MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 78 : Dongmin ke Busan.


__ADS_3

SEOUL, 10.00 PAGI,


Pagi hari yang cerah, Dongmin menoleh ke kanan jendela mobil. Sesampainya di sekitar kampus Hankuk, Dia segera keluar dari mobilnya. Lalu berjalan menuju coffee shop terekat.


Dongmin membuka ponselnya, dia melihat pesan yang ada pada layar ponsel itu. Disana tertuliskan nama Ana pada layarnya. Dia pun membuka pesan yang Ana kirimkan.


^^^Dari : Ana^^^


^^^Aku bersama kedua orang tuaku, ada apa?^^^


Dongmin berjalan sambil menggulung sweater yang dia gunakan, pria itu membalas pesan Ana sambil menunduk dan tidak fokus pada jalanan.


Tba-tiba saja sebuah tangan melingkar di perutnya, sontak itu membuat Dongmin terkejut. Dia lalu menoleh ke arah belakang. Ternyata itu adalah Yeri, wanita itu memeluknya.


Dongmin dengan agak kasar melepaskan tangan itu, dia melihat Yeri yang tersenyum bahagia, berbanding terbalik 180° dengan perasaan yang Dongmin rasakan.


Yeri dengan sumringah menatap ke arah Dongmin.


"Kau ingatkan perjanjiannya?" tanya Yeri.


Dongmin memutarkan bola matanya dan mendengus kesal. Sebenarnya dia dan Yeri punya perjanjian rahasia.


"Jangan bilang kau lupa tentang Perjanjian itu!" Lanjut Yeri sambil menatap Dongmin, wanita itu mengernyitkan dahinya.


Dongmin membalas tatapan wanita itu dengan datar. Dia malas sekali melihat wanita itu di depannya. Yeri mengerucutkan bibirnya sambil melingkarkan tangannya di dada. Dia menatap Dongmin dengan tajam sambil mengernyitkan dahi.


"Kau sudah berjanji ! " katanya sambil memalingkan wajah, Dongmin pun menghela nafas panjang. "aku tidak lupa tenang saja!!" Jawab Dongmin agak ketus, sambil nyelonong meninggalkan Yeri di sana.


Dengan ekspresi kesal nyeri bergerutu sendiri. "Dasar sialan!" umpat Yeri.


Wanita itu lalu berjalan kembali ke arah kampus Hankuk, Sedangkan, Dongmin berjalan ke arah Cafe yang ada di sana. Dia memasuki Coffee Shop yang sangat terkenal di kampusnya.


Sambil menunggu Minhyun datang, Dongmin membuka ponselnya lagi. Dilihatnya dia belum sempat membalas pesan Anastasia tadi. Dongmin pun melanjutkan kegiatannya mengirimkan pesan pada Ana.


Pria itu bertanya apakah dia boleh ke sana menyusul Ana. Dongmin merasa sangat bosan hanya berdiam diri dirumah saja. Dia ingin sesekali liburan diluar kota.

__ADS_1


Maka dari itu, dia menawarkan diri untuk menemui Ana di rumah neneknya. Dka masih menunggu keputusan Ana, entah apakah dia akan diizinkan atau tidak.


Sambil menoleh ke kanan kiri, Dongmin mencari orang yang dikenali. Tapi untung saja, di coffee shop itu sedang tidak ada orang sama sekali selain dirinya. Kemudian dia pun dihampiri oleh pelayan yang menanyakan tentang pesanan apa yang dia inginkan.


Dongmin pun menjawab, "Aku ingin Latte saja" katanya.


Pelayan itu pun memberikan Dongmin pilihan, "Ingin yang dingin atau yang panas?" Tanya pelayan itu.


Untuk beberapa waktu Dongmin berpikir, lalu dia pun memutuskan pilihannya. "Aku ingin yang dingin," katanya.


Pelayan itu pun kembali ke tempatnya bekerja dan menyiapkan minuman pesanan Dongmin. Sedangkan Dongmin masih Menatap layar ponselnya menunggu balasan dari Anastasia.


Setelah 30 menit menunggu Minhyun, akhirnya pria itu datang.


Minhyun segera berjalan menemui Dongmin di Coffee Shop. Dia sudah selesai dengan kelasnya, jadi dia bisa menemui pria itu sekarang. Dia membuka pintu coffee shop secara perlahan, lalu melangkahkan kakinya.


Diilihatnya sosok Dongmin dengan sweater berwarna krem sedang duduk di pojokan dekat dengan jendela. Pria itu pun menghampirinya, Dongmin yang melihat Minhyun mendekat sontak langsung Melambaikan tangannya pada adiknya itu.


Minhyun dengan tersenyum menyapa, "Kau baik-baik saja?" tanya Minhyun.


*


DI BUSAN jam 10.00 pagi.


Ana yang sedang membantu kakeknya berkebun dan memanen wortel mendengar dering dari ponsel yang ada di sakunya. Dia pun melihat dan mengeluarkan ponselnya itu, dengan kilauan sinar matahari yang menyorot keponselnya dia agak kesusahan melihat pesan itu.


Akhirnya dia pun mencoba menutup ponselnya sedikit dengan kedua tangannya agar dia bisa dengan jelas membaca pesan dari siapa itu. Rupanya itu dari Dongmin. Dia mengirimkan pesan kepada Ana yang berisikan,


^^^Dari : Dongmin^^^


^^^Aku sangat bosan disini, apa aku boleh kesana menemuimu?^^^


Itulah isi pesan yang membuat Ana sedikit terkejut, Ana agak membelalak. Lalu membalas pesan itu dengan cepat, dia juga tidak enak untuk menolak. Jadi dia mengiyakan tawaran dari Dongmin itu.


^^^Dari : Ana^^^

__ADS_1


^^^Ya, tentu saja kau boleh ke sini aku akan kirim alamatnya.^^^


Setelah mengirimkan pesan itu, Ana mengembalikan ponselnya di saku celana yang dia gunakan. Dia membawa keranjang dan mendekat ke arah kakeknya.


"Kakek mana lagi yang harus aku ambil?" Tanya Anastasia, kakeknya pun menunjuk ke lahan 5 meter persegi panjang yang belum diambil wortelnya.


"Di sana! ambil yang di sana!" Kata kakeknya.


Anapun mengangguk sambil menyeringa, Dia berjalan membawa keranjang itu. Dilihatnya, Ayahnya yang masih mencangkul tanah untuk menanam bibit baru. Ana Melambaikan tangan pada ayahnya dwngan sumringah, pria itu menatap Ana lalu menyeringai.


Ana berjongkok untuk mengambil dan mencabut wortel dari tanah, dengan cekatan Ana pun berhasil mengambil satu persatu wortelnya. Dia menaruhnya di keranjang sampai semuanya dia ambil sendiri.


Setelah 3 jam bergelut di perkebunan itu, Ana beristirahat.


Waktu sudah menunjukkan jam satu siang, neneknya datang menghidangkan makan siang di luar. Di sebuah meja yang ada di luaran itu, neneknya membawa beberapa menu makanan begitupun dengan ibunya yang membawa satu kotak nasi.


"Ayo makan dulu, Ini sudah waktunya jam makan siang!" Ajak neneknya mengatakannya dengan gembira. Rupanya neneknya sangat senang melihat kehadiran anak mantu dan cucunya.


Ana pun izin untuk mencuci tangan yang lebih dahulu, "Aku harus cuci tangan dulu." katanya sambil berjalan masuk ke arah rumah.


Ana membuka pintu kamar mandi, Dia menatap cermin lalu melihat dirinya yang berkeringat sampai bercucuran. Dia juga melihat wajahnya yang terkena tanah.


Ana pun langsung membasuh tangannya lebih dulu, lalu menuangkan sedikit sabun dan menggosoknya selama 60 detik. Ana mencucimya sampai bersih.


Dia juga tidak lupa untuk mencuci wajahnya dengan air, anak rambutnya pun terlihat basah dan menempel pada dahinya. Sesaat dia bisa melupakan tentang kejadian tadi pagi, mengenai Bumi.


Dia belum berani untuk menanyakan kabar pria itu, sampai pria itu sendiri yang mengabarinya. Sebenarnya Ana sedang tidak ingin berdebat apapun dengan Bumi.


Tapi mendengar kabar mabuk Bumi membuatnya merasa kesal dan dia merasa kecewa pada pria itu. Pesan terakhir Bumi itu membuat Ana kecewa apalagi saat mengetahui pria itu malah sedang mabuk berat di Bar.


Setelah mencuci tangan dan mencuci wajahnya, Ana keluar dari kamar mandi. Ana keluar lewat satu jalan pintu masuk rumah. Dia pun melihat ayah, ibu dan nenek dan kakeknya sudah berkumpul untuk makan siang bersama.


Sebenarnya Ana masih merasa malas untuk bertemu dengan ibunya, bahkan ibunya pun belum menyapa Ana sama sekali, Mereka masih saling mendiamkan satu sama lain, Ana tidak merasa bersalah karena dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Ibunya lah, yang membenci dirinya.


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2