MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 11 : Sudut Pandang Anastasia


__ADS_3

Malam itu Aku pergi mencari makanan, akhir-akhir ini perutku sering lapar dimalam hari, Ada restoran cepat saji yang terkenal diseberang jalan apartemenku. Aku membeli makanan disana, menyebrang dengan hati-hati. Lalu aku masuk ke restoran itu dan memesan Tteokbokki juga soda.


Setelah memesan aku mendengar sapaan dari seseorang. ah aku tidak akan menanggapinya, paling-paling itu hanya pria genit yang hobinya cat calling ¹ wanita.


"Heh!" suara nya terdengar tidak asing, akhirnya karena penasaran aku menoleh ke arah pria itu. Rupanya, dia lagi. Makananku sudah siap, aku duduk dikursi dekat pintu keluar . Aku ingat, Pria yang disana adalah Bumi, saudaranya Dongmin.


Tiba-tiba saja pria itu meminta pelayan membawa makanannya ke meja ku. Apa yang akan dia lakukan?


"Tolong bawakan makananku ke meja wanita itu ya!" Bumi menyeringai,


Aku menatapnya tajam. "Apa-apan kau?" Tanyaku sinis.


Pria itu menyeringai, aku tidak suka seringaiannya yang seperti psikopat gila itu.


"Aku ingin makan bersamamu," dilihat dari ekspresi nya sepertinya dia sengaja menggoda ku, apa dia ingin membalasku karena kejadian tadi pagi? Biarlah aku tidak peduli, aku hanya ingin melahap habis segera makan yang kupesan tadi.


Aku melirik keranjang ayam madu yang pria itu beli.


Glek sepertinya aku tidak sadar menelan ludah ku.


"Kau hanya makan itu?" Pria itu seperti cenayang yang membaca pikiran orang.


"Ya," Aku menyantap makananku.


"Makanlah!" Bumi mendorong ayam mendekat ke arah ku.


"Tidak perlu!" Aku tetap sok fokus menikmati Makanan, padahal aku sangat ingin ayam itu.


"Tdak perlu malu, ambil saja!" Dia memperhatikan ku, sepertinya dia sedang menunggu apakah Aku akan mengambil ayamnya atau tidak.


"Baiklah kalau kau memaksa," Aku dengan cepat mengambil ayamnya Aku bertingkah seolah terpaksa mengambil ayam itu, agar tidak terlalu malu. Padahal aku memang ingin memakannya, rasanya tawa ku bergemuruh didalam hati.


"Apa kau sedang hemat? kenapa hanya makan itu?" Bumi menyeringai mengejekku.


"Tidak, aku sedang ingin makan ini saja," Aku beralasan.


"Yakin? Tapi kau tetap melahap ayamnya!" Dia terkekeh menahan tawanya.


"ini karena kau yang memaksa!" Jawabku mengalihkan pandangan.


"cih alasan!" Dia mencibirku? Berani-beraninya dia. Lagian, apanya yang lucu?


"Sedang apa paman disini?" Tanyaku padanya, aku tahu dia kesal.jadi aku akan semakin membuatnya kesal.


Dia melotot kearahku kesal


"Paman? Aku bukan pamanmu, panggil aku Oppa! Jangan pa~man ! , Oh iya aku lupa siapa namamu?" Dia seperti sedang mengingatnya.


"Anastasia, Ana!" Jawabku.


"Ah ya Ana, umur kita tidak beda jauh, bukankah kau bisa melihat itu dari wajahku yang imut ini?" Dia menyeringai menyombongkan ketampanannya,

__ADS_1


"Aku tidak mau menjawabnya!" Aku masih melahap sisa makananku dan berpura-pura mengabaikan pria tampan itu.


"Apa kau kekasih Dongmin?" tanyanya tiba-tiba.


"Apa? Bukan, dia adalah Kaka tingkat ku di Kampus, aku sangat menghormatinya." Aku menahan rambutku yang panjang agar tidak kena kuah saus Teokkboki.


"Aku ingin minta maaf masalah tadi pagi, aku benar-benar tidak sengaja." Aku menatapnya tulus dan merasa menyesal.


"Tidak apa-apa, setelah mendapatkan pekerjaan nanti tolong bayar kesalahanmu!" Dia menaikan sebelah alisnya sambil menyeringai jahat.


"Membayar? menyebalkan sekali." jawabku.


"Kau baru saja minta maaf!" katanya dengan nada agak tinggi.


"Kau yang menyebalkan, bagaimana bisa Dongmin punya saudara sepertimu. sudah dulu, aku mau pulang duluan terimakasih makanannya." Aku berdiri lalu membuang sampah makananku, aku meninggalkannya pulang dengan berlari kecil sambil melambai berjalan keluar.


Lucu sekali, aku melihat wajahnya yang kesal, aku tertawa kecil sambil menyeberang jalan, lalu masuk ke Gedung Apartemenku. Ponselku pun berdering. Aku melihat pesan yang masuk, ternyata itu dari Dongmin.


^^^Dari : Dongmin^^^


^^^Maafkan aku untuk yang pagi tadi, Aku ingin membantumu.^^^


^^^Aku punya kenalan yang membutuhkan pegawai di Cafe nya, ^^^


^^^Lokasinya ada di perusahaan KIK milik Saudara ku Bumi. Jika kau bersedia aku akan mengantarmu untuk bertemu dengannya besok.^^^


Begitulah isi pesannya, rasanya aku seperti sedang mendapatkan lotre. Pertama aku makan ayam gratis, kedua aku mendapat pekerjaan yang ku harapkan. Dengan semangat aku segera membalas Dongmin.


^^^Yaaa tentu, terimakasih banyak Dongmin karena sudah mau membantiku. Kabari saja aku jika kau sudah berangkat kesini.^^^


karena tidak fokus, aku menabrak seseorang saat hendak masuk ke dalam Lift.


"Maafkan aku," kataku sambil menunduk.


"Tidak apa-apa, Ana kau dari mana malam-malam begini?" Tanyanya, aku langsung mendongak ke arah wajah itu, termyata Minhyun. Dengan bibir pucat dan muka bantalnya, kenapa dia sangat mirip dengan Dongmin. Apa mereka bersaudara?


"Aku lapar jadi mencari makanan ke seberang sana," Ucapku sambil menunjuk Restoran cepat saji yang terlihat dari kejauhan.


"Tapi ini sudah malam, ku harap Lain kali kau menghubungi aku, aku akan dengan senang hati menemanimu, jangan pernah keluar malam sendiri, lebih baik kau beli dengan menggunakan aplikasi online." Dia menyarankan dengan wajah datarnya.


"Ya tentu, terimakasih sudah mengingatkanku Minhyun. Kau sendiri mau kemana?" Tanyaku penasaran.


"Aku mau mengambil paket di Lobby, apa kau mau menemaniku?"


Aku mengangguk dan mengikutinya dari belakang, Setelah mengambil barangnya kami berjalan kembali ke Lift.


"kenapa kau belum tidur di jam segini?" Tanyanya, hmm apa dia lupa?


"Sudah kubilang aku lapar, aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini sering merasa lapar dijam segini." Aku mengelus perutku sambil menyeringai ke arah Minhyun.


"Apa kau sedang banyak pikiran? Itu biasa terjadi saat emosi mu sedang tidak stabil, itulah yang kubaca." Dia menatapku lalu fokus berjalan memasuki Lift. Aku hanya menyeringai dan tidak menjawab.

__ADS_1


"Lain kali kau harus menyetok makanan atau cemilan , kau bisa memakannya saat lapar dimalam hari. Jangan pernah keluar sendiri lagi di jam malam seperti ini." Minhyun berbicara serius padaku.


"Kau boleh menelponku untuk menemanimu membeli makanan atau mengambil makanan dibawah." Minhyun terlihat sangat peduli, empati nya tinggi sekali ya. Aku malah gagal fokus.


"Ya baiklah, aku akan memintamu menemaniku lain kali. Terimakasih" Aku tersenyum.


Lantai 6


Ting....


Pintu lift terbuka,


"Aku pergi duluan," Aku keluar dari Lift, lalu melambai pada pria itu.


"Selamat malam," kata Minhyun sebelum pintu lift tertutup, kenapa dia sangat manis sekali.


Aku berjalan lalu membuka pintu apartemen, memasuki kamar ku lalu merebahkan tubuhku dikasur. Hummm nyaman sekali. Aku harus istirahat, besok aku ada wawancara dengan manager cafe.


07.00 pagi


Aku terbangun lalu melihat jam diponselku, waktu menunjukan jam 07.00 pagi, aku pergi ke kamar mandi berjalan sempoyongan. Aku menyalakan keran air lalu mandi dibawah guyuran air dingin.


Setelah selesai mandi, aku memilih pakaian terbaik ku. Menyantap Roti dengan Nutela diatasnya. Sambil menunggu Dongmin, Aku melakukan beberapa aktifitas ku dahulu.


Tepat di Jam 9 pagi, Dongmin meneleponku dan mengabari ku bahwa dia akan berangkat menuju SeeU house. Aku segera turun ke Lobby, karena lebih baik menunggunya disana dari pada Dongmin naik ke sini.


Aku berpapasan dengan Minhyun lagi, kali ini sepertinya dia baru pulang jogging.


"Kau mau kemana? apa kau akan melamar pekerjaan lagi? Oh iya, hari ini aku akan kerumah ayahku, aku akan meminta bantuannya untuk mendapatkan lowongan pekerjaan paruh waktu untukmu Ana."


Minhyun tersenyum ke arah ku, dia baik sekali bahkan rela ikut mencari kan lowongan pekerjaan. Tapi bagaimana caranya aku menolak kebaikannya itu?


"Terimakasih sebelumnya, tapi maaf... Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang aku harapkan. Hari ini jadwal wawancaranya, Aku dan Dongmin akan kesana sekarang." Aku tersenyum canggung, tapi pria ini malah sumringah.


"Aku senang mendengarnya, baiklah semoga berhasil !" Minhyun tersenyum sambil mengangkat tangannya menyemangatiku.


"Terimakasih atas tawaranmu pak!" Aku tertawa menggodanya untuk mencairkan suasana, Minhyun pun ikut tertawa, matanya tatap fokus melihat kearah ku. Aku menyadari itu.


SUDUT PANDANG ANA SELESAI DISINI...


Next Chapter, balik ke Sudut pandang author!


...****************...


...****************...


...****************...


Kamus Author


Cat calling ¹ : Siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual dari seorang laki-laki terhadap perempuan yang lewat dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2