MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 25 : Pusat perhatian


__ADS_3

Setelah 1 jam berkendara. mereka akhirnya sampai di gedung SeeU house. Pria itu memarkirkan mobilnya di depan gedung dan menunggu Ana di dalam sana. Wanita itu berjalan masuk ke apartemennya,


Ana dengan tergesa membuka kunci pintu, dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan gosok gigi, serta merapikan rambutnya dengan roll rambut. Setelah itu, Anstasia memakai Lip Balm dan basic skincare yang rutin dia lakukan.


Ana membuka roll rambut satu persatu dengan cepat, asal lumayan bergelombang dan tidak seperti rambut singa. Dia menatap wajahnya di cermin lalu tersenyum melihat tampilannya yang sudah sempurna.


Dia bangkit lebih cepat dari dugaan, kejadian menyakitkan hanya akan membuatmu menjadi lebih kuat. Anastasia, kini menjadi pribadi yang lebih berani dan bebas. Dia tidak peduli tentang apapun selain kebahagiaannya. Dia merasa naif karena selalu merepotkan Dongmin dan Minhyun.


Anastasia keluar dari Apartemennya lalu menghampiri Bumi dan mengetuk kaca mobil, dia menerawang lewat jendela. Bumi tertidur, Anastasia mengernyitkan dahi.


Memangnya aku selama itu? ... Batinnya.


Ana memengetuk jendela mobil yang terkunci itu, Bumi pun langsung mengerjap dan mengucek matanya.


"Kau sudah selesai?" Pria itu membuka kunci mobilnya, wanita itupun langsung membuka pintu dan duduk dikursi di samping Bumi.


Ana merapikan rambutnya sekali lagi, dia memutarkan kaca di depannya sambil melihat dirinya di cermin.


"Sekarang, aku adalah kekasih Avaneesh Bumi, CEO dari KIK otomotif, sudah seharusnya aku tampil maksimal !! Kau harus membayarnya! Karena ucapan spontanmu aku sekarang pasti akan menjadi pusat perhatian di kampus!" Ana menaikan sudut bibirnya, lalu berakhir dengan menunjuk pria itu dan menatapnya tajam.


"Akan aku membayar semua kebutuhanmu selama kau menjadi kekasihku, bilang saja apa pun yang kau butuhkan, dengan hitungan detik kau akan mendapatkannya." Bumi menyeringai lalu menyalakan mesin mobilnya.


"Oke!" Ana menyetujuinya, pria di sampingnya itu hanya tertawa kecil.


"Bagaimana jika kita membuat perjanjian khusus di atas materai." Usul Bumi sambil sesekali melihat Ana.


"Jangan menatapku seperti itu, aku bukan Bella!" Ana memalingkan wajahnya karena merasa risih dengan pandangan pria itu.


"Kau sedikit mirip dengannya," sahut Bumi yang masih fokus pada jalan raya.


"Aku lebih cantik darinya!" Jawab Ana agak ketus.


"Tidak, Bella tetap lebih cantik." Bumi berdecak, tapi di dalam hatinya dia juga setuju dengan wanita itu.


"Terserah kau saja, kapan kita akan menulis perjanjian kekasih kontrak itu?" Kata Ana menatap Bumi tajam. Bumi tertawa pelan, mereka pun sampai di Hankuk, semua orang kini tertuju pada mereka.

__ADS_1


Ana memerhatikan Bumi yang kini hanya tertawa kecil, "Aish sepertinya kau sangat suka menjadi pusat perhatian!" Ana menggeleng, dia bersiap untuk keluar dari mobil.


"Katamu kau terlambat! Jadi aku menyesuaikan mobil dengan waktu yang kau punya, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian. Aku hanya terpaksa mengendarai mobil limited edition ini hehe." Sanggahnya pada Ana sambil menyeringai bangga.


Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian, Bumi mengendarai mobil Mclaren Senna , mobil yang ditenagai mesin V8 Twin-Turbo dengan kapasitas 3.999cc yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 800 PS dan torsi 800 Nm.


Ana pun keluar dari mobil dengam canggung, kini semua mata tertuju padanya, dia menjadi selebritas dadakan. Ana dengan percaya diri berjalan menuju kelasnya. Dia mengetuk pintu, lalu meminta maaf karena terlambat.


"Masuk!" Dosen itu hanya melihat Ana dengan datar, wanita itu kini menjadi pusat perhatian teman sekelasnya, dari kejauhan Minhyun tersenyum melihat Ana.


Ana pun langsung duduk disamping Somi, "Kau sudah membaik?" Bisik Somi.


"Sudah," jawab Ana sambil menyeringai.


Ana mengangguk lalu mengeluarkan buku catatannya, Minhyun yang masih memandang Ana disadar oleh wanita itu yang kini melambai tangan ke arahnya. Pria itu tersenyum lalu kembali fokus kedepan.


Satu jam berlalu, Ana dan Somi keluar kelas, mereka menuju kantin untuk makan siang. Seseorang pun memegang pergelangan tangan Ana dengam cepat.


"Minhyun!" Ana menoleh sambil tersenyum.


"Mari makan bersama!" Ajak Lee Ze pada Minhyun.


"Kau berpacaran dengan Avaneesh Bumi ?" Jadu membelalak, sedangkan Minhyun yang tahu soal hal itu tidak berkomentar dan hanya melahap makanannya.


Ana tidak menjawab Jadu, dia memberi isyarat kepada Minhyun.


"Benarkah itu? Kenapa tidak bilang padaku!" Somi sama terkejutnya, dia merasa kecewa karena Ana tidak bercerita tentang hal itu.


"Hehehe iya," Jawab Ana sambil berbisik dan mencondongkan tubuhnya ke arah mereka. Minhyun menatap Ana dengan datar.


Semalam mereka bilang tidak berhubungan apa-apa, tapi kenapa sekarang Ana mengaku bahwa mereka sepasang kekasih?


Batin Minhyun.


"Minhyun, bukankah Pak Avaneesh Bumi itu sepupumu? Jadi, selama ini kau sudah tahu?" Jadu menunjuk ke arah Minhyun.

__ADS_1


Minhyun tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan kembali melahap makanannya. Yeri dan kawan-kawan menghampiri meja Ana.


Dia tiba-tiba saja menaruh tray makannya dengan kasar tepat dihadapan Ana, wanita itupun mencondongkan tubuhnya pada Ana.


"Ternyata ini akal busukmu, Minhyun kau tidak sadar? Dia mendekatimu dan juga Dongmin untuk mendapat perhatian Tuan Avaneesh Bumi, Dia pasti memanfaat kan mu, aduh tidak bisa dipercaya, main mu cantik sekali Anastasia!" Yeri menatap tajam ke arah Ana, rupanya dia cemburu dan takut tersaingi.


"Apa maksudmu?" Minhyun mendelik ke arah Yeri.


"Lebih baik kau pergi, lagipula bukan Ana yang mendekatiku melainkan akulah yang mendekatinya!" Lanjut Minhyun, semua orang tertegun mendengar ucapannya.


*


*


Seorang pria suruhan Lee Rojun ternyata sedang mengawasi gerak-gerik kedua anaknya. Dia tidak ingin, anak-anaknya berhubungan dengan gadis yang bernama Anastasia apapun statusnya.


Rupanya, Lee Rojun diam-diam mencari informasi seputar Anastasia. Dia yang memercayai soal hubungan wanita itu dengan Bumi. Ingin memanfaatkan status Ana dan latar belakang wanita itu untuk membuat citra Bumi buruk di mata publik.


Maka dengan itu, dia bisa mengambil alih kepemimpinan pria itu sebagai CEO untuk anaknya Dongmin. Tapi, mengetahui pertengkaran kedua anaknya di dasari oleh wanita itu. Dia menjadi sangat benci padanya, dia merasa anak-anaknya itu bodoh karena mau memperebutkan gadis seperti itu.


Jadi, dia harus memastikan bahwa anak-anaknya tidak berhubungan dulu dengan wanita itu. Agar dia leluasa menyerang Bumi dengan memperalat gadis yang bernama Anastasia.


~


Dongmin yang sudah tertarik pada Ana sejak awal, merasa di tusuk dari belakang oleh sepupunya sendiri. Pernyataan pria itu soal hubungan palsunya dengan Ana membuat Dongmin geram.


Kini, Dongmin menghampiri Bumi yang ada di ruangannya.


Dia semakin geram apalagi mengingat bahwa sepupunya itu menghamili wanita lain, jika media tahu soal itu. Tentu saja akan menjadi masalah besar, bagaimana jika Ana di labeli sebagai pelakor dan sebagainya oleh orang-orang di internet?


Pria itu membuka ruangan Bumi tanpa izin, sepupunya yang sedang berkutat dengan pekerjaan pun langsung menoleh ke arahnya. Dia tersenyum pada Dongmin, sedangkan pria itu membalas dengan tatapan tajam dan berjalan cepat ke arah pria itu.


"Apa maksud pernyataan mu pada media?" Dongmin menarik kerah kemeja Bumi.


Sepupunya membulatkan mata tidak percaya akan aksi yang dilakukan Dongmin.

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2