MENIKAHI ADIK MANTAN

MENIKAHI ADIK MANTAN
Bab 88 : Kerangka patung


__ADS_3

TIME SKIP


~


Setelah satu minggu lamanya berkutat dengan pameran, Bumi akhirnya punya waktu luang untuk mengabari orang-orang. Pria itu kini sedang di hotelnya dan menatap layar ponselnya yang baru.


Tidak ada satupun pesan yang di kirim oleh Ana, hanya ada beberapa pesan dari ibunya dan juga teman-temannya. Beberapa temannya di Inggris mengajaknya untuk pergi ke klub malam.


Tapi, dia tidak akan melakukan hal itu lagi, dia ingat pesan Ana padanya.


Bella yang tahu jadwal Bumi beberapa hari ini mulai aktif meneleponnya, wanita itu sangat merindukan pemuda itu. Pria itupun sudah meminta maaf soal kejadian hari itu, hari dimana dia memecahkan piring berisikan makanan yang di siapkan Bella.


Dia bertanya tentang kabar wanita yang sedang berbadan dua itu, Bella pun mengeluhkan segala kesulitannya.


Pria itupun berjanji, setelah urusannya di Eropa selesai dia akan kembali ke New York untuk mengunjungi Bella.


Bella sendiri tidak menceritakan soal pusing yang dideritanya terus menerus akhir-akhir ini.


Sedangkan Ana hari ini sedang berada di kampus, dia dan Minhyun harus mulai membuat patung yang akan dipamerkan di Galeri Yusho. Tempat itu adalah yang paling terkenal di Seoul.


Kampus mereka sudah biasa memamerkan hasil karya mahasiswa disana. Ana berjalan ke sebuah ruangan yang sudah di isi teman-teman lain.



(Gambaran ruang praktik seni tiga dimensi).


"Halo baby!" Sapa Jeon Somi si kutu buku cantik.


"Halooo," Ana menyeringai sambil menyibakan rambutnya, lalu menaruh tasnya di meja prkatik.


"Minhyun belum datang?" Tanya Ana pada yang lain.


"Itu dia!" Sahut Lee Ze yang menunjuk Minhyun di ambang pintu. Pria itu tersenyum lalu menghampiri Anastasia di meja nya.

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa pria itu dengan sumringah.


"Pagi," sahut Ana.


Minhyun kemudian duduk di hadapan Ana, wanita itu mulai mengenakan kain untuk menutupi pakaiannya agar tidak terkena material yang akan digunakan.


Lee Ze melamun menatap Minhyun yang ada di seberangnya. Dia melihat betapa tampannya pria itu. Tapi sayangnya, Minhyun hanya sibuk menatap Ana.


Wanita itu mulai mendekatkan kerangka untuk patung, tugas hari ini adalah membuat kerangka untuk seni yang akan mereka buat.


Minhyun melihat sketsa kerangka untuk membantu Ana membuatnya dengan kerangka besi yang gampang di bentuk,


"Gambarmu sangat jelas, aku melihat semua sketsa yang kau buat di buku ini." Buku yang ada padanya itu sedang dia lihat lagi dengan seksama.


Seketika wanita itu ingat, kalau ada sketsa gambar Bumi yang sedang tertidur disana. Dengan gelagapan Ana pun menyeringai.


"Hehe terimakasih Minhyun-ah !" Kata Ana sambil menyeringai canggung, pria yang ada di depannya itu hanya tertawa kecil.


Dia sudah melihat sketsa Bumi yang ada di buku itu.


Ototnya dikerahkan untuk membentuk tiap bagian kerangka, sedangkan Ana sekarang sedang meletakan dan menyusun kerangka itu menjadi sebuah bentuk yang akan dia buat.


"Bagaimana hubunganmu dan Bumi?" Minhyun menatap Ana sambil menyeringai.


"Uh baik-baik saja," katanya berbohong sambil terus fokus menyusun tiap kerangka yang sudah pria itu buat.


"Ah iya, maafkan aku karena tidak tahu soal ulang tahunmu minggu kemarin." Pemuda itu menatap Ana sambil tersenyum tipis.


"Tidak apa-apa," Ana menyeringai ke arah pria itu.


Selama satu jam setengah semua mahasiswa bergelut dengan material untuk membuat kerangka. Bahkan hasil Ana dan Minhyun hanya sekitar 10% dari keseluruhan kerangka. Yang lain, hanya mengerjakan di bawah itu.


Waktunya makan siang pun sudah tiba, Minhyun, Ana, Jadu, Somi dan Lee Ze pun berjalan ke kantin bersama. Di sana mereka langsung duduk satu meja setelah mengambil makanan.

__ADS_1


Dilihatnya, Dongmin dan para senior lain termasuk Yeri sedang duduk di meja kantin. Wanita itu bahkan melingkarkan tangannya di lengan Dongmin sambil mengobrol dengan yang lain.


Ana melihat pemandangan itu dengan datarz tapi di hatinya dia bertanya-tanya.


"Kakakmu berhubungan dengan Yeri?" Tanya Somi pada Minhyun tmyang memerhatikannya juga.


"Aku tidak tahu, tapi mungkin iya." Jawab Minhyun yang langsung fokus ke makanannya lagi.


Ana memalingkan wajahnya dari pemandangan itu, kemudian dia melahap makanannya.


"Terimakasih sudah mau membantuku, Minhyun." Kata Ana sambil menoleh ke arah pria di sampingnya.


"Sama-sama, itu sudah tugasku sebagai asistenmu dalam proyek ini." jawab Minhyun dengan lembut.


"Uuuuuuuuh kenapa kau sangat lembut sekali pada baby Ana." Somi mengerucutkan bibir mengejek Ana, sambil mencubit pipi wanita itu.


Tak lama, suara langkah kaki terdengar.


tuk tuk tuk


Dongmin berjalan ke arah mereka, "Halo" sapanya.


"Halo," semuanya mengangguk memberi salam pada senior mereka.


"Bolehkah aku duduk disini juga, sepertinya perbincangan kalian sangat seru." Dongmin menyeringai ke arah mereka.


"Aissh, kami ini juniormu!" Jawab Minhyun agak geram.


"Kau mulai berani tidak sopan padaku di depan temanmu? Aku ini kakakmu hey!"


Melihat kekonyolan mereka yang lain hanya tertawa kecil, sedangkan Yeri menatap mereka semua dengan tajam di seberang sana.


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2