MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 86 : Perayaan ulang tahun Ana


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Bumi, keduanya turun lalu masuk kesana, Ana merasa jantungnya berdegup kencang karena ini kali pertama makan malam tanpa di temani Bumi. Pria itu mengirimkan kado spesial tapi anehnya tidak menghubungi Ana secara langsung.


*Apa yang ada dipikiranmu Bum?


Apa kau pernah sekali memikirkanku*?


Ana bertanya pada batinnya sendiri, banyak hal yang mengganjal di pikirannya. Dia sudah berusaha untuk menjadi kekasih yang ideal untuk pria itu. Walau, dia sering merasa minder jika harus dibandingkan dengan kakaknya, Bella.


Wanita itu menyapa seluruh anggota keluarga Kim, sambil menunduk dan senyuman merekah Ana dibawakan kue ulang tahun oleh para pelayan disana. Ana sampai menutup wajahnya, dia tidak kuasa menahan rona di pipinya.


"Selamat ulang tahun Ana, selamat ulang tahun Ana." semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Anastasia, wanita itu menatap mereka semua dengan mata berbinar lalu meniup lilin yang ada pada kue di depannya.


"Terima kasih semuanya," kata Ana.


Ibu Bumi pun langsung menghampiri wanita itu dan memeluknya, bergantian dengan ayah Bumi dan juga kakek Kim.


"Selamat ulang tahun Ana, sayang sekali di saat hari bahagiamu seperti ini, Bumi tidak ada di sampingmu. Tapi kau Tenang saja ya anggaplah kami ini adalah keluargamu. Jadi kau tidak perlu canggung hari ini mengerti?" Ayah Bumi meyakinkan Ana kalau mereka sangat menyayangi wanita itu.


Ana sendiri merasa tidak nyaman mengingat statusnya kini bukanlah kekasih Bumi lagi. Kakek Kim pun ertawa kecil mendengar ucapan anaknya itu.


"Benar aku adalah kakekmu, jadi jangan pernah merasa tidak nyaman di sini, kau mengerti Ana?" katanya meyakinkan Ana lagi.


Ibu bumi terlihat tersenyum canggung menatap ayah mertuanya, dia bingung tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat semuanya terbongkar. Saat kehamilan wanita misterius itu diketahui oleh ayah mertua dan suaminya, yang ada di pikirannya sekarang adalah Anastasia.


Apa yang akan terjadi padanya jika mengetahui semua hal itu? Ibu Bumi tersenyum melihat wanita itu, begitupun dengan Dongmin. Dia sambil bertepuk tangan menyorakan lagu perayaan ulang tahun Ana.


Tak lama dua orang tamu datang memasuki ruangan itu, ternyata itu adalah kedua orang tua Ana. Meeeka juga diundang oleh ibu Bumi untuk merayakan ulang tahun Anastasia. Betapa terkejutnya dia melihat kedua orang tuanya di sana,

__ADS_1


"Selamat ulang tahun nak," kata ayahnya. Begitupun dengan ibu Ana yang mengucapkan hal yang sama sambil memeluknya. Entahlah Apa dia sedang bersandiwara atau tidak, tapi rasanya sangat berbeda sekali dari biasanya.


Setelah acara tiup lilin selesai, semuanya memulai menyantap makan malam bersama. Dilihatnya oleh Ana, meja makan yang panjang itu berisikan penuh makanan. Sedangkan yang hadir hanya ada tujuh orang saja.


Melihat betapa Spesialnya Ana di mata keluarga itu, membuat hatinya merasa senang dan beruntung. Tapi sayang sekali hubungannya dan Bumi sudah berakhir, dia ingin sekali menyampaikan hal itu pada yang lainnya tapi dia takut, membuat semua orang kecewa padanya.


Dongmin menyantap makanannya dengan nikmat begitupun dengan Anastasia, dia sangat menyukai hidangan yang disajikan di sana. Sayang sekali terkadang pikirannya melayang jauh memikirkan Bumi yang kini ada di United Kingdom.


Bumi yang sekarang sedang sibuk mempersiapkan Pameran untuk besok. Pria itu bahkan tidak sempat untuk memegang ponselnya karena dia harus secara detail memeriksa kualitas barang yang akan ada di pameran. Pria itu terus berkutat dengan laptopnya.


Dia memeriksa barang yang akan dia pamerkan nanti, dia harus memastikan kualitasnya baik dan semua fungsi berjalan dengan lancar, jika tidak pameran itu akan gagal untuknya.


"Ibu sangat senang karena kau mau menerima undangan ibu ke rumah ini, karena selama tidak ada Bumi Ibu merasa sangat kesepian." Ibu Bumi tersenyum manis kepada Ana.


Sedangkan ibu kandungnya hanya melirik anaknya itu dengan tajam, dia merasa kesal karena Ana bisa disanjung oleh calon mertuanya. Juga mengingat Bella yang mengandung anak Bumi membuat dia merasa geram. Dia merasa Bella juga pantas mendapatkan perlakuan seperti itu, bahkan harusnya lebih dari itu.


Sekarang dia juga merasa menyesal karena telah meminta Bella untuk menyuruh Bumi menikah dengan Ana. Hingga akhirnya mereka malah benar-benar saling jatuh cinta.


Setelah makan malam selesai, kini saatnya mereka memberikan kado kepada Anastasia. Dimulai dari Dongmin yang memberikan kotak kecil berisi kalung yang sempat Ana tolak. Ana meraih kado itu dengan gugup, "Terimakasih Dongmin" katanya sambil menyeringai.


Padahal pria itu sudah memberikannya gaun cantik yang kini dia kenakan, tapi kenapa ada kado lain setelahnya. Kini giliran Ibu Bumi, wanita itu memberikan tas bermerk papan atas, Dior.


Ana merasa senang dengan kado yang diberikan itu, dia pun memeluk ibu Bumi dengan erat.


"Terimakasih bu," Kata Ana sambil memeluknya.


"Sama-sama sayang," Jawab Ibu Bumi singkat, wanita lembut itu benar-bemar calon mertua idaman.

__ADS_1


Dilanjut oleh ayah Bumi, pria itu memberikan Ana satu set perhiasan dengan batu ruby menghiasinya. Ana merasa terkejut karena kado itu sangatlah mewah untuknya.


"Terimakasih, tapi ini agak berlebihan." Ana mengerucutkan bibirnya.


"Tidak ada yang berlebihan untuk calon menantu ayah yang cantik." Jawab Ayah Bumi, keluarga ini memang di didik dengan baik oleh orang tuanya sehingga sangat memuliakan wanita.


Ibu Ana menatap anaknya tersenyum dengan terpaksa. Sedangkan ayah Ana sangat merasa bersyukur karena anaknya dikeliling orang baik seperti mereka.


"Kini hadiah dari kakek," Kakek Kim mengeluarkan sebuah dokumen. Orang tua Ana merasa terkejut, sedangkan Ibu Bumi terlihat sangat bersemangat melihatnya.


"Apa ini kek?" Tanya Ana kelimpungan.


"Ini adalah 30% saham perusahaan cabang KIK yang baru yang nantinya akan di pimpin oleh Dongmin, setelah lulus kuliah dan menikah dengan Bumi kau bisa langsung menjadi direktur disana membantu Dongmin yang berprofesi sebagai CEO perusahaan itu."


Ana membelalak mendengar penjabaran kakek Kim, itu Terdengar sangat berlebihan baginya. Tapi, dia juga tidak bisa menolak hal itu karena kakek Kim sudah sangat mempercayainya untuk memegang posisi direktur di sana.


Dia hanya merasa sangat bersyukur karena begitu baiknya keluarga kekasihnya itu. Matanya pun sampai berkaca-kaca, dia tidak bisa lagi menahan rasa sedih dan bahagianya. Kemudian, air mata pun mengalir ke pipinya.


"Kenapa kau menangis nak? Sini kakek singkirkan air mata mu itu. Kau tidak boleh bersedih di hari bahagiamu seperti ini." Kakek Kim mendekat ke arah Ana dia menyeka air mata wanita itu, lalu memeluknya.


"Aku hanya sangat bersyukur karena ada di tengah keluarga Ini." kata Ana agak terisak. Dongmin tersenyum melihat kedekatan mereka semua.


Sedangkan ibu Ana berkali-kali terlihat memutar bola matanya kesal. Dia bahkan mengumpat berkali-kali dan mengatakan seharusnya Bella lah yang mendapatkan itu semua.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2