ADS_1
"Dia pasti sangat peduli padamu" Ibunya merespon dengan suara dalam yang memberi kesan wibawa tersendiri.
Ana tertawa kecil, wajahnya begitu cerah dan bahagia. Seperti tidak ada beban dihidupnya. Yang jelas ia amat menyesali perbuatan nya tadi pada Bumi.
"Kau mau pergi sekarang?" Ibu Bumi berdiri menunggu Ana.
Ana mengangguk, mereka akhirnya bergegas masuk ke mobil dan pergi ke pusat perbelanjaan kota. Selama diperjalanan Ana hanya diam seribu bahasa, nampak merenungi sesuatu yang penting. Dia berencana untuk meminta maaf pada Bumi malam ini.
Sesampainya disana, mereka segera turun dan berbelanja. Ibu Bumi sangat perhatian pada Ana. Bahkan wanita itu malah memilih kan baju-baju untuk Ana, bukan untuk dirinya sendiri.
Ana tersipu malu, karena merasa tidak enak kalau harus dibelanjakan lagi. Namun ini keinginan Ibu nya, jadi Ana tidak bisa menolak.
Setidaknya dia tidak meminta. Dia hanya di beri.
"Setelah ini kita harus ke spa dan salon"
Setelah berbelanja, mereka pergi ke tempat spa untuk mendi disana. Keduanya sangat menikmati waktu berkualitas itu.
Di lain sisi, Bumi masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia mendapat kabar bahwa orang tua Anastasia sudah tiba di Bandara. Pria itu langsung meminta salah satu ajudannya untuk menjemput mereka.
Tak lama.dia pun pulang kerumah untuk bersiap ke acara nanti malam. Dia harus tampil maksimal. Ini hari penting untuknya dan perusahaan.
Bumi membersihkan dirinya terlebih dahulu. Lalu mengenakan setelan tuxedo baru yang waktu itu dia beli dengan Ana.
Untuk urusan penampilan Ana nanti malam, dia serahkan semua pada ibunya. Dia yakin ibunya akan memberikan wanita itu yang terbaik.
*Apa mereka sudah selesai berbelanja*?
Bumi memikirkan Ana. Dia juga merasa bersalah karena telah meninggalkan wanita itu tanpa mengantarnya. Bumi meraih sepatu baru pada laci yang ada di walk in closet nya.
Dia berniat untuk meminta maaf malam ini, salah satu dari mereka harus ada yang mengalah.
Ajudannya yang diperintahkan menjemput orang tua Ana, juga dia minta untuk mengirimi mereka makanan dan setelan pakaian baru untuk acara malam ini.
Bumi dan keluraganya mengundang keluarga itu secara khusus.
Pria ini lalu menelepon seseorang di ponselnya...
"Apa kabar sayang? Kau baik-baik saja hari ini? Aku sangat merindukanmu" Bumi menyunggingkan senyuman bahagia.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...