MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 68 : Ke Busan.


__ADS_3

Hallo Semua !!


Mau sekalian kasih tahu, buat nambah bacaan kalian, bisa baca karya baruku juga ya yg berjudul "Dijadikan Bahan Taruhan".


Jangan lupa dukungan Like dan Komennya ya kak.


Happy Reading~~


......................


Bumi berjalan mengambil segelas air untuk Bella, sedangkan wanita itu menunggunya dikamar. Dengan santai dia menunggu air itu selesai sampai terisi penuh.


Jadi, setelah dia sampai di hotel. Bella meneleponnya dan memintanya segera ke Apartemen. Tanpa pikir panjang, Bumi pun meminta supirnya untuk mengantarnya kesana.


Dia memikirkan keadaan bayi yang ada didalam perut Bella, setelah sampai disana, dia pun disambut hangat oleh wanita itu. Bella pun menyediakannya kopi hangat dan cemilan, dia berlagak seperti seorang 'istri' sungguhan .


Bumi sebenarnya merasa tidak nyaman dengan perlakuan seperti itu, tapi setiap kali pria itu protes. Bella akan merengek dan beralasan bahwa bayinya lah yang menginginkan itu.


Bumi membawa segelas air itu ke kamar Bella, pintu itu sengaja tidak ditutup oleh Bella. Sehingga, dengan mudah Bumi bisa masuk kesana. Tapi sebelum melenggangkan kakinya ke dalam kamar, pria itu memanggil Bella terlebih dahulu.


"Bella, Air mu sudah siap." Ucap Bumi sambil menunggu wanita itu menjawab, dia berdiri di luar pintu yang terbuka itu.


"Masuklah Bum," Bella langsung duduk bersandar ke dipan tempat tidurnya.


Bumi melangkahkan kakinya masuk ke kamar itu, dia segera menghampiri Bella lalu menyerahkan air minumnya. Bella meraih air minum itu, namun kemudian menahan tangan Bumi. Bumi memperhatikan Bella.


"Ada lagi yang kau butuhkan?" Tanya Bumi dengan tatapan sendu.


"Aku membutuhkanmu, temanilah aku disini, malam ini Bum." Bella mengerucutkan bibirnya, sekarang dia perlahan mengeluarkan jurus jitunya. Yaitu, merengek.


Bumi menghela nafas panjang, lalu menatap langit-langit kamar wanita itu.


"Bella, aku akan berjaga diluar kamar. Apapun yang kau butuhkan selain meminta aku menemanimu tidur disini akan aku lakukan. Jadi, kumohon mintalah sesuai apa yang kusanggupi." Bumi menatap wanita itu, dia juga tidak bisa berbicara keras padanya.


Apalagi melihat wanita itu dengan purit buncit berisikan bayinya, dia makin tidak tega melihatnya. Bumi diambang kegalauan, dia juga tidak mau melakukan hal diluar batas bersama wanita ini. Apalagi, jauh disana ada Ana yang menunggunya.


Bumi berjalan ke arah pintu kamar meninggalkan Bella, belum sampai disana... Bella mulai bertanya mengenai hubungannya dengan Ana.

__ADS_1


"Kenapa? Bukankah hubunganmu dengan adikku hanya sebatas sandiwara? Bukankah kau masih mencintaiku?" Bella menoleh ke arah Bumi, matanya memerah dan air mata terlihat berlinang di mata wanita itu.


Bumi mendengus, apa lagi ini? Itulah yang ada dipikirannya. Bella seperti sengaja mencari masalah dengannya. Bumi dengan rasa malas mencoba berbicara pada Bella.


Dia sudah lelah karena perjalanan, sekarang harus ditambah perdebatan bersama Bella? Huft, itu membuatnya kehabisan tenaga.


"Kau tidak perlu memikirkan hal lain, sekarang fokuslah pada janin yang ada diperutmu. Bayi itu anakku juga, aku tidak mau kau dan bayi itu terlalu banyak pikiran."


"Lalu kenapa? Kenapa kau menolakku?" Rasanya pertanyaan dari Bella itu membuat Bumi ingin berteriak didepan wajahnya. Sayang sekali, dia tidak mungkin melakukan itu. Dia hanya bisa bergerutu didalam hatinya.


Bukankah kau yang mau aku bersama adikmu?


Lalu sekarang kenapa marah?


Apa yang ada dipikiranmu sebenarnya?


Aku pusing, aku ingin tidur .


Tapi hal yang terlontar berbanding terbalik dengan apa yang ada dihatinya, Bumi dengan lemah lembut menjawab.


Dia membawa laptopnya dan pindah ke ruang tamu, pria itu membaringkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan mata.


*


Disisi lain, Ana sedang sarapan bersama ibu dan ayahnya, pagi itu ibunya bergelagat aneh. Dia terlihat murung, Ana dan ayahnya tidak tahu alasan apa dibalik kemurungannya itu.


"Ana, kau ada acara hari ini?" Tanya Ayah Ana sambil melahap telur dadar buatannya.


Ana menggeleng pelan, mulutnya terbuka seraya sendok berisi telur masuk kedalam.


"Aku akan istirahat dirumah saja, memangnya ayah dan ibu sudah mau pulang?" Ana menatap mereka agak lama sambil menunggu jawaban.


Ayahnya menoleh ke arah ibunya, seolah mengisyaratkan 'itu terserah ibumu Ana' .


"Tentu saja, kami akan ke Busan menemui Kakek dan Nenek mu." Ibu Ana mengelap mulutnya dengan tisu yang ada didepannya.


"Kerumah kakek nenek? Apa aku boleh ikut?" Tanya Ana dengan semangat, selama dia disini dia belum sekalipun mengunjungi kakek dan neneknya. Dia jadi merasa bersalah.

__ADS_1


Ayah nya mengangguk lalu menatap istrinya, menunggu persetujuan.


"Hmm baiklah, kau boleh ikut." Ibunya mendengus pelan, Ana dengan spontan memeluk ibunya dengan senang. Akhirnya dia punya kesempatan untuk liburan bersama keluarganya.


Setelah selesai sarapan, Ana mencuci piring yang sudah mereka gunakan. Sedangkan ibunya menunggu diruang tv sambil menonton acara siaran langsung.


Ayah Ana sedang memeriksa kondisi apartemen Ana, dia khawatir jika apartemen itu ada kerusakan. Mengingat apartemen itu sudah lama tidak digunakan.


Setelah selesai mencuci piring, Anastasia berjalan ke kamarnya. Dia mengambil tas agak besar untuk memasukan pakaian nya selama di Busan. Ana membuka pintu lemari secara perlahan, wanita itu membawa beberapa setelan dan dress yang kebanyakan bertema vintage.


Setelah selesai mengepak semua pakaian, Ana membawanya keluar. Dia sekarang melihat ayah ibunya sudah siap-siap. Mereka keluar bersama, tidak lupa untuk mengunci pintu.


Ana mengirim pesan pada Bumi sambil berjalan ke arah lift,


"Anaa, hati-hati. Jika kau terus fokus pada ponselmu. Kau bisa tersandung nak." Ucap ayahnya.


Ana menyeringai. dia memasukan ponselnya ke tas setelah selesai mengirim pesan pada Bumi.


^^^Dari : Ana^^^


^^^Bum, Aku liburan ke rumah kakek-nenek hari ini.^^^


Itulah pesan yang Ana kirim pada kekasihnya, Ana sangat bersemangat, setelah kurang lebih 5 bulan menjalani kuliah tanpa istirahat. Akhirnya, dia bisa mengambil waktu untuk cuti beberapa hari.


Ana berjalan dibelakang setelah ibu dan ayahnya, sesampainya di basemen mereka masuk kedalam mobil, yang ternyata sudah Bumi sediakan untuk mengantar kedua orang tua Ana kemanapun mereka mau.


Ana melihat supir yang tidak asing lagi, itu Johan. Pria itu memang selalu menjaga Ana selama ini, jadi tidak heran Ana mengenalnya.


Ngomong-ngomong soal masalah Yeri menampar Ana, sudah sedang diurus oleh Sekretaris Bumi. Berita konyol pun tidak terlihat muncul ke awak media.


Setelah pulang dari KIK, Tuan Park langsung menginterogasi anaknya. Dia marah besar pada putrinya itu. Yeri beralasan karena Ana menggoda Dongmin.


Tapi Tuan Park tidak percaya pada wanita itu, sehingga dia tetap dipaksa untuk mengunggah video permintaan maafnya pada Anastasia.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2