
Bumi berjalan masuk ke kantin mencari Anastasia, Dia berjalan sambil menoleh ke kanan dan kiri. Sahabatnya Somi menyadari kedatangan Bumi lebih dulu dibanding Ana.
"Lihat siapa yang datang"
Somi memalingkan wajah Ana agar melihat Bumi, saat pria itu menyadari keberadaan Ana dia langsung menghampirinya. Ana pun langsung memalingkan wajahnya dari pria itu karena merasa malu.
Ah dia pasti mau jadi pusat perhatian lagi, memalukan...... Batinnya
Ana menutup wajah saat Bumi mulai berjalan mendekat ke mejanya. tapi dia terlambat, orang-orang sudah menyadari ada kekasihnya disana. lagi-lagi dia jadi pusat perhatian semua orang di kantin.
Bumi mengernyitkan dahi menatap Ana dari ujung kaki ke kepala, ternyata wanita itu tidak memakai pakaian yang aneh-aneh.
Ana berdiri lalu menarik lengan Bumi keluar dari kantin, semua orang pun memperhatikan mereka. Dia membawa pria itu ke koridor kampus yang dilalui beberapa orang.
"kenapa kau kesini?" Ana geram melihat pria ini dengan gaya selengean berdiri dihadapannya, terlebih dia kesal karena kejadian kemarin. Lebih tepatnya dia salah tingkah.
"Aku ingin memastikan kau tidak memakai pakaian seksi" Bumi menatap Ana dari ujung rambut ke kaki
"tidak, Kau lihat?" Ana menyilangkan tangannya didada sembari mendongakan kepala ke arah Bumi yang lebih tinggi darinya.
"Lagipula, memangnya kenapa jika aku memakai pakaian seksi? Itu tidak ada hubungannya denganmu" Ana memalingkan wajahnya kesal
"Jelas ada hubungannya denganku. Aku kekasihmu kau harus ingat itu" Bumi menyeringai
"ck ah aku malas bertemu denganmu" Ana memutar bola matanya, dia juga tidak mengerti kenapa dirinya bertingkah aneh. Seperti ingin meluapkan amarah tapi Pria itu juga tidak salah apa-apa, bukankah dia juga membalas ciuman itu?
Bumi menerawang ekspresi Ana yang terlihat salah tingkah, lalu beralih turun menatap bibir yang semalam dia kecup mesra itu. Dia menghela nafas panjang, pria itu harus segera menyampaikan perasaannya pada Ana sebelum terlambat.
"Kau bilang bajumu tidak cocok?"
"Aku hanya merasa pakaianku tidak cocok untuk bertemu ibu mu" Ana menunduk melihat pakaiannya sambil memegang jaket kulit yang dia pakai
"Itu cocok untukmu"
Bumi menyeringai lalu menatap Ana dengan lekat, dia memeluk Ana secara tiba-tiba.
"Aku merindukanmu" tangannya mengelus pucuk kepala Ana.
__ADS_1
Aroma tubuh Bumi yang harum membuat Ana nyaman, dekapannya yang juga hangat membuat dia lupa akan keadaan sekelilingnya. 5 menit berlalu Ana menikmati dekapan itu, Somi dan Leezey pun keluar dan berpapasan dengan mereka berdua.
Ana dengan cepat mendorong Bumi agar melepaskan pelukannya, Somi dan Leezey mendekati mereka sambil cengengesan. Bumi dengan canggung menggaruk ujung alisnya.
"Kenapa kau tega mendorongnya? Wajahnya sampai terlihat pucat seperti itu" Somi menutup mulutnya menahan tawa sambil mengejek Bumi.
"Kau menertawaiku huh?" Bumi mengernyitkan dahi menatap Somi tajam.
"Maaf maaf" Somi masih cengengesan
Ana langsung memeluk Bumi yang sedang bertolak pinggang, Bumi terkejut dengan perlakuan wanita itu. Pipinya sampai semerah kepiting rebus.
"Sabar ya, mereka itu sahabatku. oh iya kau bilang kita mau makan siang kan? Ayo kita pergi" Ana mendongakan wajahnya ke arah Bumi.
Bumi spontan menunduk dan melihat wajah Ana yang hanya beberapa inchi didepannya, dia langsung memalingkan wajah lagi lalu mengatur nafas nya dengan baik. Jantungnya berdegup kencang
Somi dan Leezey hanya bisa menelan ludah melihat mereka bermesraan di hadapannya. Setelah jantungnya normal, Bumi tertawa kecil sambil kembali menatap Ana, dia merangkul bahu Ana yang masih memeluknya. Membuat mata wanita itu membelalak. Dia tidak menyangka Bumi akan membalas nya seperti itu.
"Ya tentu, ayo kita makan siang" Bumi tertawa kecil, tidak mau kehilangan kesempatan dia pun menahan tangan Ana yang masih melingkar di perutnya.
"Sampai jumpa" Bumi tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya pada Somi dan Leezey yang masih tercengang.
Sesampainya di parkiran, Ana melepaskan pelukannya dari Bumi. Dia menyilangkan tangannya didada, bibirnya yang kecil dan tebal itu kini mulai mengerucut. Bumi tertawa kecil melihat ekspresi wanita itu.
"kau yang memulainya... ayo masuk ke mobil" Pria itu membukakan pintu mobil untuk Ana
Ana mendengus kesal.
Tapi dia tetap masuk ke dalam mobil Bumi, kali ini Bumi tidak menggodanya lagi. Pria itu masuk ke mobil, lalu mengendarainya. Mereka mencari restoran terdekat di sekitar kampus.
"Bukankah kau naik mobil ini tadi pagi?"
Ana melihat interior mobil dan baru menyadari, ini mobil kantor yang Dongmin kendarai untuk mengantarnya tadi pagi. Dia menyilangkan jari jemarinya tanpa menjawab, Bumi menoleh ke arahnya tertawa kecil.
"Kau bertingkah seperti orang yang ketahuan selingkuh" Bumi menggoda Ana, tapi dihatinya dia merasa agak sakit mengingat kebersamaan Dongmin dan Ana tadi pagi. Terlebih dia tahu tentang perasaan Ana pada sepupunya itu.
"Aku tidak selingkuh, sejak awal hubungan kita hanya sandiwara dan kau juga tahu bahwa aku memang menyukainya" Ana memalingkan wajahnya
Deg
__ADS_1
Bisa-bisanya dia berkata kejam seperti itu, lalu apa maksud dari balasan ciumannya semalam? jangan bilang kalau itu hanya karena dia terbawa suasana saja.
Bumi tidak bicara lagi setelahnya, dia melipir ke salah satu restoran terdekat. Ana jadi merasa bersalah, apakah perkataannya tadi menyakiti Bumi? Karena sekarang dia terlihat diam saja, walaupun tetap membukakan pintu mobil untuknya.
Bumi membawa dompet dan juga kunci mobilnya berjalan mendahului Ana, tak lupa seperti biasa membukakan pintu restoran dan membiarkan Ana masuk lebih dulu. Ana semakin merasa bersalah, kenapa dia berbicara seperti tadi. Setelah semalam mereka berciuman dengan mesra.
Ana dan Bumi duduk dipojokan, seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa alat tulis. Pelayan itu terlihat tertarik pada Bumi, pelayan itu juga terlihat seksi dengan pakaiannya minim nya.
Pelayan tadi tidak bisa memalingkan pandangannya dari Bumi, Ana tahu dia mencoba menggoda pria itu. Ana menatap wanita itu dengan risih.
cih
Ana memalingkan wajah, Bumi menyeringai melihat Ana yang terganggu. Pria itu dengan sengaja membalas godaan pelayan tadi.
"Wanita seseksi dirimu tidak cocok jadi pelayan" Bumi menatap pelayan itu
Ana terkejut sambil mengernyitkan dahinya, ada amarah di dadanya. Bisa-bisanya pria itu menggoda wanita lain di depannya.
"Ah kau bisa saja..." Wanita tadi kini agak membungkuk ke arah Bumi menunjukan belahan dadanya yang berisi.
"Kau mau pesan apa?" perempuan tadi berkata lirih dan menggoda.
Ana yang kesal langsung berdiri dan menghampiri wanita itu.
"excuse me ma'am ????"
Katanya sambil melotot, lalu menoleh ke arah Bumi yang sedang menyeringai. Ana menarik lengan Bumi, Pria itu hanya pasrah berjalan mengikuti Ana keluar.
"Ada apa? Kita tidak jadi makan huh?" Tanya Bumi santai
"Aishh beraninya kau menggoda perempuan lain di depanku?" Ana mengernyitkan dahi nya kesal
"memangnya kenapa? Kau tidak mungkin cemburu, Perasaan mu kan hanya untuk Dongmin seorang." Bumi memajukan bibir bawahnya sambil melihat Ana.
Ana dengan kesal menatap Bumi menatap pria itu tajam, lalu berbalik badan meninggalkan pria itu disana.
"Aneh" Gumam Bumi
...****************...
__ADS_1
...****************...